Minggu, 19 Oktober 2014

Susah loh jadi orang tua

Selamat pagi Indonesia bagian kenangan masa lalu mantan! Anggap saja matahari sedang bersiap melintasi permukaan bumi lengkap dengan lini waktu mantan. Hari ini, gue, gina siap bercerita tentang apa saja yang terjadi hari ini. Gak peduli ada yang baca atau enggal. Kalian tetaplah gue paksa baca, xoxoxo.

Sunday is jendelist day out, as usual we're playing and learning something new with the little angels from Turgo Hill. Kali ini, tidak begitu bertema seperti kurikulum sekolah yang semakin membingungkan itu, loh. We're just playing what you like and what you wanna do. Kami bukan sekolah resmi seperti yang seharusnya mereka dapatkan di usia mereka sekarang. Kami hanya mengajak mereka mengetahui yang tidak pernah sekolah berikan.

Jaral tempat kami piknik, bilang saja piknik karena gue merasa sedang punya anak banyak, menggelar taplak meja di rumput dan hahaha hihihi sana kemari. Ada yang sibuk bermain hp, bukan kami tapi adik-adik yang mulai merasakan masa puber. Sibuk ngusilin orang juga ada, kali ini ga usah dibahas yang satu ini. Tapi ada juga yang sudah melewati batasnya sebagai anak. They're doing something bad. Really really bad thing. Harusnya mereka belum mengenal hal seperti itu, namun memang lingkungan mereka yang mengajarkan hal itu.

indulgy.com
Mulai janggal ketika anak-anak ini begitu semangat diajak naik ke bukit. Menurut gue ini bukan sikap mereka seperti biasanya. Gue yang menanggapinya tentu senang dong, asalkan mereka gak macem-macem di atas bukit nanti. Segerombolan anak ini sibuk mau ke tempat yang lebih jauh dari anak yang lain. Jauh dari pengawasan kami juga. You know what? They're bring some cigarattes. Mereka lulus SD pun belum. Ironis banget. Di saat orang tua biasanya melarang anaknya menyentuh barang itu. Mereka di sana? Khususnya 1 orang anak yang cukup kami tandai, malah diperbolehkan orang tuanya. Menurut orang tua anak ini, kamu mau minta rokok boleh asalkan kamu mau kerja sama bapak. Ngangon kambing, ngambil rumput dan lain-lain. Tawaran yang lain dari biasanya dong, ya kan?

Kemudian apakabar dengan anak-anak di tempat lain? Yang memang pandangan mereka hanyalah lulus SMP atau SMA kemudian merumput seperti bapak dan ibu. Kenapa harus aku punya cita-cita? Mungkin begitu pikiran mereka. Tapi memang sepenuhnya ini bukan kesalahan anak dong? Jelas-jelas orang tua yang kurang bisa mengajari anak serta lingkungan yang berdampak buruk buat anak. Anak seumuran mereka menurut gue lagi bagus-bagusnya untul dicetak. Dicetak baik apakah buruk. Jadi, gue yang sudah ngebet nikah berpikir ulang lagi. Sudah siapkah jadi sekolah pertama bagi anak? Punya apa untuk mengajari anak?

Because a good family, start from a good mother.
Share:

Selasa, 16 September 2014

Rindu

Pinterest

Di minggu kedua perkuliahan, iya gue kuliah lagi, sore ini gue pulang hingga matahari tak sempat pamit pulang. Crowded everywhere. Senja yang sendu berusaha mengusik kerinduan. Ada sepasang suami istri yang sudah lanjut usia sedang menyebrang jalan sambil mendorong motornya yang mogok. Entah sedang semellow apa gue, yang diingat langsung ke mamah dan abah. Begitulah gue memanggil 2 pahlawan gue ini.

Pernah gak sih ngerasa iba dengan orang tua yang sudah lanjut usia, sedang berjalan dengan berusaha menggerakkan kakiknya yang semakin lemah dan mudah lelah. Just imagine that, itu akan terjadi pada kedua orang tua kita nanti, dan pada akhirnya kita sendiri yang mengalami.

Gue yang baru merantau jauh dari mereka cuma baru 3 tahun udah empet-empetan bangeeeet nahan rindu dari jogja ke pangkalanbun. Apa jadinya kalo mereka sakit gak ada yang ngurusin? Apa jadinya kalo mereka kesusahan gak ada yang nolongin? Apa jadinya apa jadinya apa jadinya banyak banget ketakutan gue. Kalian gitu juga gak sih? Gue, jauh dari orang tua selain yang ditakutkan karena ga ada duit buat makan juga takut tidak sempat menemani mereka saat benar-benar mereka harus "pulang".

Rindu.
Share:

Kamis, 11 September 2014

Dreams

Pinterest
Jika sudah bicara masa depan? Secara otomatis banget mimpi gue melambung - lambung bagai bakso baru matang di dalam air mendidih. Have you planned it? Yatta!

Kenapa harus takut untuk membuat mimpi sendiri? Seperti kalimat klise yang sering orang bilang, langkah pertama untuk mewujudkan mimpimu adalah terbangun! How can we make dreams come true without sleeping? Mimpi ini bukan bunga tidur, gurls!

Tuhan memberikan banyak jalan bahkan dengan gang alternatifnya untuk sampai pada mimpi-mimpi umatnya. Kita, manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal sehat dibebaskan memilih mimpinya sendiri. Analoginya, kita sama-sama terbuat dari tanah dan segumpal darah juga. Maka adalah kebebasan untuk memilih dan memiliki mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Don't be afraid to fly away with your dreams. But, the first thing you must to do is awake. Balik lagi ke kalimat tadi.

Banyak yang bilang, jangan ketinggian sih kalo mimpi, nanti ketinggian jatuhnya sakit loh. Tapi ada yang tidak kalah menariknya lagi seseorang bilang, setidaknya jika mimpi kita memang setinggi langit, ketika jatuh kita bisa melihat indahnya bintang di langit itu daripada tidak merasakan sakit sama sekali. Tidak ada tujuan hidup.

Gimana cara gue bisa mempunyai mimpi? Bertemanlah dengan mereka yang memiliki semangat menggapai mimpinya. Sering-seringlah berbagi cerita tentang mimpi-mimpi kalian. Walaupun yang lain merendahkan mimpimu, setidaknya akan ada temanu nanti yang merasa bangga mengenalmu yang berhasil menggapai mimpi itu. Mimpi yang pernah kamu ceritakan kepadanya.
Share:

Selasa, 03 Juni 2014

Menjaga Kehormatan Perempuan

Untuk semua laki-laki, yang kelak akan memiliki seorang perempuan sebagai pendamping semasa hidupnya.

 Sebuah tulisan untuk laki-laki.
Pinterest


Karena saya tahu bagaimana rasanya menjadi laki-laki. Saya menulis ini. Ada satu hal yang mungkin perlu kita (sebagai laki-laki) pahamkan dalam diri kita. Terlepas dari apapun kepercayaan yang kita imani, terlepas dari segala pemahaman hidup kita masing-masing. Sudah menjadi kewajiban laki-laki untuk menjaga kehormatan perempuan. Ini lebih utama daripada sekedar menjaga secara fisik.




Laki-laki dan perempuan diciptakan berbeda dan tidak akan pernah sama. Karena sebagai mana ciptaan Allah yang lain. Semua memiliki peran yang berbeda satu sama lain. Tidak saling tumpang tindih atau menghancurkan, tapi semuanya diciptakan untuk saling melengkapi juga menyeimbangkan. Begitu pula laki-laki dan perempuan.


Dalam agama yang saya imani, ada aturan-aturan dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan. Tujuannya pun untuk menjaga kehormatan, tidak hanya salah satu, tapi keduanya. Terlebih islam sangat memuliakan perempuan. 


Apa yang hendak saya sampaikan ini khususnya untuk laki-laki. Dalam interaksi kita kepada perempuan. Kita harus memiliki sikap yang jelas. Ini penting, karena yang kita hadapi tidak hanya perempuan dalam bentuk fisik, tapi juga dalam bentuk perasaan. 


Ketika kita telah mengutarakan niat baik kita kepada perempuan untuk berproses menuju ke jenjang pernikahan. Itu tidak serta merta membuat kita bebas melewati batas, bebas melanggar norma atau aturan. Karena dimata Allah, sejatinya kita bukan siapa-siapa untuk perempuan ini. Ungkapan perasaan kita bukanlah kalimat ijab kabul. Tidak memiliki kekuatan apa-apa dan sangat berisiko melukai perasaan perempuan tersebut bila kita sebagai laki-laki tidak berkomitmen untuk mewujudkannya.


Bila pun saya berproses nanti. Saya berprinsip untuk tidak menyebut nama perempuan yang saya tuju secara sembarangan kepada orang lain ataupun kepada khalayak. Ini menurut saya penting, bukan soal saya tidak mengakuinya. Tapi ini cara saya untuk melindunginya (juga melindungi saya) dari fitnah. Ataupun dari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di depan. Lindungilah kehormatan perempuan dengan tidak menyebut namanya sembarang. Dengan begitu, sang perempuan akan terjaga baik kehormatan ataupun harga dirinya. Dan perempuan akan lebih percaya kepada laki-laki yang bisa menghormatinya dengan baik, tidak hanya setelah pernikahan, tapi jauh sebelum itu. Seorang ayah pasti marah bila ada laki-laki diluar sana yang dengan sembarang menyebut-nyebut anak perempuannya. 


Rahasiakanlah dengan baik sampai pada waktunya tiba. Meski perempuan memang pada dasarnya ingin diakui, tapi kembalikan pertanyaan itu. Diakui sebagai apa? Allah sendiri belum mengakui, bagaimana seseorang bisa mengklaim dia miliku, atau aku milikmu.


Proses yang baik adalah proses yang melibatkan Allah, tidak hanya dalam wujud doa tapi juga menggunakan apa-apa yang Dia rancang, yang Dia tuntunkan dengan baik. Sepanjang laki-laki dan perempuan bisa menjaga diri, keduanya bisa saling menjaga kehormatan. Maka, Allahlah sejatinya yang akan menjaga keduanya sampai pada waktu yang sudah digariskan keduanya berjalan pada satu jalan yang sama. 


Laki-laki harus punya sikap yang jelas. Dan punya prinsip yang baik. Kata teman saya suatu hari, laki-laki harus bisa mengambil keputusan untuk mengambil jalan mana yang akan ditempuh dan baik kepada perempuan. Sebab perempuan akan selalu lebih bermain perasaannya. 


Godaan terbesar kita sebagai laki-laki adalah perempuan. Maka, berkomunikasilah untuk membuat komitmen agar bisa saling menjaga diri dan menjaga kepercayaan satu sama lain. Bahkan, kesetianmu akan diuji jauh sebelum ia menjadi istri kan?


Selamat menjadi laki-laki.



Rumah, 3 Juni 2014 | (c)kurniawangunadi



Share:

Kamis, 22 Mei 2014

Menjadi inspirasi dan terinspirasi

Minggu lalu, gue diberikan kepercayaan sebagai salah satu panglima yang akan bertemu langsung dengan para prajurit. Senangnya luar biasa, karena pada awal perekrutan panitia bahkan nama gue ga ada di daftar panitia. Kesempatan yang gak ngerti lagi kapan adanya. Berhubung ini tahun terakhir juga buat gue jadi mahasiswa UGM, makanya bersyukur luar biasa sekali. Selain itu, kesempatan menjadi salah satu panglima yang membimbing para prajurit banyak banget yang minat.

Selama 3 hari, gue menjadi panglima di LALC 2014 ini begitu banyak pelajarannya. Karena kepanitiaan yang satu ini beda dari biasanya. Dimana setiap sesi itu terdapat panitia yang berbeda, gak pake seksi konsumsi atau seksi PDD segala. Semua bisa merasakan hal yang sama, bisa jadi gue di tempatkan jadi konsumsi pada sesi pertama, kemudian di sesi berikutnya gue bisa menjadi seorang LO ataupun co-trainer. Panitia yang super fleksibel banget, karena inisiatiflah yang bisa bikin acara ini berjalan.

Salah satu yang mengesankan adalah mereka para prajurit bisa mengingat nama gue, walaupun dengan cara membuli gue. Karena disetiap kejadian dan event, guelah yang selalu mengingat orang bukan sebaliknya hahahaha. Setidaknya mereka mengenal gue dengan suara parau ini. Mereka yang selalu bersemangat setiap diberi tantangan, mereka yang selalu bertanya dan berkomentar disetiap cerita. Bahkan waktu 7 menit untuk setiap orang menceritakan pengalamannya pun begitu kurang saking banyaknya yang ingin mereka bagi. Gue tentunya merasa senang menjadi salah satu panglima yang bisa mendengarkan 9 prajurit bercerita pengalamannya.

Selain itu, bisa bekerja sama dengan orang - orang hebat salah satu keuntungannya. Dulu, gue hanyalah peserta yang mendengarkan beliau menyampaikan materi saja. Sekarang, gue bisa berkoordinasi dan bahkan guyon dengan beliau-beliau ini. Para Jendral, panggilan untuk para trainernya. Empat orang psikolog yang jam terbangnya sudah deras seperti air terjun. Bisa bekerja sama dengan 15 panglima pun adalah salah satu pengalaman yang luar biasa. Karena orang-orang terpilih ini benar-benar sibuknya luar biasa untuk diajak rapat.

Kemudian, saat gue rapat evaluasi 3 hari setelah pelaksanan. Salah satu jendral memberikan masukan untuk setiap panglima. Disitu gue seneng banget, karena bisa diberikan masukan oleh beliau mungkin agak susah halnya bila gue bukan salah satu panglima. Beliau bilang, "untuk Gina, saat kamu bisa menjaga orang yang sakit padahal kamu mau banget kembali ke camp dan nonton malam ekspresi. Tapi kamu tetap menjaga mereka yang sakit di wisma, artinya kamu menerima dan bisa menjaga amanah".

Huaaaaah pokoknya entah disitu gue merasa jadi co trainer yang sekaligus juga jadi orang yang diberikan training. Seneng banget bisa jadi LO sekaligus co-trainer dari mantan rektor UGM periode 2007-2012, Bapak Sudjarwadi. Bisa diberi masukan gratis oleh para psikolog-psikolog hebat. Bisa jadi salah satu nominasi panitia ter-inspirasi dan terheboh pun udah seneng banget. Ditambah gue dinyatakan sebagai panitia ter-baca nominasi karena saking hebohnya gue saat menjadi pembaca nominasi. 
pinterest

Salam Berkarakter, Berbagi dan Menginspirasi!
Share:

Senin, 28 April 2014

Nonton Jathilan

Pagi yang cerah untuk masa depan yang cerah bersama Komunitas Jendela. Komunitas yang ga ada matinya untuk menempuh puluhan kilometer demi menuju benih-benih pemimpin bangsa. Demi terus memupuk senang membaca buku. Demi menyiram benih- benih pemimpin bangsa dengan berjuta kasih sayang dan semangat. Kali ini, gue mendapat giliran sebagai penanggung jawab tema sains dan teknologi. Ciyaaat!

Kegiatannya beda kaya bisanya, yang biasanya indoor sekarang outdoor. Bentuk workshop dan penyampaian materi juga gue bikin jadi beda dari biasanya. Tapi gue bukan mau cerita tentang kegiatannya nih, tapi pengalaman gue untuk pertama kali menonton sebuah pertunjukan tradisional. Sebenernya, pertunjukan ini untuk masyarakat sunda sudah tidak asing lagi. Dalam rangka syukuran atau  ada yang khitanan biasanya mereka mengundang hiburan ini. Tapi apa ini hiburan ? Well, here we go!

Salah satu anak ada yang ngajakin jendelist,
"Mbak, ayoo mbak nanti nonton Jathilan di relokasi".
"Apa itu jathilan?" tanya gue polos.
Pinterest
"Itu loh gin kayak kuda lumping gitu, tar ada yang kesurupan gitu gitu deh", jawab salah satu jendelist.

Oh, jadi kalo istilah sunda itu mereka mau nonton Benjang. Ada yang nari-nari eh lama-lama ada yang kesurupan. Mereka antusias banget, se-antusias gue jadi panitia LALC *cie gitu*. Akhirnya jadilah para jendelist ini mengabulkan permintaan adek-adeknya buat nonton Jathilan. Geratis. Sampek sana, baru mulai musiknya. Mulai manggilnya ? Loh manggil apa?

Jadi konon katanya, kalo ada yang nonton Jathilan ini, pemainnya kesurupan bisa jadi penontonnya pun kesurupan. Dyaaar! langsung pucet dan berusaha mikirin Karjo daripada kesurupan. Memang itu lebih menyenangkan. Ywd c. Waktu gue sampe di depan tempat pertunjukkan, ada beberapa orang lagi duduk tertunduk diantara kuda-kuda lumpingnya sambil menyalakan menyan. You know menyan, yang dibakar mengeluarkan bau yang menyengat. Kata orang itu cara untuk memanggil manggil ruhnya. Mana langit mulai mendung, tapi untung ada bakso tusuk yang cukup mengalihkan perhatian gue. Sejujurnya menyan itu wangi sih, cuma agak horor aja baunya. 

Selesai nih mereka duduk dan tunduk bersama kuda lumpingnya. Mulai itu nyobain cambuknya kenceng banget. Ada yang kasian bapaknya udah keren tapi cambuknya nyangkut mulu ke atas ada tenda gitu. Habis itu gue ngeliat pada disuapin kembang melati orang-orangnya. Gak lama, ada deh bocah-bocah ganteng keluar dengan kostum tarinya itu. Nah setelah mereka nari cukup lama, ada kaya pawangnya gitu sambil bawa cambuk ke arena mereka nari. Jadilah anak anak kecil ini ada yang pingsan. Gak tau itu pingsan beneran apa gimana. Yang jelas berakting kesurupan. sebenernya, puncak acaranya kalo orang dewasa yang nari dan kesurupan. Soalnya mereka bisa sampe makan kaca, buka kelapa pakek gigi doang. Sayangnya awan kelabu mulai menggelayuti siang hari itu. Jadi bubarlah kita sebelum klimaks pertunjukkannya.

Yang gue bikin takjub itu bukan sama pertunjukkannya sih. Tapi karena kemauan anak anak yang seneng bisa liat pertunjukkan tradisional. Gue aja, dinyanyiin lengser wengi antara ngantuk sama takut yang ada. Beda sama mereka yang antusias banget pengen liat pertunjukkannya yang padahal cukup jauh dari rumah.
Share:

Minggu, 20 April 2014

Turgo yang dihujani abu

pinterest
Seperti minggu-minggu sebelumnya, gue dan Jendelist lainnya menempuh belasan mungkin hampir puluhan kilometer hanya untuk bertemu penyemangat kita. Adik-adik Turgo. Pagi sekitar jam 07.15 , gue yang posisinya masih leyeh-leyeh di kamar Mbak Mika, langsung kaget denger kabar kalo Gunung Merapi yang ganteng dan gagah itu lagi batuk. Kemudian apakabar adik-adikku sayang yang di lereng Merapi ? Jadilah, kami memutuskan untuk tetap naik ke Turgo dengan membawa masker untuk adik-adik Turgo. 

Iya, jadi ada hujan abu sekitar jam 6 pagi gitu, dan memang saat gue berangkat kesana jam 08.00 pagi masih hujan abu. Jalanan menuju Turgo mulai memutih, tapi emang tidak setebal 2010 dan Kelud kemarin. Yang jelas, gue masih bisa ngebut karena jarak pandang masih aman. Sesampainya disana, memang sesuai yang gue pikirkan. Gak ada satupun adik-adik Turgo yang datang ke tempat biasa kita belajar. Sebenarnya materi hari ini sangat menarik sekali, tapi apa mau dikata daripada bahaya jadi mungkin mereka ga keluar rumah. kemudian Mas Boy, langsung menginstruksikan untuk jendelistnya berkunjung ke rumah Ketua RT. Ada 4  RT di Turgo. Gue kebagian RT 1 lagi bareng Leila, Agustin, Adi sama Mbak Resti.

Yang penting ada orang yang bisa bahasa Jawa mah aman nih. Setelah kita ngobrol-ngobrol dan ngunjungin rumahnya Linda. Ternyata di Turgo ini hujannya bukan cuma abu, bahkan dengan pasir. How scary! Suara di atas atap pasti nyeremin, sampek ada adik kecil namanya Eris bilang. 
Arum : "Mbak Eris ki nangis loh tadi"
Gue : "Lah ngopo kok nangis?"
Eris : "Wedi aku mbak"
Dia sampek nangis saking takutnya denger suara atap rumahnya dan juga katanya ada suara gemuruh. Adik-adik yang lain bagaimana? Mereka ternyata sedang mengikuti lomba di UII. Syukurlah kalo trnyata mereka gak kenapa-napa. Salah satu tantangan kami sebagai jendelist yang memilih lokasi di dekat Gunung Merapi ini adalah kita gak pernah tau kapan Merapi akan bereaksi. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sama Si Merapi yang pernah berhembus cukup panjang di tahun 2010 ini. Semoga kami, adik-adik kami dan keluarganya selalu dan tetap diberi perlindungan oleh Allah. Amin
Share:

Kamis, 10 April 2014

Dear, you. All of You.

Karena waktu memiliki hak yang semena-mena, kitalah yang harus bisa mengikuti, mengerti dan mengejar. Waktu. Kini ia sedang membuat kami kelimpungan dengan deadline. Ya. Kami para calon-calon lulusan diploma 3. 

Teruntuk sahabat gila gue. Gue ini entah temen yang udah sejauh mana kenal dengan kalian semua. Tahun ini, kita berempat, teteh, ruji, vida, gue. Kita sama-sama punya deadline yang sama. Wisuda agustus. MUngkin untuk pendadaran kita punya target yang beda. Ternyata kita udah selama ini ya temenan. Ada yang dari awal kita masuk udah deket. Ada yang pertengahan semester kita baru deket. Mau dari kapanpun kita deket, lo semua ya temen gue.

Gue, Lugina. Bahkan ga ngerti sama apa yang kalian kerjakan untuk bisa menjadi seorang lulusan Diploma. Apa yang kalian bikin, apa yang kalian pelajari, gue ga tau itu apa. Gue cuma tau, ruji magang. Teteh sama vida bikin alat pake sensor. Ternyata kuliah gue selama ini ga bisa bantuin kalian sama sekali. Karena gue sendiri pun kewalahan menyelesaikan tugas akhir gue. Gue sibuk asik sendiri, sibuk semangat sendiri, sibuk dengan dunia gue sendiri. Gue lupa. Gue bahkan ga tau gimana caranya bantuin kalian biar kita sama - sama wisuda bulan Agustus nanti.

Dear, my awesome friends. Maafkan gue yang gak tau seberapa sulitnya masalah yang kalian hadapin. Karena memang gue ga ngerasain itu. Atau mungkin memang gue yang terlalu menganggap itu terlalu enteng. Maaf ya maaf yaa *gaya ehan*. Gue yakin sama kalian, temen-temen gue yang bisa hidup sampai sekarang ini pernah mengalami hal yang terberat di hidupnya. Lebih berat dari membuat alat tugas akhir mungkin. Karena gue tau kalian, adalah gadis - gadis yang kuat, kuat hatinya, kuat badannya, kuat mentalnya. Dan 1 hal yang bisa bikin kalian menjadi orang sekuat itu adalah karena selalu ada doa dari orang tua kalian. Dan tentunya adanya Allah Sang Maha Memberi pertolongan yang bahkan jaraknya lebih dekat dari urat nadi kita sendiri.

Gue sering takut. Takut gue ga bisa lulus tepat waktu. Takut alat gue gagal. Takut pendadaran gue diabisin dosen. Banyak banget gue takutnya. Tapi karena gue takutnya bareng-bareng sama kalian, jadilah gue harus bisa mengerti waktu, mengejar waktu dan menjalani waktu. Jadi, kalo diantara kita yang bahkan untuk melangkah dan memilih jalan pun takut. Pastilah kita akan ada di titik yang itu - itu aja. Stuck.

Terakhir, entah atas dasar apa gue menulis ini. Tapi yang pasti, gue sayang kalian. Gue gak tau gimana caranya untuk bisa cerita sepanjang ini sama kalian. percaya ga gue nulis ini sambil nangis gitu? Karena gue ngerasa gue temen yang ga bisa apa-apa buat kalian. Seperti yang gue tulis di grup WA. Gue ga bisa ngasih solusi yang solutif buat tugas akhir kalian, karena gue pun gak tau apa-apa. Gue cuma bisa ngasih kalian doa dan semangat. Bahkan kalo kalian rasa kata "semangat" dari gue itu gak ngaruh apa-apa, izinkanlah doa - doa yang menyelimuti langkah kesuksesan kalian.
Share:

Senin, 07 April 2014

Body Language

Pinterest
Ini ceritanya waktu gue ke Turgo minggu lalu, lalunya lagi. Apa ya namanya kalo lusa tapi lusanya itu kemaren gitu? Ya udah sih ya. Jadi tema untuk hari itu adalah Anjang sana. Dimana kegiatan ga diadin di ruangan yang biasa kita pake bareng-bareng. Tapi anak - anak dibagi kelompoknya berdasarkan rumahnya. Masuk RT 1, RT 2 RT 3 atau RT 4. Nah gue mendapat tanggung jawab sebagai koordinator di RT 1, RT yang paling deket dengan tempat biasanya kita punya kegiatan. Cerdas!

Hari itu, anak anak dibebaskan memilih buku yang di sukai. Tapi dilihat juga tergantung kelas dan usianya. Di RT 1 ini kita nongki-nongki di teras rumahnya Si Alip jagoan cilik yang seneng banget gangguin kakak-kakaknya kalo lagi baca. Ikut sibuk juga padahal belum bisa baca. Selesai mereka baca, ada 1 evaluasi dari jendelist buat adik-adik Turgo. Biar mereka bener-bener mau baca buku ceritanya kita bikin tantangan dalam bentuk games. Kita hompimpah alaihum gambreng gitu deh, terus yang beda sendiri dia yang harus menceritakan ulang apa yang dia baca. Kemudian yang lain harus dengerin, soalnya nanti ditanyain lagi harus tau apa yang udah diceritain temennya. Oke kita mulai.

Dimulai oleh adik Tia yang kalem, beda jauh sama mbaknya yang bikin ini posting. Tia dapet buku tentang ilmu pengetahuan umum. Tia membacakan kembali apa yang udah dia baca yaitu tentang lapisan - lapisan bumi. Semua pada masang telinga dan wajah merhatiin soalnya takut gak bisa jawab kalo ditanya sama Madam Mika Margareta. Karena ternyata yang dibahas agak rumit untuk mereka, karena range kelas mereka itu sekitar kelas 3 SD kebawah, ada sih yang kelas 6. Jadinya Mbak Mika bacain ulang lagi, biar anak-anak ngerti tentang lapisan bumi.

Satu persatu anak-anak makin berguguran di medan perang. Pada syusah lidahnya waktu mau jawab lapisan yang akhirannya -fer -fer , kelefer. Ada satu pertanyaan yang mbak Mika kasih buat mereka. Disuruh mengurutkan lapisan bumi tapi dari bagian yang terdalam. 

Mbak Mika : Sebutkan lapisan bumi dari bagian yang terdalam?
Anak-anak : ....................
Gue : *nyengir*
Mbak Mika : Dari inti bumi, terus ?
Anak-anak : hmmmmm anu, itu, hmm...
Gue : *nunjuk nunjuk ke jaket yang ada di leher gue*
Gina : Jaket!

Dyaaar! ternyata gue salah memberikan kode! Yang gue maksud itu mantel bumi, bukan jaket bumi. Ketawalah semua denger si Gina jawab dengan polosnya kalo lapisan kedua itu jaket bumi. Hah, gue merasa gagal jadi peraga bahasa. Body Language gue ternyata tidak ada apa-apanya dibanding sebutir debu.
Share:

Minggu, 06 April 2014

Kromo, Ujian Bahasa Dadakan

Agak bingung sama judulnya? Gimana ceritanya gue mengunjungi kehidupan gue sendiri ya. Tapi ini bukan gue, yang dimaksud disini adalah, Gina (gue) yang berkunjung ke kehidupan Gina si kecil dari desa Turgo.

Minggu pagi, seperti biasa gue dan jendelist (panggilan buat relawan Komunitas Jendela) berbagi dengan adik-adik Turgo. Entah Turgo itu kakinya merapi atau siapanya merapi ya. Yang jelas, awal gue kesana itu ngerasa ga ada banget ujung jalannya. Pagi itu gue sampek duluan ke  Turgo sama Leila buat ngambil kunci ruangan yang biasa kita pake. Karena masih sepi anak-anaknya, gue mencoba menjemput ke rumah salah satu adik yang namanya sama kaya gue. Cuma imutan dia dari gue. Iyasih.

Sampek sana, gue ketok nih pintu rumah sambil ngucapin salam. Ada jawaban tapi dari sebelah rumahnya Gina. Gue pikir, memang Gina masih tidur di rumah yang sebelah itu, karena kemaren bilangnya kalo tidur di rumah sebelah. Disinilah ada tantangan gue sebagai pengembara di Kota Yogyakarta. Apa itu ? Have a chit chat using Kromo. You know ya everybody, adalah tantangan untuk berbicara dengan orang yang gak bisa bahasa Indonesia dan dia terus menggunakan bahasa Jawa Kromo. Ditambah yang mengajak gue ngobrol  ini adalah seorang eyang yang sudah begitu rapuh tulangnya, habis giginya. Jadi dia adalah eyangnya Gina. Dimulailah ujian bahasa Kromo ini.

Mbah : Oh.. Mbak! bcdsuagf8363hdfknfjasb58duiaiwowdnka *karena gue ga ngerti sama sekali artinya dan ga inget Mbah bilang apa ke gue*
Gue : Oh uhun mbah, eh Nggeh mbah kulo ........ mau cari Gina, Mbah. Gina nya ada?
Sekian, oke akhirnya gue jujur sama Mbah kalo gue ga bisa bahasa Jawa dan lumayan ngerti sedikit bahasa Jawa. Mbah mungkin gak bisa juga bahasa Indonesia jadinya nggeh nggeh aja. Niatnya mau lanjut jemput yang lain, Mbah maksa gue buat makan semacam comro yang terbuat dari singkong. Kemudian Mbah ini ngambilin gelas, gue jadi ngerasa ngerepotin. Gue pun mencoba bahasa Jawa lagi.
Gue : Aduh mbah, mboten nopo-nopo *sambil ngambil gelas di tangannya mbah* 
Mbah bales gue dengan bahasa Kromo lagi yang gue juga ga ngerti apa. Gue malah mau dibuatin teh manis, gue tolak lagi. Gue minta air putih aja jadinya. Setelah itu Mbah mulai meracik sepah-an dia yang terbuat dari daun sirih, kapur dan lain-lain. Sambil gue ajak ngobrol, kemudian mbah menanyakan 1 hal tentang gue. Ini gak sulit cuma agak rumit.

Mbah : bla bla bla jeneng ?
Gue : ha? nopo mbah? Jeneng? Nama? atau Asal?
Mbah : *sambil bingung* Jeneng?
Gue : oh, kulo Gina Mbah.
Mbah : *masih bingung*
Gue : Nggeh mah, kulo Gina.
Dor! Mbahnya pun baru ngerti kalo nama gue juga Gina. Akhirnya Tuhan, kau mempertemukanku pada satu titik dengan mbah. Gue pun penasaran Mbah berapa umurnya. Ternyata pemirsa dan setanah air, Mbahnya Gina berumur 100 tahun. Subhanallah. Gue langsung berasa mau nangis disitu karena fisiknya dan kemampuannya tidak menggambarkan 100 tahun hidupnya. Mbah cerita kalo dia masih bisa nyangkul, ngasih makan 4 ekor kambingnya. Karena memang gue liat mbah itu masih seger banget badannya deh. Dan rasanya cukup kaget aja, gue mahasiswi yang masih gadis berumur 21 tahun lagi berbicara dengan yang dulunya juga sorang gadis berumur 100 tahun. 79 tahun yang lalu, Mbah ini seumuran gue loh! How amazing!

Tiba saatnya gue mau pamit tapi bingung gimana bilangnya. Akhirnya gue pake bahasa Indonesia aja. Kemudian mbah malah maksa gue biar habisin makannya, disitu ada 5 buah comro lagi. Wuaduh, gue tau ini pasti kaya gini. Soalnya kalo orang Jawa nawarin makan atau minum pasti sedikit maksa. Gue bilang aja acara di PAUD udah mau dimulai. Mbahnya gatau ngomong apa, nadanya kaya gitu. Setangkepnya otak gue adalah. "Haduh mbak udah sih mampir dulu aja kok buru-buru banget". Gitu. Kurang lebih.

Selesailah gue dengan tantangan bahasa Kromo! Jadi semakin termotivasi biar bisa bahasa jawa kromo, biar bisa tau cerita mbahnya sejak jaman dulu.
Share:

Yang Hilang Sewaktu-Waktu

Pinterest
Karena aku mencintai yang sewaktu-waktu pergi, yang sewaktu-waktu diambil. Aku belajar bagaimana caranya melepaskan. Aku belajar bagaimana menyikapi kepergian.

Aku belajar mengosongkan diri dari apapun yang memenuhi. Hingga setiap ruang dalam hati terasa lebih lapang dari biasanya. Lalu mengisinya lagi dengan lebih tertata dan bijaksana.

Karena aku mencintai yang sewaktu-waktu mati, yang sewaktu-waktu harus hilang. Aku belajar tentang kesendirian. Betapa hidup dalam diri sendiri begitu meresahkan.

Aku belajar bagaimana membuat hari-hari terasa lebih lapang. Selalu siap dengan kehilangan. Selalu siap dengan kepergian. Sebab aku, sejatinya, tidak pernah memiliki apa-apa. Tuhan hanya menitipkanmu untuk aku cintai.

Aku khawatir bila aku mencintaimu tidak dengan petunjuk-Nya. Aku takut ketika mencintaimu justru mengundang murka-Nya. Aku sudah berusaha sebaik-baiknya menjaga diri.

reblog from Kurniawan Gunadi
Share:

Kamis, 27 Maret 2014

Maukah Kau Menunggu ?

Pinterest
Matahari pagi selalu sama, perasaan kita tidak. Seperti langit yang berubah sewaktu-waktu. Tidak seperti air yang mengalir. Lebih seperti jalan yang terjal naik turun bergelombang.

Detik berdetik dalam jarak yang sama, perasaan kita tidak. Resah melihat waktu yang terus bergerak semantara diantara kita tidak pernah terjadi pengakuan. Tatap mata bertemu, senyum malu-malu, pura-pura menghindar. Pura-pura bertanya kabar. Merah merona ketika nama terucap.

Aku tahu diantara kita saling menjaga diri. Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu. Tidak lebih dari itu. Sebab diantara kita bukanlah siapa-siapa. Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi saling memiliki kan?

Sebab setiap perasaan memerlukan tindakan. Dan tindakan itu haruslah bertujuan. Bila aku menujumu, ingatkan aku untuk berpaling kepada Tuhan lewat matamu. Bertanyalah kabar tentang ibadahku. 

Diantara kita tercipta samudera. Meski pada kenyataannya kita bertemu dan saling sapa setiap hari. Berada dalam satu tempat yang sama. Jarak yang akan hilang dengan beberapa ikrar kata. Dan waktu, seperti kita tahu, tidak pernah bisa diajak berkompromi. Diantara kita tetap diam saja. Aku ingin mengatakan sesuatu tapi malu. Aku malu mengatakannya; maukah kau menungguku?



(c)kurniawangunadi | Bandung, 27 Maret 2014
source : http://kurniawangunadi.tumblr.com/
Share:

What should I do for you ?

Ada sedikit cerita yang mau gue bagi minggu ini. Dan ini baru terasa setelah gue dan dia berada di satu kota, satu ikatan darah tapi bahkan untuk bertemu pun untuk apa. Orang bilang, wajar kalo kalian berantem dari dulu emang kaya gitu sejarahnya. Bahkan gue belum pernah yang namanya rebutan barang sampe gak mau ketemu. Enggak pernah. Biasa aja. Saking biasanya sampek kalo ketemu ya biasa aja. Normalnya, orang yang bertemu dengan saudaranya akan menanyakan kabar, atau gimana sih seharusnya ? Gue sampe gatau harus kaya gimana jadi adik yang benar. Fiyuh...

Berantem ya adalah, cuma paling sering gue aja yang kena marah dia gitu, kena sinis dia. Jadinya biasa aja. Tapi kali ini, mulai kerasa gue gak mau diperlakukan tidak sebagai adik. Nah kek mana ? Sedih aja rasanya ada yang lebih cepat dapat info kakak gue. Well, dia memang lagi ga jomblo tapi ga pacaran juga. Intinya gue gak tau ya? Iya. Tapi, gini ceritanya. Pagi - pagi gue dikabarin sama sebelah kamar kos gue. Dia emang deket sama kakak gue, udah kaya adeknya juga. Dia bilang, kakak gue kakinya keseleo, minta dipijat. Dan Kakak gue bbm temen sebelah kamar gue ini sekitar jam 5 pagi. Kaget dong gue sebagai adek yang normal, sekaligus sedih juga nih. Kenapa ?

Karena gue merasa gagal jadi adik yang baik. Gue merasa gue tidak dipercaya aja. Karena dia lebih memilih temen sebelah kamar gue untuk dimintai tolong. Memang terkadang gue males kalo dimintain tolong sama kakak gue. Tapi masa iya kalo dia sakit ga gue tolongin? adik macem apa dong? Iyalah. Selain itu juga gue sering banget sakit, dan cuma dia yang nolongin gue. Walaupun kadang nolongnya setelah dia dikabarin atau disuruh sama Mamah atau Abah. Tapi kan akhirnya tetep nolongin. Lah gue? dapet kabar aja dari orang lain. Sedihnya.

Apa sih ya menurut orang ini hal sepele banget. Yaudah sih tinggal gue nolongin dia. Tapi gak gitu. Gue sama kakak gue selama ini memang selalu bersikap sama sama dingin. Ejek - ejekan aja ....... Tau deh. Karena emang lebih banyak keselnya daripada pengen ngejeknya. But, the point is I want you to real My Brother. Bukan karena kita sedarah aja. Gue juga pengen jadi beneran adeknya. Yang kadang bikin kesel (sering itu mah), yang minta tolong yang nolongin kakaknya juga. Bisa gak sih ? bisa gak ya ?

Karena, gue sudah berhasil melebur bersama 1 Es, sebut aja itu Mamah gue. Dan orang kedua seperti Es itu ya Kakak gue ini. So, what should I do for you ?
Share:

Minggu, 23 Maret 2014

3 Huruf yang penuh harapan

Hai, I hope great day always comes to my life. Amin. Salah satunya adalah bisa menulis sepagi ini, dengan kondisi badan dan fikiran yang suegeerrrr. Bosen kan kalo nulis cuma malem-malem? Memang sih banyak insiprasinya, tapi di pagi hari juga gak kalah asiknya buat menulis. Senin pagi ini sambil gue nungguin cucian yang lagi di rendam biar rada wangian dikit. Ciye banget gitu gue judulnya rada puitis ya, 3 huruf tapi isinya begitu banyak harapan manusia. Apa coba ?
Do'a
weheartit
DIbalik kata Do'a itu memang menyimpan banyak harapan dan keinginan kan. DI setiap habis solat malam, gue selalu membuat cara doa ini anti mainstream. Tapi ya tetap dengan ajaran islam. Gue selalu mencoba untuk berdoa seperti orang yang seang tsurhat gitu. Karena di sepertiga malam itu, rasanya cuma ada gue dan Tuhan aja. Jadi bayangpun gimana seneng dan asiknya bisa bercerita banyak dengan Sang Maha Kuasa. Karena terkadang ada beberapa do'a yang ga bisa gue lafalkan dengan bahasa arab. Ya mungkin karena gue pada dasarnya belum belajar aja.

Eh tapi tapi ya, pada pernah ngerasain belum sih kekuatan dari sebuah do'a ? Kalo ditanya gitu, jelas pernah. Kamu, bisa sehat seperti sekarang dan bisa kuliah kaya gitu kalo bukan dari do'a apalagi dong ? Iyalah, itu do'a orang tua.

*ini serius ya* Sejak gue sudah mencoba solat malam, memang ada kenikmatan quality time untuk berdoa. Biasanya gue hanya sibuk dan terburu-buru dengan masalah duniawi terus, lupa sama yang sudah ngasih jalan selama hidup di dunia. Do'a memang perantara antara keinginan dan kehendak Allah. Dulu gue sempat mengacuhkan berdo'a. Untuk apa ? emang yakin dikabulkan? ngapain doa? Dan seketika Allah dengan kekuatannya mencubit kecil gue. 

Ternyata, apa yang kita minta memang belum tentu adalah yang terbaik buat hidup kita. Yang Maha Mengetahui memang lebih tau mana yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Klise. Tapi terkadang masih banyak yang susah mengerti kalimat barusan. Berdo'alah dengan caramu sendiri kepada Allah. Dengan begitu, apapun keputusan Allah pasti kita tau jawabannya. Dan hanya Tuhanmu yang pantas untuk dimintai bantuan dan pertolongan. Bahkan dimintai kebahagiaan pun, jika Dia mengijinkan, terjadilah.

Jadi, masih gak yakin sama do'a - do'a yang kamu ucapkan setiap harinya ?
Share:

Karena Aku Mencintaimu

Holla! sebenarnya gue sedikit penasaran dengan puisi yang satu ini. Yang gue tau ada membuat sebuah note di akun jejaring sosialmu. Dan itu terlihat begitu lampau karena dari cara pengetikan masih masa-masa remaja dulu. Tapi, memang kalo dibaca berulang, ingin sekali rasanya ada yang memperlakukan gue persis seperti di puisi ini. Karena pada dasarnya cinta dari Sang Pencipta, dan seharusnya tidak ada yang bisa kita lakukan dengan lawan jenis yang kita sayangi sebelum ijab sah itu ada *ahzeeeeg. Jadi, gini nih isi puisinya ...
Pinterest

Karena Aku Mencintaimu 
Wahai Ukhti…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….
Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

Amin Ya Rabb.
Share:

Selasa, 18 Maret 2014

The Amazing of Tahajud.

source
Alhamdulillah, gue masih bisa posting dengan kesepuluh jari ini. Rabu siang ini, berhubung lagi kosong jadwal ngassdos, dan lagi puyeng sama data sheet jadinya iseng aja mau berbagi cerita nih. Kali ini ceritanya tentang hikmah salat tahajud. Huehehe gak biasanya banget kan gue ini bahas sesuatu yang jelas. Semoga kali ini, mudah dibaca dan agak jelas untuk dimengerti. Rasanya skill bercerita gue agak mulai melemah nih.

Jadi, 8-9 maret lalu, gue dan temen sekelas pergi ke Pantai Pok Tunggal di Gunung kidul yang ceritanya itu sebagai farewell anak TE. Singkat cerita deh, gue takutnya gagal fokus nanti ceritanya, padahal lagi berusaha untuk bercerita dengan jelas huehehe. Ada 1moment setelah games, dimana kita semua cerita tentang apapun yang mau dibagi di depan anak-anak. Ceritakanlah apa yang perlu diceritakan aja, gak harus semua rahasia. Jadilah terbongkar semua apa yang sering menjadi bahan suudzon-an anak-anak selama ini. Gue pun termasuk orang yang sering melakukan ghibah dan bersuudzon sama 3 temen ini. Ternyata setelah cerita-cerita, sebut aja dia Fikha, yang sering kita omongin dan suudzonin ini. Dia orang yang rajin solat Dhuha dan Tahajud. Subhanallah kan? Kemudian Fikha mulai ngajakin gue buat bangun di sepertiga malam buat solat Tahajud juga. Dulu, dia ngerasa sedih banget waktu tau dia di gosipin orang banyak. Di dalam setiap solatnya, khususnya solat tahajud, dia selalu doain kita. Padahal rasanya kelakuan gue dan temen-temen udah ga layak dibalas dengan doa yang baik-baik. Permintaan Fikha terkabul, Allah ngasih waktu untuk dia mengklarifikasi semuanya yang selama ini kita sering umpatkan. Allah memang sayang sama umatNya yang bersabar dan taat.

Akhirnya, Allah membukakan hati gue dan temen-temen. Sekarang, setelah makrab ada rasa lega karena gue sudah tau ceritanya seperti apa dan berhenti untuk menggunjing. Jujur aja, hubungan gue dan fikha sebelum makrab bisa terbilang cukup berjarak. Tapi, berkat doa Fikha di setiap malam, rasanya ada pembuka hati gue aja gitu biar gak gitu lagi sama dia. Bahkan, Fikha sampe sering bangunin gue untuk solat malam.

Lain ceritanya dengan gue. Gue mencoba istiqomah dengan salat tahajud dan dhuha. Kemudian di suatu hari, gue bener-bener lagi seret gak punya duit buat bayar makrab Jendela. Ada sih, tapi nanti gak ada buat ongkosnya jadi sama aja. Seret banget dan ga berani minta lagi ke orang tua karena gue pikir gue terlalu cepat mintanya. Oke, jadi gue tahan dulu, jadinya gue belum minta sama orang tua. Waktu iu, hari Kamis gue udah kebingungan nyari pasokan dana, ga mau minjem juga. Plum! Ada bbm dari temen gue, yang bilang kalo honor co-trainner bulan september lalu sudah bisa diambil. Antara seneng sama bingung. Karna ada 1 hal yang agak ngeraguin gue, gue dapet apa enggak honornya itu. Nah Jumatnya, setelah gue konfirmasi akhirnya gue berhak dapet juga honor itu. Alhamdulillahnya sampek berkali - kali deh. Malamnya sebelum jumat itu, gue selesai solat tahajud sampek berdoa. Ya Allah jika memang uang itu rezekiku, mudahkanlah aku memperolehnya. Dan kun fayakun, Allah ngasih rezeki itu buat gue dan gue ga jadi minta lagi ke orang tua dan tentunya gue gak minjem juga ke orang lain.

Nah, jadi hikmahnya luar biasa buanyak banget loh dari solat Tahajud. Karena di sepertiga malam itulah, pintu doa dibuka dan InsyaAllah terkabul. Tapi jangan sampai kita melakukan Tahajud karena ingin kebahagiaan di duniawi aja loh. Tapi harus berusaha ikhlas karena Allah. Jadinya, gue kalo gak solat 1 malem aja rasanya kesel banget. Ada yang hilang. Gak lebay sih, tapi emang gitu loh rasanya. Sengantuk dan secapek apapun kamu, akan selalu ada waktunya kamu bersama Allah.
Selamat mencoba !
Share:

Senin, 10 Maret 2014

My Superb Trip!

Sunset Pantai Pok Tunggal
Ada yang kita nantikan bersama, Liburan. Liburan kali ini ke Panti Pok Tunggal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dan kali ini gue bersama teman sekelas, anak-anak konsentrasi elektronika. Jam 13.00 meluncurlah Squad of Electronics dari kampus ke Pantai Pok tunggal, kuran lebih 2 jam jarak tempuhnya. Pantai di daerah gunung kidul ini gak kaya pantai biasanya jalan yang kita tempuh. Jalannya lebih mirip kaya masuk ke daerah pegunungan. Karena letak pantainya ada di belakang bukit, jadi jalannya pun berliku-liku. Sesampainya di Pok Tunggal, yang ditunggu - tunggu dateng juga. Matahari terbenam. Bisa menyaksikan matahari benar-bnar tenggelam itu rasanya nggalauin bangets, hahaha. Sambil nunggu sunset, tetep dong gak mau kalah sama mas Brad pitt sama Angelina Jollie. Selfie dulu pinggir pantai, mumpung surut juga air lautnya. Dan FYI aja, pantai yang satu ini kalo lagi surut batu karangnya keliatan banget sama ikan-ikan kecil, bulu babi sama bintang lautnya juga.
Selfie everywhere
Karena kami tidak mau ketinggalan dengan trend yang kekinian. Jadi pinggir pantai pun harus selfie. Baru deh abis magrib mulai tenda di bangun, ada 4 tenda dom yang kita pakek, 2 tenda cewek dan 2 tenda cowok. Udah siap juga spot buat bakar-bakaran, yaa bakar apa kek, bakar kenangan. Sesinya setelah solat Isya nih, ada bakar-bakar ikan. Kita beli Ikan tuna, tebel tebel gitu dagingnya. Udah gak terkendali banget kalo nemu makanan. Crowded ditambah gelap-gelapan sama kencengnya suara deburan ombak.
aaa mahasiswa tingkat akhir
Yang paling ditunggu ya api unggun. Dimana gue sudah punya cadangan games, tapi ya gitu udah direncanain mah tetep aja gak sesuai. Akhirnya di sesi malem itu suasana yang cocok buat tsurhat. 1 per satu mulai kbuka nih kejujurannya lewat games Truth or Dare. Kebanyakan ya milih dare, dan tantangannya adalah disuruh milih truth. Maksa banget pengen kepo. Well, finally everybody told anything. Karena dari situ gue menyadari, komunikasi memang yang paling penting. Dan juga memaafkan, the hard thing to try. Akhirnya segala kesimpang siuran info yang beredar sudah dikonfirmasi. Sudah saling memaafkan. SUdah saling merangkul satu sama lain. Karena jujur aja kondisi kelas gue itu selama 2 semester dingin banget. Dan mencair setelah sesi tsurhat malem itu.

Sayangnya gue mendapati musibah, kaki yang agak mulus ini tanpa sengaja nginjek pasir yang masih panas. Pasir ini posisnya dipinggir tempat bakar-bakar tadi malam. Alhasil telapak kaki gue pun melepuh.

But, I love that place. So many stories in there. About us or you.
Share:

Kamis, 20 Februari 2014

Menghadapi perpisahan

Hai, sekian lama gue tidak mengumbar - ngumbar aib gue disini. Tsurhat maksudnya. Rasanya ini sama seperti saat orang putus cinta, ya iya memang gue lagi putus cinta kalik. Namanya masa muda, jatuh cinta dan patah hati itu paketannya.

Posting sebelumnya, gue sok-sokan bahas soal cinta. Harusnya orang lagi patah hati itu pasti banyak posting galaunya. Dulu sih gitu, galau abis langsung curhat di blog. Sekarang? Nangis aja gue di pojokan. Soalnya kalo gue cerita di blog, nangisnya lebih kenceng. Hihihi. Mengenai patah hati. Ada hal-hal yang harus siap kalian hadapi saat kalian mengalami ini. Khususnya, abis putus ya. Bukan ditolak, di cuekin ataupun di selingkuhin. Tapi kasus kali ini gue akan bahas mengenai persiapan lo menghadapi patah hati karena harus putus dengan pacar. Memang, ga ada yang tau selanggeng apa hubungan kalian. Mayan, buat mengantisipasi aja. Check this out!

Pinterest
Pertama, buat kalian cewek carilah teman curhat yang biasanya kalian curhatin. Karena bercerita sambil nangis itu membantu sekali loh untuk meringankan rasa sakitnya. Cause shared a sorrow is a half sorrow. Berceritalah sepuasnya sampek airmata yang ga pernah lu keluarin itu keluar semua. Karena yang gue tau, putus itu pasti dalam keadaan masih sayang. Apapun alasannya, salah satu dari 2orang itu pasti ada yang masih sayang. So do I.

Kedua, karena sudah merasa lumayan lega. Bersiaplah untuk menghadapi berbagai pertanyaan dari temen yang udah tau kalo lo putus sama si dia. Pertanyaan paling ngeselin dan pasti ditanyain adalah kok bisa? Lo putus gara gara apa?. Well, it hurts a little. Ini menurut gue agak berat, karena gue rasa ini bukan urusan orang dan kurang lebih merupakan aib. Ya cukup ceritakan sama temen yang dipercaya aja, gausah semua temen deket lu juga. Ceritakanlah secukupnya.

Ketiga, bersiaplah untuk merasa kalo lo belum rela kalo putus. It's called as galau. Everybody knows, yang namanya galau pasti nulis nulis ga jelas. Gue sarankan sekali untuk tidak berbagi galau lewat tweet-tweet ditengah malam. Sebaiknya lakukanlah seperti gue. Hahahahahaha! Ya! Menulislah apapun di blog atau tumblr supaya lo bisa curhat sepanjang apapun tanpa harus pusing memikirkan komentar orang lain tentang galaunya elo. Ini sangat me-le-ga-kan. Try it.

Keempat, sebenernya ini harusnya yang paling pertama. Ucapkan alhamdulillah karena lo bisa terlepas dari lingkaran syetan. Siapapun tau bahwa pacaran bukanlah yang diridhoi oleh Allah ya kan? Ini memang jaraaang banget dan bahkan ini langka dilakukan muda mudi saat ini. Ketahuilah, ketika kita meninggalkan yang haram maka kita akan mendapatkan yang halal.

Kelima, ini yang harus lo lakuin. Dan lagi - lagi jarang dilakukan muda - mudi. Meminta dilapangkan dada kepada Allah. Ini proses paling luaaarrrr biasa. Sekalianlah minta, kalo memang jodoh ya pertemukan lagi dalam keadaan lebih baik, kalo nggak ya pertemukan dengan yg jauh lebih baik dari dia. Memang berat, beraaaaat banget. Tapi minta sama Sang Pemilik Hati itu lebih menjanjikan daripada terus menangisi.
Nah itu dia, tahap tahap setelah kalian putus. Selanjutnya akan gue bahas gimana move on yang ampuh. Walaupun gue yakin belum tentu ampuh karena gue belum bisa juga *duh.
Share:

Sabtu, 15 Februari 2014

Sok-sok cerita tentang cinta

Pinterest
Selamat malam, minggu. Sabtu malam yang dipenuhi dengan pasangan-pasangan muda yang sedang di mabuk cinta. Berpelukan seakan sampai mati akan terus bersama yang ia peluk, menebar senyum karena senangnya minta ampun merasakan hangatnya tangan yang kita cintai. Bercerita. Tertawa. Mengabadikan kenangan. Setau itu ya gue? Jelas. Karena gue juga mengalami fase - fase saat di mabuk cinta. Bahkan gue merasakan itu sejak SMP kelas 3. Well, karena orang bilang Februari adalah bulan penuh cinta. Maka, gue selaku pencari cinta akan membahas dengan sekenanya dan senaknya tentang cinta. Lebih tepatnya perlakuan cinta muda-mudi Indonesia.

Dulu, waktu gue masih SMP kelas 7, gue suka sama salah satu pemain favorit tim basket sekolah gue. Karena pada saat itu lelaki yang menggunakan baju basket yang kedodoran dengan ketek kemana-mana, sepatu yang berdecit di lapangan basket adalah sebuah ciptaan Tuhan yang keren. Ya, pada saat itu sih. Akhirnya gue menyukailah 1 lelaki kampret 1 ekstrakulikuler sama gue, salah satu anak akselerasi yang bawel dan ga ganteng sama sekali. Inisialnya adalah agung. Dapet 9 bulan lamanya jatuh cinta ala anak SMP yang ternyata masih agak bertepuk sebelah tangan. Gue putus. Pacaran berasa LDR karena gue gak pernah jalan layakanya anak muda pacaran. Berhubung agung belum bisa naik motor. Case closed. *dihajar agung*

Masuk SMA, yang menurut gue ini sudah mulai beranjak jadi anak keren karena boleh bawa HP ke sekolah. Kelas 10, lagi lagi suka sama kakak kelas, kali ini bukan yang demen liatin keteknya, yang ini berjanggut bagai saudagar dari Arab. Yang sekarang jadi reporter sebuah stasiun tv swasta, gue sbut dia adalah Ranger Kuning. Tapi cerita gue dengan kakak yang satu itu lagi -lagi bertepuk sebelah tangan. Yang penting pernah ngerasain dianterin pulang naik motornya. Sukses move on, karena ada yang baru. Kali ini teman sekelas gue, inisalnya iyus. Tukang pulsa asli pamalayan yang pada saat itu juga belum bisa naik motor ke sekolah. Jadilah pacaran di kelas, duduk sebangku, pegangan tangan lagi belajar. Entah kenapa, cinta gue sama iyus itu bersemi di pantai pangandaran. Selalu. Cuma dapet 4 bulan aja akibat gue yang dinyatakan resmi berselingkuh dengan seorang kakak kelas yang 1 organisasi. Inisialnya Ricki. Cukup kalut dan kemelut bisa pacaran sama Ricki. Gue putusin dulu iyus, kemudian gue berurusan dengan mantannya Ricki yang lumayan menguras energi, dilanjut dengan masalah dengan sohib gue Andin. Selesai, jadianlah kita pada tanggal yang semau kita, jam semau kita pulak. By request semua. Karena dulu ada gosip yang bilang akan kiamat tahun 2012 tanggal 21 desember 2012. Maka kita pilih tanggal itu dan jam 12.50. Memang kalo sama Ricki itu bedanya dia bukan kaya pacar, tapi ya temen. Ah sudahlah gue takut lama-lama bahasnya. Putuslah karena jarak dan sepertinya ga akan ada ruang dan waktu yang mempertemukan gue dengan dia.

Yeay, masuk kuliah! Pastinya ada cerita cinta baru. 1 tahun 1 kecengan hahahaha. semester 1, masih stuck dengan inisial Salman. Semester 2 mulai move on dengan salah satu asdos koplak gara-gara keseringan becandaan doang namun perjuangan gue kandas karena dia sudah memilih dan memiliki yang jelas cantiknya jauh dari gue. Kepayahan gue semakin kronis. Di akhir semester 2 menuju semester 3, ada rasa iseng mau kenal sama anak robot yang inisialnya Karjo. Gue mulai kepo dengan orang yang padahal jarang mandi ini. Ternyata sudah punya pacar nan jauh di bogor sana, anak SMA. Baiklah. Jadilah gue malah terperosok dalam lingkar setan. Karjo putus, seminggu berikutnya jadian sama gue. Fiuh, memang ya gue ini kurang menggoda apa coba *slap!*. Walaupun gue padda akhirnya menjalani 1 tahun itu dengan hubungan LDR. pada akhirnya putus jugalah.

Capek juga ya putus sambung, macam ingus yang dihisap lagi. Selesainya cerita cinta gue bersama lelaki lelaki tadi dicukupkan sekian. Kali ini, dalam rangka menyambut Lugina yang baru, InsyaAllah gue akan menahan nafsu hingga waktunya tiba untuk menjadi yang halal. Ahzeeeg! Adalah rintangan yang luar biasa untuk menahan perasaan untuk tidak terjerumus lagi melakukan pacaran. 

Kemudian, dari fase-fase yang gue alami dari SMP mengenai Cinta, pada akhirnya Cinta yang sebenarnya akan berujung dan kembali lagi kepada Sang Pemilik Cinta, Allah SWT. Banyak banget yang pengen dan bilang kalo mau berujung sampai nikah dengan pacar-pacar kesayangannya. Maka, kalo dipikir-pikir lagi apakah mungkin sesuatu yang diawali dengan yang haram akan berakhir dengan sesuatu yang halal? Walaupun pada akhirnya akan tetap bersama, tentunya ada efek dari haramnya itu. 
Simpanlah cintamu, untuk nantinya kau berikan pada seseorang yang mencintaimu karena-Nya.

*mohon maaf atas penyebutan nama secara frontal. dan maaf ini posting agak weird*
Share:

Selasa, 11 Februari 2014

My Sadbruary

Pinterest
Ini bukan menyangkut hari kasih sayang yang dihebohin anak-anak seumuran gue. Di awal februari ini, ada yang meruntuhkan tanggul air mata gue.

Di akhir pekan yang begitu pekat dengan rapat dan kesibukan menjelang melepas peri-peri Sapen. Ada terbesit suatu niat yang dimata Allah adalah pilihan yang tepat untuk jauh dari berdosa. Karena ketika kita meninggalkan suatu yang haram, maka kelak akan mendapatkan yang halal. Gue langsung mengutarakan hal itu via chat. Karena hanya akan menyiksa diri gue aja kalo harus berbicara langsung. Baik, keputusan yang sudah matang dan ini memang baik buat semuanya. Jalan yang strategis menuju jalan yang Allah ridhoi. Ada saatnya kita harus melepas walaupun ikatannya begitu kuat dan erat. Karena Yang Maha Mengetahuilah orang ity tepat atau tidak buat hambaNya. Kurang lebih seperti itu. Tanggul airmata gue, kemudian rutuh perlahan dan rasanya awan mendung menggelayut manja di wajah gue waktu itu.

Belum selesai urusan dengan takdir, gue harus mengatur 25 anak untuk bisa menari bersama dan kompak di depan orang tuanya. Berat sekali rasanya untuk menutupi rasa sakit. Ya sakit di hati atau di badan. Jangan sampai anak orang kena gue damprat, jangan sampai. Pokoknya hari itu, unconditionally banget. Crowded. Tiba juga saatnya anak-anak tampil di panggung. Itu kejutan terindah pertama gue bertemu dengan peri-peri kecil ini. Mereka menari dengan kompak dan semangat. Entah harus meluap kemanakah air mata gue saat itu. Sampai pada akhirnya temen-temen jendelist bernyanyi bersama anak-anak Sapen. Lagu cinta untuk mama di depan mama-mama tersayang. Adalah sebuah kebahagian ketika adik-adik sapen menangis sambil memeluk kakak-kakaknya. Sedih karena mau ditinggal. Ada rahmat, yang ngakunya kelilipan sambil meluk Mbak Mika padahal lagi nangis. Ada juga Jelita si gendut luar biasa imut yang wajah nangisnya bikin orang pengen meluk sambil nangis. Ada Sami si keriting dari Papua yang bandel minta ampun tapi tetep nangis juga.

Merinding banget waktu gue liat mereka ngirim surat untuk para jendelistnya dan membuat gambar wajah-wajah kami. Laras, yang paling tua di Squad Sapen yang membuatnya. Belum lagi pesan orangtua, "Mbak dia jadi lemes seharian garagara kakak jendela ga datang lagi kesini". Memang gue mendapatkan double farewell di bulan ini. It's a Sadbruary. But I won't give up. Merasa di recharge lagi oleh kalian-kalian dan juga ditambah gue bisa pulang ke rumah. So, let's make this month for the start my happiness life.
Share:

Minggu, 02 Februari 2014

Ledre Cafe

Huidih jarang jarang kan gue share tempat tempat saik yang pernah gue kunjungin. Jogja as you know, memang kota pelajar dan kota pariwisata. Tapi gue kasih award satu lagi untuk Jogja, kota ter-nongkrong-abis. Thats why I choose the title is Ledre Cafe.

Ciocolate
Namanya juga cafe, yang disajikan di menunya paling utama ya kopi. Banyak yang unik disini, sayangnya memang sepi aja tempatnya. Tapi justru karena sepi itulah gue dan anak jendelist lain bisa bebas kesana kemari. Tempatnya ini gue kurang tau jalan apa, tapi setau gue di daerah pertigaan pandega. Pas belokan.

Disana gue ga pesen kopi, karena memang gue belum menemukan titik nikmatnya meminum kopi. Gue pilih Ciocolate. Kagak, gue kaga typo. Emang namanya imut imut gitu seimut yang disajikan. Liat aja tuh cangkirnya seteguk doang. Isinya itu coklat agak kental diatasnya pake es krim vanila. Harganya 10.000 cukup kecewa dengan porsinya yang nyenggol tenggorokan. Tapi emang enaaaak sih.

Spagheti Bolognaise
Dengan brutalnya gue pilih makanan eropa yang satu ini. Spagheti Bolognaise. Lagi lagi gue sedih dengan porsi yang disajikan begitu seiprit. Tapi gak ngerti lagi sama creamnya yang alamaaaaak pengen nambah lagi. Memang sengaja banget sih bikin yang makan penasaran pengen nambah lagi. Harganya lumayan, 18.000. Ada juga yang mesen Ice Blend Greentea enyaaak bangeet. Atau gak Kaliurang. Itu memang nama salah satu daerah di Jogja dan nama jalan. Tapi kaliurang yang ini adalah jus sayur. Sayurnya saosin, setelah gue minum rasanya jadi lemon banget. Enak.

Sebelum makanan dan minuman datang, gue dan yang lainnya menikmati empuknya kursi di Ledre Cafe ini dan sebuah lukisan dinding yang cocok untuk spot narcism. Seperti yang gue foto ini, kalo bisa ambil sudutnya yang pas kita bisa keliatan bener2 lagi dipinggir jalan pertokoan gitu. So adorable.
So, overall. Harganya sangat sesuai dengan rasanya walaupun gak sesuai porsinya. Recomended banget buat Spagheti Bolognaise sama Ice blend Greenteanya.
Share:

Sabtu, 01 Februari 2014

My First Liqo

Pinterest
Sebelumnya orang orang disibukkan dengan membuat sebuah resolusi di awal tahunnya. Tentunya dengan harapan bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan membuat daftar daftar perubahan yang mereka buat. Gue memang belum sempat membuat dan menuliskan resolusi gue secara rinci. Tapi di posting sebelumnya, itu dia yang harus gue dapatkan di 2014.

Ini pengalaman pertama bagi seorang lugina yang hidup di sarang penyamun menggunakan rok, membaca 1juz/hari, solat tepat waktu, puasa daud dan lain-lain. Bukan masalah ingin riba. Tapi, setidaknya gue mencoba membagi cerita aja. Ini semua hasil dari usaha gue mendekatkan diri dengan-Nya. Kapan lagi gue mau mulai kalo ga sekarang juga. Jadi liqo adalah semacam mengaji bersama - sama. Dan tentunya kita hanya sesama akhwat saja. Mengaji disini adalah tidak hanya membaca Al-Quran tapi juga belajar ilmu islam. Murobi (read-guru) gue super banget, Mbak Ida yang sudah dikaruniai 2gadis kecil ini kalo menyampaikan materi selalu menyenangkan. Membuat gue juga merasa menyenangkan bisa belajar bersama waktu liqo.

Bayangan kebanyakan orang, ikut liqo seperti ini membosankan. Gak bisa tertawa dan bercanda. Harus sepi dan sunyi resmi acaranya. Dan ditempat liqo ini, sama sekali gak kaya gitu. Kalo ada yang lucu ya ketawa aja. Namun memang di saat serius ya harus serius mendengarkan materi. Tapi gue masih bisa tuh tertawa terbahak-bahak waktu liqo. Ga ada yang menatap gue sinis gara2 ketawa.Seriously I'm glad to join this Liqo. Ada semangat baru setiap minggunya, sebelumnya gue bahkan ga pernah sesemangat ini kalo belajar. Apalagi belajar ilmu Islam. Yang jaman sekarang ini makin menipis ilmunya di kalangan anak muda.

So please, mari dekati Allah yang Maha Segalanya. Bukan hanya jodohmu yang didekati. Tapi dekatilah yang menciptakan jodomu itu. *ahzeeeeg*
Share:

Selasa, 21 Januari 2014

Dari Turgo hingga Sapen

"Naik kereta api, tut..tut..tut.. siapa hendak turut, ke Turgo lalu Sapen, bolehlah ikut dengan gembira."
Pinterest

Ya, weekend kali ini di sponsori penuh oleh Komunitas Jendela! Di Sabtu siang yang mendung - mendung tanggung sama sekali tidak mengurungkan niat para Jendelist untuk bertemu dan berbagi dengan peri-peri kecil di Turgo kaki Gunung Merapi. Kalo di tanya, Turgo itu Jalan Kaliurang kilometer berapa sih? Udah gak ada kilometer-kilometeran lagi cooy, udah dikit lagi mentok merapi. Dingin banget disambung gerimis yang manis bikin meringis kedinginan. Dyar! waktu masuk ke sebuah ruangan salah satu PAUD yang kita pake untuk kegiatan hari itu dipenuhi dengan anak-anak yang siap bermain dan belajar bareng Jendelistnya. Ternyata ada hampir 39 orang yang antusias banget ikut acara ini. Ada siapa aja mereka?
Share: