Kamis, 27 Maret 2014

Maukah Kau Menunggu ?

Matahari pagi selalu sama, perasaan kita tidak. Seperti langit yang berubah sewaktu-waktu. Tidak seperti air yang mengalir. Lebih seperti jalan yang terjal naik turun bergelombang.


Detik berdetik dalam jarak yang sama, perasaan kita tidak. Resah melihat waktu yang terus bergerak semantara diantara kita tidak pernah terjadi pengakuan. Tatap mata bertemu, senyum malu-malu, pura-pura menghindar. Pura-pura bertanya kabar. Merah merona ketika nama terucap.



Aku tahu diantara kita saling menjaga diri. Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu. Tidak lebih dari itu. Sebab diantara kita bukanlah siapa-siapa. Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi saling memiliki kan?



Sebab setiap perasaan memerlukan tindakan. Dan tindakan itu haruslah bertujuan. Bila aku menujumu, ingatkan aku untuk berpaling kepada Tuhan lewat matamu. Bertanyalah kabar tentang ibadahku. 



Diantara kita tercipta samudera. Meski pada kenyataannya kita bertemu dan saling sapa setiap hari. Berada dalam satu tempat yang sama. Jarak yang akan hilang dengan beberapa ikrar kata. Dan waktu, seperti kita tahu, tidak pernah bisa diajak berkompromi. Diantara kita tetap diam saja. Aku ingin mengatakan sesuatu tapi malu. Aku malu mengatakannya; maukah kau menungguku?



(c)kurniawangunadi | Bandung, 27 Maret 2014
source : http://kurniawangunadi.tumblr.com/
Share:

What should I do for you ?

Ada sedikit cerita yang mau gue bagi minggu ini. Dan ini baru terasa setelah gue dan dia berada di satu kota, satu ikatan darah tapi bahkan untuk bertemu pun untuk apa. Orang bilang, wajar kalo kalian berantem dari dulu emang kaya gitu sejarahnya. Bahkan gue belum pernah yang namanya rebutan barang sampe gak mau ketemu. Enggak pernah. Biasa aja. Saking biasanya sampek kalo ketemu ya biasa aja. Normalnya, orang yang bertemu dengan saudaranya akan menanyakan kabar, atau gimana sih seharusnya ? Gue sampe gatau harus kaya gimana jadi adik yang benar. Fiyuh...

Berantem ya adalah, cuma paling sering gue aja yang kena marah dia gitu, kena sinis dia. Jadinya biasa aja. Tapi kali ini, mulai kerasa gue gak mau diperlakukan tidak sebagai adik. Nah kek mana ? Sedih aja rasanya ada yang lebih cepat dapat info kakak gue. Well, dia memang lagi ga jomblo tapi ga pacaran juga. Intinya gue gak tau ya? Iya. Tapi, gini ceritanya. Pagi - pagi gue dikabarin sama sebelah kamar kos gue. Dia emang deket sama kakak gue, udah kaya adeknya juga. Dia bilang, kakak gue kakinya keseleo, minta dipijat. Dan Kakak gue bbm temen sebelah kamar gue ini sekitar jam 5 pagi. Kaget dong gue sebagai adek yang normal, sekaligus sedih juga nih. Kenapa ?

Karena gue merasa gagal jadi adik yang baik. Gue merasa gue tidak dipercaya aja. Karena dia lebih memilih temen sebelah kamar gue untuk dimintai tolong. Memang terkadang gue males kalo dimintain tolong sama kakak gue. Tapi masa iya kalo dia sakit ga gue tolongin? adik macem apa dong? Iyalah. Selain itu juga gue sering banget sakit, dan cuma dia yang nolongin gue. Walaupun kadang nolongnya setelah dia dikabarin atau disuruh sama Mamah atau Abah. Tapi kan akhirnya tetep nolongin. Lah gue? dapet kabar aja dari orang lain. Sedihnya.

Apa sih ya menurut orang ini hal sepele banget. Yaudah sih tinggal gue nolongin dia. Tapi gak gitu. Gue sama kakak gue selama ini memang selalu bersikap sama sama dingin. Ejek - ejekan aja ....... Tau deh. Karena emang lebih banyak keselnya daripada pengen ngejeknya. But, the point is I want you to real My Brother. Bukan karena kita sedarah aja. Gue juga pengen jadi beneran adeknya. Yang kadang bikin kesel (sering itu mah), yang minta tolong yang nolongin kakaknya juga. Bisa gak sih ? bisa gak ya ?

Karena, gue sudah berhasil melebur bersama 1 Es, sebut aja itu Mamah gue. Dan orang kedua seperti Es itu ya Kakak gue ini. So, what should I do for you ?
Share:

Minggu, 23 Maret 2014

3 Huruf yang penuh harapan

Hai, I hope great day always comes to my life. Amin. Salah satunya adalah bisa menulis sepagi ini, dengan kondisi badan dan fikiran yang suegeerrrr. Bosen kan kalo nulis cuma malem-malem? Memang sih banyak insiprasinya, tapi di pagi hari juga gak kalah asiknya buat menulis. Senin pagi ini sambil gue nungguin cucian yang lagi di rendam biar rada wangian dikit. Ciye banget gitu gue judulnya rada puitis ya, 3 huruf tapi isinya begitu banyak harapan manusia. Apa coba ?
Do'a
weheartit
DIbalik kata Do'a itu memang menyimpan banyak harapan dan keinginan kan. DI setiap habis solat malam, gue selalu membuat cara doa ini anti mainstream. Tapi ya tetap dengan ajaran islam. Gue selalu mencoba untuk berdoa seperti orang yang seang tsurhat gitu. Karena di sepertiga malam itu, rasanya cuma ada gue dan Tuhan aja. Jadi bayangpun gimana seneng dan asiknya bisa bercerita banyak dengan Sang Maha Kuasa. Karena terkadang ada beberapa do'a yang ga bisa gue lafalkan dengan bahasa arab. Ya mungkin karena gue pada dasarnya belum belajar aja.

Eh tapi tapi ya, pada pernah ngerasain belum sih kekuatan dari sebuah do'a ? Kalo ditanya gitu, jelas pernah. Kamu, bisa sehat seperti sekarang dan bisa kuliah kaya gitu kalo bukan dari do'a apalagi dong ? Iyalah, itu do'a orang tua.

*ini serius ya* Sejak gue sudah mencoba solat malam, memang ada kenikmatan quality time untuk berdoa. Biasanya gue hanya sibuk dan terburu-buru dengan masalah duniawi terus, lupa sama yang sudah ngasih jalan selama hidup di dunia. Do'a memang perantara antara keinginan dan kehendak Allah. Dulu gue sempat mengacuhkan berdo'a. Untuk apa ? emang yakin dikabulkan? ngapain doa? Dan seketika Allah dengan kekuatannya mencubit kecil gue. 

Ternyata, apa yang kita minta memang belum tentu adalah yang terbaik buat hidup kita. Yang Maha Mengetahui memang lebih tau mana yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Klise. Tapi terkadang masih banyak yang susah mengerti kalimat barusan. Berdo'alah dengan caramu sendiri kepada Allah. Dengan begitu, apapun keputusan Allah pasti kita tau jawabannya. Dan hanya Tuhanmu yang pantas untuk dimintai bantuan dan pertolongan. Bahkan dimintai kebahagiaan pun, jika Dia mengijinkan, terjadilah.

Jadi, masih gak yakin sama do'a - do'a yang kamu ucapkan setiap harinya ?
Share:

Karena Aku Mencintaimu

Holla! sebenarnya gue sedikit penasaran dengan puisi yang satu ini. Yang gue tau ada membuat sebuah note di akun jejaring sosialmu. Dan itu terlihat begitu lampau karena dari cara pengetikan masih masa-masa remaja dulu. Tapi, memang kalo dibaca berulang, ingin sekali rasanya ada yang memperlakukan gue persis seperti di puisi ini. Karena pada dasarnya cinta dari Sang Pencipta, dan seharusnya tidak ada yang bisa kita lakukan dengan lawan jenis yang kita sayangi sebelum ijab sah itu ada *ahzeeeeg. Jadi, gini nih isi puisinya ...

Karena Aku Mencintaimu 
pinterest
Wahai Ukhti…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….
Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

Amin Ya Rabb.
Share:

Selasa, 18 Maret 2014

The Amazing of Tahajud.

source
Alhamdulillah, gue masih bisa posting dengan kesepuluh jari ini. Rabu siang ini, berhubung lagi kosong jadwal ngassdos, dan lagi puyeng sama data sheet jadinya iseng aja mau berbagi cerita nih. Kali ini ceritanya tentang hikmah salat tahajud. Huehehe gak biasanya banget kan gue ini bahas sesuatu yang jelas. Semoga kali ini, mudah dibaca dan agak jelas untuk dimengerti. Rasanya skill bercerita gue agak mulai melemah nih.

Jadi, 8-9 maret lalu, gue dan temen sekelas pergi ke Pantai Pok Tunggal di Gunung kidul yang ceritanya itu sebagai farewell anak TE. Singkat cerita deh, gue takutnya gagal fokus nanti ceritanya, padahal lagi berusaha untuk bercerita dengan jelas huehehe. Ada 1moment setelah games, dimana kita semua cerita tentang apapun yang mau dibagi di depan anak-anak. Ceritakanlah apa yang perlu diceritakan aja, gak harus semua rahasia. Jadilah terbongkar semua apa yang sering menjadi bahan suudzon-an anak-anak selama ini. Gue pun termasuk orang yang sering melakukan ghibah dan bersuudzon sama 3 temen ini. Ternyata setelah cerita-cerita, sebut aja dia Fikha, yang sering kita omongin dan suudzonin ini. Dia orang yang rajin solat Dhuha dan Tahajud. Subhanallah kan? Kemudian Fikha mulai ngajakin gue buat bangun di sepertiga malam buat solat Tahajud juga. Dulu, dia ngerasa sedih banget waktu tau dia di gosipin orang banyak. Di dalam setiap solatnya, khususnya solat tahajud, dia selalu doain kita. Padahal rasanya kelakuan gue dan temen-temen udah ga layak dibalas dengan doa yang baik-baik. Permintaan Fikha terkabul, Allah ngasih waktu untuk dia mengklarifikasi semuanya yang selama ini kita sering umpatkan. Allah memang sayang sama umatNya yang bersabar dan taat.

Akhirnya, Allah membukakan hati gue dan temen-temen. Sekarang, setelah makrab ada rasa lega karena gue sudah tau ceritanya seperti apa dan berhenti untuk menggunjing. Jujur aja, hubungan gue dan fikha sebelum makrab bisa terbilang cukup berjarak. Tapi, berkat doa Fikha di setiap malam, rasanya ada pembuka hati gue aja gitu biar gak gitu lagi sama dia. Bahkan, Fikha sampe sering bangunin gue untuk solat malam.

Lain ceritanya dengan gue. Gue mencoba istiqomah dengan salat tahajud dan dhuha. Kemudian di suatu hari, gue bener-bener lagi seret gak punya duit buat bayar makrab Jendela. Ada sih, tapi nanti gak ada buat ongkosnya jadi sama aja. Seret banget dan ga berani minta lagi ke orang tua karena gue pikir gue terlalu cepat mintanya. Oke, jadi gue tahan dulu, jadinya gue belum minta sama orang tua. Waktu iu, hari Kamis gue udah kebingungan nyari pasokan dana, ga mau minjem juga. Plum! Ada bbm dari temen gue, yang bilang kalo honor co-trainner bulan september lalu sudah bisa diambil. Antara seneng sama bingung. Karna ada 1 hal yang agak ngeraguin gue, gue dapet apa enggak honornya itu. Nah Jumatnya, setelah gue konfirmasi akhirnya gue berhak dapet juga honor itu. Alhamdulillahnya sampek berkali - kali deh. Malamnya sebelum jumat itu, gue selesai solat tahajud sampek berdoa. Ya Allah jika memang uang itu rezekiku, mudahkanlah aku memperolehnya. Dan kun fayakun, Allah ngasih rezeki itu buat gue dan gue ga jadi minta lagi ke orang tua dan tentunya gue gak minjem juga ke orang lain.

Nah, jadi hikmahnya luar biasa buanyak banget loh dari solat Tahajud. Karena di sepertiga malam itulah, pintu doa dibuka dan InsyaAllah terkabul. Tapi jangan sampai kita melakukan Tahajud karena ingin kebahagiaan di duniawi aja loh. Tapi harus berusaha ikhlas karena Allah. Jadinya, gue kalo gak solat 1 malem aja rasanya kesel banget. Ada yang hilang. Gak lebay sih, tapi emang gitu loh rasanya. Sengantuk dan secapek apapun kamu, akan selalu ada waktunya kamu bersama Allah.
Selamat mencoba !
Share:

Senin, 10 Maret 2014

My Superb Trip!

Sunset Pantai Pok Tunggal
Ada yang kita nantikan bersama, Liburan. Liburan kali ini ke Panti Pok Tunggal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dan kali ini gue bersama teman sekelas, anak-anak konsentrasi elektronika. Jam 13.00 meluncurlah Squad of Electronics dari kampus ke Pantai Pok tunggal, kuran lebih 2 jam jarak tempuhnya. Pantai di daerah gunung kidul ini gak kaya pantai biasanya jalan yang kita tempuh. Jalannya lebih mirip kaya masuk ke daerah pegunungan. Karena letak pantainya ada di belakang bukit, jadi jalannya pun berliku-liku. Sesampainya di Pok Tunggal, yang ditunggu - tunggu dateng juga. Matahari terbenam. Bisa menyaksikan matahari benar-bnar tenggelam itu rasanya nggalauin bangets, hahaha. Sambil nunggu sunset, tetep dong gak mau kalah sama mas Brad pitt sama Angelina Jollie. Selfie dulu pinggir pantai, mumpung surut juga air lautnya. Dan FYI aja, pantai yang satu ini kalo lagi surut batu karangnya keliatan banget sama ikan-ikan kecil, bulu babi sama bintang lautnya juga.
Selfie everywhere
Karena kami tidak mau ketinggalan dengan trend yang kekinian. Jadi pinggir pantai pun harus selfie. Baru deh abis magrib mulai tenda di bangun, ada 4 tenda dom yang kita pakek, 2 tenda cewek dan 2 tenda cowok. Udah siap juga spot buat bakar-bakaran, yaa bakar apa kek, bakar kenangan. Sesinya setelah solat Isya nih, ada bakar-bakar ikan. Kita beli Ikan tuna, tebel tebel gitu dagingnya. Udah gak terkendali banget kalo nemu makanan. Crowded ditambah gelap-gelapan sama kencengnya suara deburan ombak.
aaa mahasiswa tingkat akhir
Yang paling ditunggu ya api unggun. Dimana gue sudah punya cadangan games, tapi ya gitu udah direncanain mah tetep aja gak sesuai. Akhirnya di sesi malem itu suasana yang cocok buat tsurhat. 1 per satu mulai kbuka nih kejujurannya lewat games Truth or Dare. Kebanyakan ya milih dare, dan tantangannya adalah disuruh milih truth. Maksa banget pengen kepo. Well, finally everybody told anything. Karena dari situ gue menyadari, komunikasi memang yang paling penting. Dan juga memaafkan, the hard thing to try. Akhirnya segala kesimpang siuran info yang beredar sudah dikonfirmasi. Sudah saling memaafkan. SUdah saling merangkul satu sama lain. Karena jujur aja kondisi kelas gue itu selama 2 semester dingin banget. Dan mencair setelah sesi tsurhat malem itu.

Sayangnya gue mendapati musibah, kaki yang agak mulus ini tanpa sengaja nginjek pasir yang masih panas. Pasir ini posisnya dipinggir tempat bakar-bakar tadi malam. Alhasil telapak kaki gue pun melepuh.

But, I love that place. So many stories in there. About us or you.
Share:

Senin, 03 Maret 2014

Si Rindu

Hai. Gue mendapati dada yang mulai terasa sesak malam ini. Entahlah. Karena malam ini, malam terakhir tidur di sini. Di kamar ini. Karena besok gue harus kembali menjadi mahasiswa di Jogja. Mahasiswa tingkat akhir maksudnya.

Bakalan kangen banget sama Abah yang sering bikin ngeselin. Kangen juga sama si endut yang sekarang mulai pubertasi. Kangen juga sama mama yang masih hobi ngomelin abah kalo konyol tingkahnya. Bakalan kangeeeeeen banget banget. Kurang lebih satu bulan ini bakalan jadi obat untuk 6 bulan ke depan. Kita harus, wajib pokoknya kumpul lagi di Jogja tanggal 20 agustus 2014. Harus.

Nah kemudian kangen yang satu lagi juga ikut membumi. Menyeruak. Sampai hujan disudut mata mulai deras. Apa? Harus seperti apa caranya? Cara membayar kerinduan yang entah kapan lagi akan bertemu. Gue mulai erat memeluk bantal seerat pelukan gue yang gue bayangkan *berhubung ga kebagian guling jadinya meluk bantal*. Kemudian berdoalah, mencoba menyampaikan kerinduan kepada pemilik rindu seutuhnya, kepada Sang Pemilik Hati.
Jadi, sesak malam ini di sponsori penuh oleh rindu.
Share: