Minggu, 10 April 2011

Tragedi Sepatu Buluk hilang

Gue ga ada firasat apapun sebelumnya nih, tapi memang hari ini gue merasa kurang beruntung aja kali ya. Pertama, keenakan tidur yang menyebabkan gue bangun telat dan telat semuanya. Sampe-sampe kaos kaki gue kan lagi dicuci jadi gue harus pake kaos kaki yang lain. Sayangnya, gue gak punya kaos kaki yang memadai. Well, gue bongkar dalam waktu secepat mungkin agar menghindari dihukum guru piket. Dan dapetlah gue sepasang kaos kaki, punya siapa ? adek gue pastinya. Oke, lets go ke sekolah ga punya waktu lama buat berpikir lagi. Untungnya gue ga telat, tapi waktu upacara bendera untuk yang terakhirnya karna minggu depan gue udah UAN. ada genangan air di lapangan upacara dan tepat menggenangi kaki gue. Sepatu gue rembeessss, basah sampe ke akar-akarnya. Ga berakhir disitu kehidupan gue, bagian bahasa inggris mengharuskan gue membuka sepatu gue. Inilah hal yang paling gue hindari disaat sepatu dan kaos kaki gue(adek gue sih) dalam keadaan basah kuyup. Gue lepaslah sepatu gue masuklah gue ke ruang multimedia.

Hari berganti hari, eh engga ding ! setelah bel pindah kelas berbunyi dan terjadilah hilangnya sepatu gue. Gue sih ridonya ilang 2duanya tuh sepatu buluk tapi cuma sebelah meeen, sebelaaaahhhh . Dan usut punya usut ada kesalah pahaman antara gue dan sepatu gue. Jadi ceritanya ada yang pingsan di lorong sekolah dan entah bego apa ricuh gimana gitu ya jadi sepatu gue itu disangka anak pmrnya sepatu yang pingsan itu. Anjrit gue ampir mau nangis, ga kebayangnya gue balik dengan kaki telanjang untung juga sih baju gue ga dibawa juga(loh?). Dan sepatu gue yang malang itu ada di uks ternyata, hahhh suram banget hari ni. Mungkin hari ini hari sial buat sepatu gue, sabar yee~
Share: