Sabtu, 15 Februari 2014

Sok-sok cerita tentang cinta

Pinterest
Selamat malam, minggu. Sabtu malam yang dipenuhi dengan pasangan-pasangan muda yang sedang di mabuk cinta. Berpelukan seakan sampai mati akan terus bersama yang ia peluk, menebar senyum karena senangnya minta ampun merasakan hangatnya tangan yang kita cintai. Bercerita. Tertawa. Mengabadikan kenangan. Setau itu ya gue? Jelas. Karena gue juga mengalami fase - fase saat di mabuk cinta. Bahkan gue merasakan itu sejak SMP kelas 3. Well, karena orang bilang Februari adalah bulan penuh cinta. Maka, gue selaku pencari cinta akan membahas dengan sekenanya dan senaknya tentang cinta. Lebih tepatnya perlakuan cinta muda-mudi Indonesia.

Dulu, waktu gue masih SMP kelas 7, gue suka sama salah satu pemain favorit tim basket sekolah gue. Karena pada saat itu lelaki yang menggunakan baju basket yang kedodoran dengan ketek kemana-mana, sepatu yang berdecit di lapangan basket adalah sebuah ciptaan Tuhan yang keren. Ya, pada saat itu sih. Akhirnya gue menyukailah 1 lelaki kampret 1 ekstrakulikuler sama gue, salah satu anak akselerasi yang bawel dan ga ganteng sama sekali *ditabok orangnya*. Dapet 9 bulan lamanya jatuh cinta ala anak SMP yang ternyata masih agak bertepuk sebelah tangan. Gue putus. Pacaran berasa LDR karena gue gak pernah jalan layakanya anak muda pacaran.

Masuk SMA, yang menurut gue ini sudah mulai beranjak jadi anak keren karena boleh bawa HP ke sekolah. Kelas 10, lagi lagi suka sama kakak kelas, kali ini bukan yang demen liatin keteknya, yang ini berjanggut bagai saudagar dari Arab. Yang sekarang jadi reporter sebuah stasiun tv swasta, gue sbut dia adalah Ranger Kuning. Tapi cerita gue dengan kakak yang satu itu lagi -lagi bertepuk sebelah tangan. Yang penting pernah ngerasain dianterin pulang naik motornya. Sukses move on, karena ada yang baru. Kali ini teman sekelas gue. Tukang pulsa yang pada saat itu juga belum bisa naik motor ke sekolah. Jadilah pacaran di kelas, duduk sebangku, pegangan tangan lagi belajar. Entah kenapa, cinta gue kali ini selalu bersemi di pantai pangandaran. Selalu. Cuma dapet 4 bulan aja akibat gue yang dinyatakan resmi menyukai lakik lain dengan seorang kakak kelas yang 1 organisasi. Cukup kalut dan kemelut bisa pacaran sama yang tadinya temen ini. Gue lumayan menguras energi. Selesai, jadianlah kita pada tanggal yang semau kita, jam semau kita pulak. By request semua. Karena dulu ada gosip yang bilang akan kiamat tahun 2012 tanggal 21 desember 2012. Maka kita pilih tanggal itu dan jam 12.50. Memang kalo sama temen yang itu itu bedanya dia bukan kaya pacar, tapi ya temen. Ah sudahlah gue takut lama-lama bahasnya *takut kenapa lau?. Putuslah karena jarak dan sepertinya ga akan ada ruang dan waktu yang mempertemukan gue dengan dia.

Yeay, masuk kuliah! Pastinya ada cerita cinta baru. 1 tahun 1 kecengan hahahaha. semester 1, masih stuck dengan teman semasa ospek. Semester 2 mulai move on dengan salah satu asdos koplak gara-gara keseringan becandaan doang namun perjuangan gue kandas karena dia sudah memilih dan memiliki yang jelas cantiknya jauh dari gue. Kepayahan gue semakin kronis. Di akhir semester 2 menuju semester 3, ada rasa penasaran mau kenal sama anak robot. Gue mulai kepo dengan orang yang padahal jarang mandi ini. Ternyata sudah punya seseorang di sana. Baiklah. Jadilah gue malah terperosok dalam lingkar setan. He broke up, dan kusambut dengan hati yang lapang.

Capek juga ya putus sambung, macam ingus yang dihisap lagi. Selesainya cerita cinta gue bersama lelaki lelaki tadi dicukupkan sekian. Kali ini, dalam rangka menyambut Lugina yang baru, InsyaAllah gue akan menahan nafsu hingga waktunya tiba untuk menjadi yang halal. Ahzeeeg! Adalah rintangan yang luar biasa untuk menahan perasaan untuk tidak terjerumus lagi melakukan pacaran. 

Kemudian, dari fase-fase yang gue alami dari SMP mengenai Cinta, pada akhirnya Cinta yang sebenarnya akan berujung dan kembali lagi kepada Sang Pemilik Cinta, Allah SWT. Banyak banget yang pengen dan bilang kalo mau berujung sampai nikah dengan pacar-pacar kesayangannya. Maka, kalo dipikir-pikir lagi apakah mungkin sesuatu yang diawali dengan yang haram akan berakhir dengan sesuatu yang halal? Walaupun pada akhirnya akan tetap bersama, tentunya ada efek dari haramnya itu. 
Simpanlah cintamu, untuk nantinya kau berikan pada seseorang yang mencintaimu karena-Nya.

*mohon maaf atas penyebutan nama secara frontal. dan maaf ini posting agak weird*
Share:

0 komentar:

Posting Komentar