Selasa, 26 Februari 2013

Manusia LDR

pinterest

Hai, nbvc huhh gajelas kan gue ngetik barusan. Itu disebabkan oleh jatuhnya sebuah paku berukuran kecil ke keyboard notebook gue. Jatuh diantara huruf n,b,v,c dan tombol spasi. Untuknya paku kecil yang cukup tajam itu ga jatuh diantara huruf U dan I *tsaaaah

Gue, lugina, hampir 20th, mahasiswi semeter 4, yang masih bingung menghabiskan waktu long weekendnya untuk ngapain. Bahwasannya, belajar adalah bukan pilihan tepat untuk weekend. Namun untuk main pun berat hati soalnya udah diujung bulan. Berusaha untuk menjadi mahasiswa yang produktif yang tinggal di kota besar nan istimewa ini begitu buanyaaak pilihannya. Niat hanyalah niat. Yang penting dicatet duu sama malaikat sebelah kanan. Ternyata untuk membuat sebuah postingan randomly itu susah juga! apa yang mau dirandomkan, dari mana ke-random-an akan dimulai dan dimana akan berakhir. Siapa yang akan dibahas menjadi bahan ke-random-an pun harus dipikirkan.

Jogja…. jogja…yang menyimpan banyak cerita dan sejuta kerinduan untuk orang yang meninggalkan kota ini. Gue, sedang menjalani hubungan LDR (lagi). Antara Jogja dan Surabaya. Sesama Mahasiswa. Gue scrolldwon di timeline, ada salah satu akun yang gue yakin followersnya itu adalah orang-orang yang lagi LDR. Gue baca, ada yang udah 4th sampe 5th. Dan jaraknya pun ga tanggung-tanggung, ada yang pulau jawa sama sumatra, dan ada juga Indonesia dengan eropa. Miris. Di-alhamdulillah-in aja gue yang masih bisa naik kereta 6jam buat sampe ke Surabaya. Kemungkinan di duain yang pertama sama robot, selanjutnya tidur.

*pacar gina ganteng?*

Gantenglah, anak bapak ama ibunya. Dengan alis tebal dan hidung mancung serta badan yang tinggi besar. Bukan, ini bukan khayalan gue doang please. It’s him for real. Dengan jadwal kuliah yang berbeda jauh sama gue. Dia kuliah malem, dan gue kuliah siang. Jadi kita pacaran subuh-subuh. *okesip

Oh long distance relationship~
Gue berharap lebih dengan hubungan kali ini, berharap memang bisa sampai ke acara sakral yang hanya sekali seumur hidup. Yang setiap paginya gue akan menyiapkan sarapan. Yang setiap bangun pagi ada orang yg mengecup mesra kening gue. Yang setiap harinya pulang kerja ke tempat yang sama. amin.
Share:

Kamis, 21 Februari 2013

Be Grateful !!

Duhh lama ya rasanya gue tidak menyapai bloggers dengan postingan postingan ngaco saya. Kali ini, setelah 2013 sudah berjalan kurang lebih 53 hari dari 365 hari yang ada. Niat baik seorang Lugina untuk berbagi cerita disini muncul lagi setelah berbulan bulan mencari jati diri dengan merangkai kata-kata syahdu *oposih?*. Well, gue sudah hampir 20 tahun, ibu. Bagaimana rasanya ketika umur sudah menyatakan untuk tidak lagi berkelakuan seperti anak belasan tahun. Tapi tertawa terbahak-bahak itu kenikmatan sesungguhnya dibalik tekanan dari penjuru matakuliah yang ada! Gue akan merindukan setiap ‘hahaha’ yang ada waktu gue duduk dibangku SMP, SMA sampai kuliah sekarang. Ketika nantinya akan gue menjadi ‘Super Mom’ dari anak-anak gue, gue mau mereka juga bisa merasakan indahnya masa muda seperti yang gue alamin. Hey, seperti kata-kata klise hidup itu cuma sekali. So, enjoy!

Mungkin, jika Tuhan memberikan beribu – ribu kesempatan untuk manusia hidup di dunia. Gue akan mempunyai beberapa pilihan karakter untuk terlahir di dunia. Mungkin gue mau jadi anak cantik nan jelita dengan lesung pipi dan gigi gingsul. Gue juga pengen nyobain rasanya menjadi laki-laki yang hoby ganti-ganti pacar atau mungkin gue juga pengen nyobain hidup jadi artis yang nampang di billboard setiap kali ada iklan baru. Bayangin aja gimana jadinya kalo setiap manusia punya 3 pilihan berbeda kaya gue tadi. Mungkin dunia jadi penuh dengan kata ‘hahahaha’ dimana-mana karena semua merasa bahagia bisa sesuai dengan apa yg dia mau. awesome!

*nyari – nyari kesimpulan posting kali ini*

Oke, I got it !
Gue baru tau inti dari postingan random kali ini adalah, bersyukur !
Mau bikin kesimpulan pake bahasa inggris tapi ilmunya gue masih cetek.

pinterest

Bersyukurlah dengan apa yang Tuhan berikan sampai detik ini, karena Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Karena yang kita inginkan itu belum tentu baik untuk diri kita sendiri.
Share: