Sabtu, 22 Februari 2014

The Power of Sobri

Hah siape tu Mang Sobri? Bukaaaan. Sobri itu ya sabar.Sabar untuk apa? Sabar, gue cerita dulu.
When you getting broke up, ada beberapa hal tentunya dirasa janggal kalo tidak mendapatkan/memberikan itu sama dia. Dari hal simple yang cuma bilang "hati-hati di jalan ya sayang", waktu dia update on the way bla bla bla.
Gue pun selalu menahan diri untuk gak keceplosan atau nafsu untuk ngucapin hal-hal kaya gitu. Memang menjaga komitmen itu luar biasa godaan dan tantangannya. Gue komit, untuk menghubunginya jika memang gue sudah mentok dengan tugas akhir gue dan berbagai hal urgent lainnya. Kangen mah bukan urgent. Wajib bisa ditahan untuk gak kirim apapun, dinikmatin aja sendiri. Gue juga tau kalo dia pun sama halnya kaya gue. Menahan secara paksa. *pede banget!
Ibaratkan gue lagi puasa dulu melakukan hal-hal seperti itu, sebelum adanya ijabsah. Ahzeeeg. Sebelum adanya ijabsah pun masih ada jalan menuju ijazah dulu nih masih 2 tahap lagi biar ada S.T di belakang nama gue. Lumayan juga kan nahannya? Harus bisa.
Karena gue begitu yakin, dengan mengorbankan perasaan ini *duileh bahasanye* Allah itu akan memberikan yang lebih-lebih nantinya. Sakit ? Iyalah, gue cewek woy! Tapi karena ingat lagi akan janji Allah yang gak akan pernah ingkar. Subhanallah ya :')

Jadi, intinya sabar. Sabar aja nunggunya. Sabar aja nahannya. 
Menahan itu menurut gue berisi kesabaran yang luar biasa. Karena ada suatu kutipan yang terkutip (?) , sabar itu gak ada batasnya, kalo ada batasnya berarti itu bukan sabar. Ibaratkan sabar dalam ingin membuang air besar, kalo bukan di tempatnya ya ga boleh keluar. Tahan dulu. Susah juga kan nahannya. Harus sabar kalo semisal ada yang antri di wcnya. Gitu juga harus nahan biar gak kontak lagi mantan, belum waktunya. Nanti aja. Apasih. Yaudah gue makin random. Bye!

*posting ini terpotong karena ternyata gue gabisa lagi menahan perut yang mau dikeluarkan isinya*
Share:

Kamis, 20 Februari 2014

Menghadapi perpisahan

Hai, sekian lama gue tidak mengumbar - ngumbar aib gue disini. Tsurhat maksudnya. Rasanya ini sama seperti saat orang putus cinta, ya iya memang gue lagi putus cinta kalik. Namanya masa muda, jatuh cinta dan patah hati itu paketannya.

Posting sebelumnya, gue sok-sokan bahas soal cinta. Harusnya orang lagi patah hati itu pasti banyak posting galaunya. Dulu sih gitu, galau abis langsung curhat di blog. Sekarang? Nangis aja gue di pojokan. Soalnya kalo gue cerita di blog, nangisnya lebih kenceng. Hihihi. Mengenai patah hati. Ada hal-hal yang harus siap kalian hadapi saat kalian mengalami ini. Khususnya, abis putus ya. Bukan ditolak, di cuekin ataupun di selingkuhin. Tapi kasus kali ini gue akan bahas mengenai persiapan lo menghadapi patah hati karena harus putus dengan pacar. Memang, ga ada yang tau selanggeng apa hubungan kalian. Mayan, buat mengantisipasi aja. Check this out!

Pertama, buat kalian cewek carilah teman curhat yang biasanya kalian curhatin. Karena bercerita sambil nangis itu membantu sekali loh untuk meringankan rasa sakitnya. Cause shared a sorrow is a half sorrow. Berceritalah sepuasnya sampek airmata yang ga pernah lu keluarin itu keluar semua. Karena yang gue tau, putus itu pasti dalam keadaan masih sayang. Apapun alasannya, salah satu dari 2orang itu pasti ada yang masih sayang. So do I.

Kedua, karena sudah merasa lumayan lega. Bersiaplah untuk menghadapi berbagai pertanyaan dari temen yang udah tau kalo lo putus sama si dia. Pertanyaan paling ngeselin dan pasti ditanyain adalah kok bisa? Lo putus gara gara apa?. Well, it hurts a little. Ini menurut gue agak berat, karena gue rasa ini bukan urusan orang dan kurang lebih merupakan aib. Ya cukup ceritakan sama temen yang dipercaya aja, gausah semua temen deket lu juga. Ceritakanlah secukupnya.

Ketiga, bersiaplah untuk merasa kalo lo belum rela kalo putus. It's called as galau. Everybody knows, yang namanya galau pasti nulis nulis ga jelas. Gue sarankan sekali untuk tidak berbagi galau lewat tweet-tweet ditengah malam. Sebaiknya lakukanlah seperti gue. Hahahahahaha! Ya! Menulislah apapun di blog atau tumblr supaya lo bisa curhat sepanjang apapun tanpa harus pusing memikirkan komentar orang lain tentang galaunya elo. Ini sangat me-le-ga-kan. Try it.

Keempat, sebenernya ini harusnya yang paling pertama. Ucapkan alhamdulillah karena lo bisa terlepas dari lingkaran syetan. Siapapun tau bahwa pacaran bukanlah yang diridhoi oleh Allah ya kan? Ini memang jaraaang banget dan bahkan ini langka dilakukan muda mudi saat ini. Ketahuilah, ketika kita meninggalkan yang haram maka kita akan mendapatkan yang halal.

Kelima, ini yang harus lo lakuin. Dan lagi - lagi jarang dilakukan muda - mudi. Meminta dilapangkan dada kepada Allah. Ini proses paling luaaarrrr biasa. Sekalianlah minta, kalo memang jodoh ya pertemukan lagi dalam keadaan lebih baik, kalo nggak ya pertemukan dengan yg jauh lebih baik dari dia. Memang berat, beraaaaat banget. Tapi minta sama Sang Pemilik Hati itu lebih menjanjikan daripada terus menangisi.
Nah itu dia, tahap tahap setelah kalian putus. Selanjutnya akan gue bahas gimana move on yang ampuh. Walaupun gue yakin belum tentu ampuh karena gue belum bisa juga *duh.
Share:

Sabtu, 15 Februari 2014

Sok-sok cerita tentang cinta

Selamat malam, minggu. Sabtu malam yang dipenuhi dengan pasangan-pasangan muda yang sedang di mabuk cinta. Berpelukan seakan sampai mati akan terus bersama yang ia peluk, menebar senyum karena senangnya minta ampun merasakan hangatnya tangan yang kita cintai. Bercerita. Tertawa. Mengabadikan kenangan. Setau itu ya gue? Jelas. Karena gue juga mengalami fase - fase saat di mabuk cinta. Bahkan gue merasakan itu sejak SMP kelas 3. Well, karena orang bilang Februari adalah bulan penuh cinta. Maka, gue selaku pencari cinta akan membahas dengan sekenanya dan senaknya tentang cinta. Lebih tepatnya perlakuan cinta muda-mudi Indonesia.

Dulu, waktu gue masih SMP kelas 7, gue suka sama salah satu pemain favorit tim basket sekolah gue. Karena pada saat itu lelaki yang menggunakan baju basket yang kedodoran dengan ketek kemana-mana, sepatu yang berdecit di lapangan basket adalah sebuah ciptaan Tuhan yang keren. Ya, pada saat itu sih. Akhirnya gue menyukailah 1 lelaki kampret 1 ekstrakulikuler sama gue, salah satu anak akselerasi yang bawel dan ga ganteng sama sekali. Inisialnya adalah agung. Dapet 9 bulan lamanya jatuh cinta ala anak SMP yang ternyata masih agak bertepuk sebelah tangan. Gue putus. Pacaran berasa LDR karena gue gak pernah jalan layakanya anak muda pacaran. Berhubung agung belum bisa naik motor. Case closed. *dihajar agung*

Masuk SMA, yang menurut gue ini sudah mulai beranjak jadi anak keren karena boleh bawa HP ke sekolah. Kelas 10, lagi lagi suka sama kakak kelas, kali ini bukan yang demen liatin keteknya, yang ini berjanggut bagai saudagar dari Arab. Yang sekarang jadi reporter sebuah stasiun tv swasta, gue sbut dia adalah Ranger Kuning. Tapi cerita gue dengan kakak yang satu itu lagi -lagi bertepuk sebelah tangan. Yang penting pernah ngerasain dianterin pulang naik motornya. Sukses move on, karena ada yang baru. Kali ini teman sekelas gue, inisalnya iyus. Tukang pulsa asli pamalayan yang pada saat itu juga belum bisa naik motor ke sekolah. Jadilah pacaran di kelas, duduk sebangku, pegangan tangan lagi belajar. Entah kenapa, cinta gue sama iyus itu bersemi di pantai pangandaran. Selalu. Cuma dapet 4 bulan aja akibat gue yang dinyatakan resmi berselingkuh dengan seorang kakak kelas yang 1 organisasi. Inisialnya Ricki. Cukup kalut dan kemelut bisa pacaran sama Ricki. Gue putusin dulu iyus, kemudian gue berurusan dengan mantannya Ricki yang lumayan menguras energi, dilanjut dengan masalah dengan sohib gue Andin. Selesai, jadianlah kita pada tanggal yang semau kita, jam semau kita pulak. By request semua. Karena dulu ada gosip yang bilang akan kiamat tahun 2012 tanggal 21 desember 2012. Maka kita pilih tanggal itu dan jam 12.50. Memang kalo sama Ricki itu bedanya dia bukan kaya pacar, tapi ya temen. Ah sudahlah gue takut lama-lama bahasnya. Putuslah karena jarak dan sepertinya ga akan ada ruang dan waktu yang mempertemukan gue dengan dia.

Yeay, masuk kuliah! Pastinya ada cerita cinta baru. 1 tahun 1 kecengan hahahaha. semester 1, masih stuck dengan inisial Salman. Semester 2 mulai move on dengan salah satu asdos koplak gara-gara keseringan becandaan doang namun perjuangan gue kandas karena dia sudah memilih dan memiliki yang jelas cantiknya jauh dari gue. Kepayahan gue semakin kronis. Di akhir semester 2 menuju semester 3, ada rasa iseng mau kenal sama anak robot yang inisialnya Karjo. Gue mulai kepo dengan orang yang padahal jarang mandi ini. Ternyata sudah punya pacar nan jauh di bogor sana, anak SMA. Baiklah. Jadilah gue malah terperosok dalam lingkar setan. Karjo putus, seminggu berikutnya jadian sama gue. Fiuh, memang ya gue ini kurang menggoda apa coba *slap!*. Walaupun gue padda akhirnya menjalani 1 tahun itu dengan hubungan LDR. pada akhirnya putus jugalah.

Capek juga ya putus sambung, macam ingus yang dihisap lagi. Selesainya cerita cinta gue bersama lelaki lelaki tadi dicukupkan sekian. Kali ini, dalam rangka menyambut Lugina yang baru, InsyaAllah gue akan menahan nafsu hingga waktunya tiba untuk menjadi yang halal. Ahzeeeg! Adalah rintangan yang luar biasa untuk menahan perasaan untuk tidak terjerumus lagi melakukan pacaran. 

Kemudian, dari fase-fase yang gue alami dari SMP mengenai Cinta, pada akhirnya Cinta yang sebenarnya akan berujung dan kembali lagi kepada Sang Pemilik Cinta, Allah SWT. Banyak banget yang pengen dan bilang kalo mau berujung sampai nikah dengan pacar-pacar kesayangannya. Maka, kalo dipikir-pikir lagi apakah mungkin sesuatu yang diawali dengan yang haram akan berakhir dengan sesuatu yang halal? Walaupun pada akhirnya akan tetap bersama, tentunya ada efek dari haramnya itu. 
Simpanlah cintamu, untuk nantinya kau berikan pada seseorang yang mencintaimu karena-Nya.

*mohon maaf atas penyebutan nama secara frontal. dan maaf ini posting agak weird*
Share:

Selasa, 11 Februari 2014

My Sadbruary

Pinterest
Ini bukan menyangkut hari kasih sayang yang dihebohin anak-anak seumuran gue. Di awal februari ini, ada yang meruntuhkan tanggul air mata gue.

Di akhir pekan yang begitu pekat dengan rapat dan kesibukan menjelang melepas peri-peri Sapen. Ada terbesit suatu niat yang dimata Allah adalah pilihan yang tepat untuk jauh dari berdosa. Karena ketika kita meninggalkan suatu yang haram, maka kelak akan mendapatkan yang halal. Gue langsung mengutarakan hal itu via chat. Karena hanya akan menyiksa diri gue aja kalo harus berbicara langsung. Baik, keputusan yang sudah matang dan ini memang baik buat semuanya. Jalan yang strategis menuju jalan yang Allah ridhoi. Ada saatnya kita harus melepas walaupun ikatannya begitu kuat dan erat. Karena Yang Maha Mengetahuilah orang ity tepat atau tidak buat hambaNya. Kurang lebih seperti itu. Tanggul airmata gue, kemudian rutuh perlahan dan rasanya awan mendung menggelayut manja di wajah gue waktu itu.

Belum selesai urusan dengan takdir, gue harus mengatur 25 anak untuk bisa menari bersama dan kompak di depan orang tuanya. Berat sekali rasanya untuk menutupi rasa sakit. Ya sakit di hati atau di badan. Jangan sampai anak orang kena gue damprat, jangan sampai. Pokoknya hari itu, unconditionally banget. Crowded. Tiba juga saatnya anak-anak tampil di panggung. Itu kejutan terindah pertama gue bertemu dengan peri-peri kecil ini. Mereka menari dengan kompak dan semangat. Entah harus meluap kemanakah air mata gue saat itu. Sampai pada akhirnya temen-temen jendelist bernyanyi bersama anak-anak Sapen. Lagu cinta untuk mama di depan mama-mama tersayang. Adalah sebuah kebahagian ketika adik-adik sapen menangis sambil memeluk kakak-kakaknya. Sedih karena mau ditinggal. Ada rahmat, yang ngakunya kelilipan sambil meluk Mbak Mika padahal lagi nangis. Ada juga Jelita si gendut luar biasa imut yang wajah nangisnya bikin orang pengen meluk sambil nangis. Ada Sami si keriting dari Papua yang bandel minta ampun tapi tetep nangis juga.

Merinding banget waktu gue liat mereka ngirim surat untuk para jendelistnya dan membuat gambar wajah-wajah kami. Laras, yang paling tua di Squad Sapen yang membuatnya. Belum lagi pesan orangtua, "Mbak dia jadi lemes seharian garagara kakak jendela ga datang lagi kesini". Memang gue mendapatkan double farewell di bulan ini. It's a Sadbruary. But I won't give up. Merasa di recharge lagi oleh kalian-kalian dan juga ditambah gue bisa pulang ke rumah. So, let's make this month for the start my happiness life.
Share:

Selasa, 04 Februari 2014

Indonesiaku ya masih seperti ini

Jadi ini menyangkut soal listrik. Berhubung di kosan gue lagi dapet giliran pemadaman listrik, entah lagi maintenance atau kenapa. Di seberang sana, pulau yang begitu terkenal dengan memberi lowongan pekerjaan dibagian tambang, Kalimantan. Khusunya Kalimantan Tengah tempat Ibu lahir di Pangkalanbun lagi dapet giliran pemadaman listrik juga sampek tanggal 8 februari.

Beda kasusnya di pulau jawa dengan kalimantan ya kan. Kita tau, di pulau Jawa sudah tersebar luas PLN nya. Sedangkan bagaimana distribusi listrik di kota Pangkalanbun? Bukannya gue mencoba sotoy, tadi malam Ibu bbm. Dan bilang lagi mati lampu dari jam 17.00 - 00.00. Penyebabnya karena persediaan batubara menipis. Batu bara yang diangkut dari Kalimantan Selatan tersendat karena jembatan di daerah Sampit ada yang putus. Luar biasa kan? Efek jembatan putus bisa bikin orang-orang harus bergiliran menggunakan listrik. Padahal bayarannya pun sama.

Tapi entah kenapa, orang-orang disana tidak pernah "seberisik" di ibu kota. Mereka juga pernah kebanjiran, kebakaran hutan, kabut asap dan selalu ada pemadaman listrik. Karena menurut gue, orang orang di borneo tidak mau ambil pusing untuk merengek minta bantuan ke pemerintah.

Ah lupakan pemerintah, gue sebagai mahasiswa teknik elektro. Pernah membahas ini di mata kuliah Pancasila. Itulah Indonesia yang masih bergantung dengan uang. Lebih baik membeli daripada menghasilkan. Ketika ada yang mencoba menghasilkan sumber energi baru, dibilang mahal. Ya memang mahal, tapi setidaknya mahal diawal saja. Selanjutnya biarkan engineer-engineer muda yang berfikir untuk mengembangkan negerinya.
Share:

Minggu, 02 Februari 2014

Ledre Cafe

Huidih jarang jarang kan gue share tempat tempat saik yang pernah gue kunjungin. Jogja as you know, memang kota pelajar dan kota pariwisata. Tapi gue kasih award satu lagi untuk Jogja, kota ter-nongkrong-abis. Thats why I choose the title is Ledre Cafe.

Ciocolate
Namanya juga cafe, yang disajikan di menunya paling utama ya kopi. Banyak yang unik disini, sayangnya memang sepi aja tempatnya. Tapi justru karena sepi itulah gue dan anak jendelist lain bisa bebas kesana kemari. Tempatnya ini gue kurang tau jalan apa, tapi setau gue di daerah pertigaan pandega. Pas belokan.

Disana gue ga pesen kopi, karena memang gue belum menemukan titik nikmatnya meminum kopi. Gue pilih Ciocolate. Kagak, gue kaga typo. Emang namanya imut imut gitu seimut yang disajikan. Liat aja tuh cangkirnya seteguk doang. Isinya itu coklat agak kental diatasnya pake es krim vanila. Harganya 10.000 cukup kecewa dengan porsinya yang nyenggol tenggorokan. Tapi emang enaaaak sih.

Spagheti Bolognaise
Dengan brutalnya gue pilih makanan eropa yang satu ini. Spagheti Bolognaise. Lagi lagi gue sedih dengan porsi yang disajikan begitu seiprit. Tapi gak ngerti lagi sama creamnya yang alamaaaaak pengen nambah lagi. Memang sengaja banget sih bikin yang makan penasaran pengen nambah lagi. Harganya lumayan, 18.000. Ada juga yang mesen Ice Blend Greentea enyaaak bangeet. Atau gak Kaliurang. Itu memang nama salah satu daerah di Jogja dan nama jalan. Tapi kaliurang yang ini adalah jus sayur. Sayurnya saosin, setelah gue minum rasanya jadi lemon banget. Enak.

Sebelum makanan dan minuman datang, gue dan yang lainnya menikmati empuknya kursi di Ledre Cafe ini dan sebuah lukisan dinding yang cocok untuk spot narcism. Seperti yang gue foto ini, kalo bisa ambil sudutnya yang pas kita bisa keliatan bener2 lagi dipinggir jalan pertokoan gitu. So adorable.
So, overall. Harganya sangat sesuai dengan rasanya walaupun gak sesuai porsinya. Recomended banget buat Spagheti Bolognaise sama Ice blend Greenteanya.
Share:

Sabtu, 01 Februari 2014

My First Liqo

Sebelumnya orang orang disibukkan dengan membuat sebuah resolusi di awal tahunnya. Tentunya dengan harapan bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan membuat daftar daftar perubahan yang mereka buat. Gue memang belum sempat membuat dan menuliskan resolusi gue secara rinci. Tapi di posting sebelumnya, itu dia yang harus gue dapatkan di 2014.

Ini pengalaman pertama bagi seorang lugina yang hidup di sarang penyamun menggunakan rok, membaca 1juz/hari, solat tepat waktu, puasa daud dan lain-lain. Bukan masalah ingin riba. Tapi, setidaknya gue mencoba membagi cerita aja. Ini semua hasil dari usaha gue mendekatkan diri dengan-Nya. Kapan lagi gue mau mulai kalo ga sekarang juga. Jadi liqo adalah semacam mengaji bersama - sama. Dan tentunya kita hanya sesama akhwat saja. Mengaji disini adalah tidak hanya membaca Al-Quran tapi juga belajar ilmu islam. Murobi (read-guru) gue super banget, Mbak Ida yang sudah dikaruniai 2gadis kecil ini kalo menyampaikan materi selalu menyenangkan. Membuat gue juga merasa menyenangkan bisa belajar bersama waktu liqo.

Bayangan kebanyakan orang, ikut liqo seperti ini membosankan. Gak bisa tertawa dan bercanda. Harus sepi dan sunyi resmi acaranya. Dan ditempat liqo ini, sama sekali gak kaya gitu. Kalo ada yang lucu ya ketawa aja. Namun memang di saat serius ya harus serius mendengarkan materi. Tapi gue masih bisa tuh tertawa terbahak-bahak waktu liqo. Ga ada yang menatap gue sinis gara2 ketawa.Seriously I'm glad to join this Liqo. Ada semangat baru setiap minggunya, sebelumnya gue bahkan ga pernah sesemangat ini kalo belajar. Apalagi belajar ilmu Islam. Yang jaman sekarang ini makin menipis ilmunya di kalangan anak muda.

So please, mari dekati Allah yang Maha Segalanya. Bukan hanya jodohmu yang didekati. Tapi dekatilah yang menciptakan jodomu itu. *ahzeeeeg*
Share: