Kamis, 22 Mei 2014

Menjadi inspirasi dan terinspirasi

Minggu lalu, gue diberikan kepercayaan sebagai salah satu panglima yang akan bertemu langsung dengan para prajurit. Senangnya luar biasa, karena pada awal perekrutan panitia bahkan nama gue ga ada di daftar panitia. Kesempatan yang gak ngerti lagi kapan adanya. Berhubung ini tahun terakhir juga buat gue jadi mahasiswa UGM, makanya bersyukur luar biasa sekali. Selain itu, kesempatan menjadi salah satu panglima yang membimbing para prajurit banyak banget yang minat.

Selama 3 hari, gue menjadi panglima di LALC 2014 ini begitu banyak pelajarannya. Karena kepanitiaan yang satu ini beda dari biasanya. Dimana setiap sesi itu terdapat panitia yang berbeda, gak pake seksi konsumsi atau seksi PDD segala. Semua bisa merasakan hal yang sama, bisa jadi gue di tempatkan jadi konsumsi pada sesi pertama, kemudian di sesi berikutnya gue bisa menjadi seorang LO ataupun co-trainer. Panitia yang super fleksibel banget, karena inisiatiflah yang bisa bikin acara ini berjalan.

Salah satu yang mengesankan adalah mereka para prajurit bisa mengingat nama gue, walaupun dengan cara membuli gue. Karena disetiap kejadian dan event, guelah yang selalu mengingat orang bukan sebaliknya hahahaha. Setidaknya mereka mengenal gue dengan suara parau ini. Mereka yang selalu bersemangat setiap diberi tantangan, mereka yang selalu bertanya dan berkomentar disetiap cerita. Bahkan waktu 7 menit untuk setiap orang menceritakan pengalamannya pun begitu kurang saking banyaknya yang ingin mereka bagi. Gue tentunya merasa senang menjadi salah satu panglima yang bisa mendengarkan 9 prajurit bercerita pengalamannya.

Selain itu, bisa bekerja sama dengan orang - orang hebat salah satu keuntungannya. Dulu, gue hanyalah peserta yang mendengarkan beliau menyampaikan materi saja. Sekarang, gue bisa berkoordinasi dan bahkan guyon dengan beliau-beliau ini. Para Jendral, panggilan untuk para trainernya. Empat orang psikolog yang jam terbangnya sudah deras seperti air terjun. Bisa bekerja sama dengan 15 panglima pun adalah salah satu pengalaman yang luar biasa. Karena orang-orang terpilih ini benar-benar sibuknya luar biasa untuk diajak rapat.

Kemudian, saat gue rapat evaluasi 3 hari setelah pelaksanan. Salah satu jendral memberikan masukan untuk setiap panglima. Disitu gue seneng banget, karena bisa diberikan masukan oleh beliau mungkin agak susah halnya bila gue bukan salah satu panglima. Beliau bilang, "untuk Gina, saat kamu bisa menjaga orang yang sakit padahal kamu mau banget kembali ke camp dan nonton malam ekspresi. Tapi kamu tetap menjaga mereka yang sakit di wisma, artinya kamu menerima dan bisa menjaga amanah".

Huaaaaah pokoknya entah disitu gue merasa jadi co trainer yang sekaligus juga jadi orang yang diberikan training. Seneng banget bisa jadi LO sekaligus co-trainer dari mantan rektor UGM periode 2007-2012, Bapak Sudjarwadi. Bisa diberi masukan gratis oleh para psikolog-psikolog hebat. Bisa jadi salah satu nominasi panitia ter-inspirasi dan terheboh pun udah seneng banget. Ditambah gue dinyatakan sebagai panitia ter-baca nominasi karena saking hebohnya gue saat menjadi pembaca nominasi. 

Salam Berkarakter, Berbagi dan Menginspirasi!
Share:

Jumat, 02 Mei 2014

Be grateful

Entah ada bunga yang sedang bermekarankah di taman-taman indah atau memang sedang senang saja merasakan nikmat untuk bersyukur. Berhubung sedang tidak bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan, karena ini takdir seorang perempuan. Jadinya hanya bisa menggunakan waktu yang super luang untuk sekedar membaca-baca saja. Membaca tentang cara untuk selalu mensyukuri nikmat-nikmat yang ada. Klise. Susahnya tapi minta ampun. Tapi memang ada satu titik dimana, hanya mensyukuri bisa bangun pagi pun jadi kenikmatan tersendiri. Lagi-lagi harus bersyukur kan? Untuk bisa memikirkan nikmat yang harus disyukuri pun salah satu nikmat bisa berfikir. Subhanallah. Astagfirullah. Baru sadar di umur 20 tahun ini. Selama ini kemanakah perginya rasa syukur itu? padahal nikmatnya beribu-ribu bahkan berjuta-juta datangnya selama 20 tahun. Jika pada saat ajal tiba, masih saja lupa untuk bersyukur. Apakah Allah masih akan memberikanku nikmat ? Bersyukurlah, teman. Ketakutanku di dunia ini adalah saat Allah murka. KemurkaanNya yang aku takutkan salah satunya adalah mencabut nikmatku. Nikmat Islam. Nikmat Iman. Nikmat segalanya. Naudzubillah.
Share: