Kamis, 24 Desember 2015

Revisi Mimpi

Gila, jadi sekarang gak cuma laporan skripsi yang direvisi, mimpi gue juga. Semacam mengubah haluan kemana akan gue bawa ujung hidupnya. Dullu, saat masih menggebu - gebu mau ini mau itu dan entah bagaimana belum terwujud pun sudah gue coret list mimpinya. Those aren't my dreams. Hanya euforia. Kemudian gue coba pikirkan ulang, apa yang mau gue capai.
pinterest

Perihal ingin belajar sampai ke benua lain, gue mau. Mau banget. Jika Tuhan dan suami mengizinkan. Jadi ada salah satu mimpi yang gue selipkan di paling atas setelah lulus dan bekerja.

NIKAH

Ini penting, please. Hahaha. Rasanya menikah ibadah paling enak loh, walaupun selalu pada kenyataannya tidak sesuai ekspetasi. Perihal mau ke benua lain, bukannya enak kalo gue kemana-mana sejauh apapun udah ada jemari-jemarinya diantara ruas jemari gue? Ciyailah~

Perihal ingin mengabdi kepada negara, pada akhirnya gue memutuskan tidak harus melalui acara 'itu' untuk bisa mengabdi buat Indonesia. Bahkan bisa bikin sendiri, yekan?

Life goals gue hanya lebih kepada mengurus anak yang akan menjadi investasi terbesar buat gue dan suami gue kelak. Mungkin saat ini cita-cita ibu dan bapaknya belum tercapai, tapi anak - anak gue harus bisa. Revisi abis deh mimpinya. Kebayang gak sih kalo yang terus dikejar-kejar duniawi aja? Padahal semua manusia udah tau pasti kalo dunia hanya sementara. Persis kaya orang yang naik motor udah tau lampu merah itu harus berhenti, tapi masih aja makin kenceng ngegasnya.

Baiklah, 

Selamat merevisi mimpi teman-teman. Jika dirasa belum juga tercapai mimpi-mimpimu, mungkin muara mimpinya salah arah. Coba direvisi :)
Share:

Selasa, 22 Desember 2015

Mini Trip

Hai, setelah mencoba 'kabur' dari kepenatan kota Jogja dan segala kenangannya. Gue memutuskan untuk sedikit berlari ke kota tetangga, kota seribu candi. Bukan itu sih julukan kotanya, gue aja yang ngarang. Rasanya gue ingin menghirup udara yang lebih segar dari biasanya dan suasana bangun pagi yang beda dari biasanya. Ingin merasa seperti anak rumahan yang sudah disediakan sarapan.

Perjalanan yang tidak memakan waktu yang lama, tapi cukup bermakna buat gue yang sedang merasa butuh 'anu' sebagai trigger. Jadi solat cukup tepat waktu. Jadi makan tepat waktu. Tapi mandi tetap sekali dalam sehari. It a must, wkwkwk. 

Pernah gak sih? Merasa di titik yang 'entah gue lagi dimana dan gimana'. Merasa seperti mayat hidup yang bisa berfikir, bisa berbicara, bisa bergerak tapi entah tak memiliki makna. Seringnya merasa sedih, sedih sama 2 orang disana yang habis-habisan banting tulang buat kelakuan gue disebrang sini. Ah, what a shame. Terus harus apa? Harus ngapain? Harus ...

Lingkungan, menurut gue adalah salah satu yang berpengaruh besar. *terus kenapa?*

Ya karena berpengaruh besar, pilihannya cuma dua. Kamu yang dipengaruhi oleh lingkungan atau kamu yang mempengaruhi lingkungan? Nah tapi pilihan paling aman tapi agak susah adalah kamu tetap seperti itu tidak dipengaruhi oleh lingkungan. By the way, gue membicarakan lingkungan yang buruk. Dimana pilihannya kita bertahan atau malah kita yang dipengaruhi oleh lingkungan.

Jadi, gue butuh sedikit pelarian dari lingkungan gue yang biasanya. Untuk sekedar menghirup udara-udara segar yang belum pernah gue hirup sebelumnya. Untuk melihat aktivitas yang belum pernah gue liat dari sebelumnya. Untuk melihat pohon tumbuh semestinya.

Menyenangkan.

Tapi ketika pulang, gue membawa seribu pertanyaan di dalam benak. Sampek gak ngerti harus jawab apa sama benak sendiri. Mbuh~ 
Share:

Selasa, 01 Desember 2015

Gina has back!

Welcome back, gina~~~~~~~

Well, sekian lama memendam rasa, yailah. Akhirnya gue muncul ke permukaan blog juga. Maaf yak, lagi sendu aja bawaannya jadi pengen nulis di buku langsung dan emm nganuu tumblr juga. Sekian bulan sejak posting terakhir di bulan april, begitu banyak yang terjadi dalam hidup gue. Yailah. Serius deh kali ini. Gue bertemu, dipertemukan, ditinggalkan dan meinggalkan orang-orang yang lalu lalang dalam lembaran hidup gue. Bukankah hidup perkara mengulangi sebuah siklus dan mengambil pelajaran disetiap perputarannya? Jadi, kita akan berputar seperti waktu. Harusnya. Mengekor dibelakang waktu. Namun sayangnya manusia bukanlah sebuah ukuran seperti waktu. Bila hanya berjalan memutar saja, apa bedanya dengan hamster pengerat yang berputar di rodanya?

Selesai ah sok memotivasinya, hidupnya masih berantakan gini, hehe. Untuk saat ini, gue merasa kembali pada jaman jahiliyah. Buruk. Sangat buruk. Berasa lagi luka, korengan, digaruk terus kan sakit. Ahsu...dahlah. Mau dicaci maki kaya gimana pun, Tuhan lebih berhak mencaci maki gue umatNya yang hina ini. Allah always better than anything and everything.

Sekian munculnya Gina dari hibernasinya yang panjang.
Share: