Sabtu, 13 Januari 2018

Ciamis (tetap) Manis


Perjalanan pulang kali ini adalah pulang ke tempat yang pernah mengisi hidup gue selama 11 tahun. Bisa dibilang kota ini adalah tempat gue besar, meski sejak lahir gue sudah besar, wkwk. Ciamis, kota manis yang banyak juga menyimpan kepahitan. salah satu teman baik ada yang menikah dan berasal dari Ciamis, sehingga secara gak langsung gue diberikan waktu dalam dua hari untuk sedikit bernostalgia dengan kota ini. Kota manis yang juga banyak pedih, pahitnya khususnya untuk keluarga gue. Cerita masa SD, SMP hingga SMA semuanya tersimpan di kota ini.

Ciamis, kota kecil yang mudah dihafal jalan-jalan utamanya. Meski gue sudah pindah dari kota ini sejak 2012, gue masih hafal betul setiap jalannya meski sekarang tentu banyak bangunan baru, tempat makan baru, tempat jajan baru. Satu yang pasti, alun-alunnya tetap di depan kantor Bupati, maka segalanya masih aman, hahaha. Ada yang kurang ke Ciamis kalo ga makan bakso favorit gue sejak SMA, bakso pesat. Bakso yang sebesar kepalan tangan ini berisi harta karun daging-daging saat dibelah, karna waktu yang mepet hari itu, gue dan temen-temen ga sempet makan bakso Aga. Baksonya gak sebesar bakso pesat, bakso urat juga tapi ah enak pokoknya.

Belum sah bagi temen-temen gue kalo ke ciamis gak nyoba namanya nasi TO atau tutug oncom, nasi yang dicampur dengan oncom dan kencurnya yang khas. Tempat makannya ada di depan SMP gue, rasanya tetap sama, jadi mo nangis gue tuh :') Pulang pun membawa beberapa bungkus jinjingan yang berisi makaroni asin pedas dengan daun jeruk, favorit pisan ini mah.

Selain kenangan yang muncul di setiap jalannya yang gue lewati, ada kenangan yang kita buat hari itu, bahkan sepanjang hari. Ga ada berhenti ngakak akibat diantara kita semua gak ada yang benar-benar jago nyetir mobil. Pertama, dimulai dengan teman gue yang bisa, lancar, namun masih belum pede saat jalan tanjakan harus belok kiri dan sebelah kiri ada mobil lagi parkir. Gue yang duduk di depan pun merasa de-degan dan berfikiran apakah air bagnya berfungsi. Alhamdulillah aman sampai parkiran Mesjid Agung Ciamis, dengan skill parkir yang cukup. Saat kita semua keluar mobil, dan temen gue ini mau kunci pintu dan ditemukan lampu depan mobil masih menyala. Oke, gue kasih nilai -5 untuk yang satu ini, wkwkwk.

Selanjutnya, temen gue itu balik duluan pakai kereta ke Bandung. Artinya harus ganti supir, hanya tersisa 3 kandidat yang ada. Maka, kita sepakat mengusulkan untuk teman gue laki yang nyetir ini. Dia terlihat sangat grogi, dan injakan gasnya terasa belum begitu halus. Tetiba mobil mundur, dan dia merasa mobil yang lain sedang bergerak maju, padahal itu beneran mobil kita yang mundur. Refleks temen gue yang duduk dibelakang narik rem tangan, dan itu beneran mundur woy! Udah gak tenang kita semua sebagai penumpang, temen gue masih mau coba keluar dari parkiran dan dia menginjak gas kenceng banget udah rasanya ini abis berapa ya benerin mobil orang hahaha. Gila ini mah, kemudian kita sepakat lagi untuk ganti supirnya ke temen gue yang cewek. Kita percayakan nyawa kita ini untuk supir yang sudah sering gantiin bapaknya nyetir, bahkan pernah nyetir ke Semarang. Selama perjalanan lancar, tapi emang ujian terbesar adalah saat parkir ya kaaaan, oke -2 aja buat temen gue ini karna parkirnya masih kacau, wkwk.

Jalan pulang dari stasiun, sehabis antar temen gue lainnya yang mau pulang ke Jogja, diganti lagi supirnya dengan kakak angkatan gue ini, dia juga sebenernya bisa, cuma karna jarang nyetir aja jadinya waktu matikan lampu depan eh malah wiper belakang yang nyala, wkwk. Yaaa gue kasih -5 juga ya karna malah wiper yang nyala bahahahahaha.

Singkat namun menyenangkan rasanya, jauh dari hingar bingar kota macet dan suara klakson. Pagi yang sepi sambil berjalan ke persawahan. Ah, gue butuh liburan singkat macem gini lebih banyak lagi.
Share:

Sabtu, 23 Desember 2017

Transfer Palsu "Kode Dana" dan "Kode Amount RP"

Pinterest

Sesuai judulnya, gue ingin berbagi pengalaman yang baru saja gue alami. Saat itu posisinya gue adalah penjual barang, ada barang second yang mau gue jual dengan harga murah karna gak gue pakai lagi dan butuh uangnya untuk jajan RAM laptop ini huhuhu.

Sore itu gue pasang iklan di olx, pasang harga 950.000 untuk handphone dengan beberapa cacat, nego halus bisalah ya. Tetiba ada yang whatsapp bilang kalau dia minat dengan barang yang gue jual. Chit chat seperti biasa, dan ini orang kok ngebet pengen banget tapi gak berusaha nego sama sekali. Dia cuma nego jadi 900.000, dalam hati gue bersyukur tapi kok aneh juga. Pembeli pingin segera barangnya dikirim, dia chat seolah-olah takut gue tipu jadi dia ngajak kirim foto identitas biar percaya satu sama lain. Gue karna baru pertama kali transaksi kaya gini, gue kirim juga deh foto identitas KTP gue. Seenggaknya kalo dia nipu gue juga, gue tau KTPnya si luwak ini. Pembeli tanya posisi gue dimana, gue padahal cuma nyebutin nama jalan yang bisa jadi nama jalanya ada di kota lain dong ya, tapi si pembeli menyimpulkan bahwa tempat gue jauh. Mintalah dia dikirim paket aja, tapi karena ini long weekend, pada tutup gitu ya sampai hari rabu.

Keanehan mulai kerasa, ini orang kok ngotot pengen transfer ke gue malam itu juga. Apa gak kebalik ya? padahal gue udah bilang barang tetep bisa dikirim hari rabu. Tetep mau transfer malam itu juga. Udah dong, gue ga niat nipu sok aja gitu kalo dia mau transfer ya kan. Total 910.000 yang harus dia kirim. Gak lama ada bukti transfernya dari bank Mandiri kaya gini:
bukti transfer palsu
Gue langsung check dong, ternyata belum bertambah. Karna syukurnya itu atm kosong jadi ketauan banget perubahannya ya hahaha. Dari situ gue coba tanya lagi orangnya, yakin udah transfer atau belum, hari Rabu gue cetak buku tabungan biar tau masuk apa enggak. Dari situ dia tetiba nyuruh aktifin kode dananya kaya dibagian bawah struk itu. Pembeli itu bilang, uang transferan baru masuk kalo gue udah aktifin kode itu. Ada yang mengganggu di bagian bawah struk, kok namanya kode amount RP. DIliat liat ini gue mau diporotin 4juta ya. Malam itu gue taya dong temen gue yang pakai bank Mandiri, kaya apa struk kalo abis transfer dari atm. Itu jelas beda apalagi dibagian bawahnya itu, ditambah menurut gue ini font di struk gak biasanya banget gitu. Untuk mengakhirinya gue kirim foto hasil gue googling yang bilang itu penipuan, dan gak lama dia block gue. LOL! Ini gue liatin beberapa percakapan gue sama calon pembeli.
Ter-gak-niat belinya keliatan disini

Ngotot mau transfer hari itu juga

Ngirim KTPnya yang belum tentu KTP dia juga sih

There's no good in goodbye
Nah dari pengalaman gue itu, ada poin - poin yang harus diperhatikan sebagai penjual online:
  1. Lihat keseriusan pembeli, penjual jangan asal jual aja harus tau ini pembeli beneran mau beli atau engga, seberapa usaha pembeli ini dalam nego barang yang mau dia beli, dan mengetahui keadaan barang yang mau dia beli. 
  2. Kalau pembeli minta aneh-aneh kaya foto kartu identitas, perlu dipertanyakan, jangan kaya gue langsung kirim aja. Bahaya dari ini adalah foto itu bisa dia pake untuk nipu orang lain lagi. Tujuan lainnya adalah dia mau liat nama lengkap kita untuk dia ketik sendiri di struk yang dia buat itu.
  3. Pembeli mah ngotot pengen dapet barangnya bukan ngotot pengen transfer cepet-cepet. Nah disini mulai keliatan pembeli palsu yang mau ngambil isi atm kita. Apalagi dia suruh kita untuk kode dana dan kode amount RP. Untungnya penipu satu ini gak ngerti-ngerti banget bahasa inggris gitu. Mau transfer kok pake kode-kode :(
Satu lagi adalah kalau ada yang merasa dapet foto KTP gue yang ngaku sebagai pembeli dan kalian merasa gue menipu. Mohon maaf gue juga hampir tertipu, makanya gue tulis ini sebagai bukti bahwa gue bukan penipu, malah gue hampir tertipu juga :(( Terus bisa jadi itu bukan Ramdan Muhamad yang beneran dibalik penipu itu, bisa jadi itu KTP si korban yang dia pake untuk nipu gue.

Terakhir, tetap berhati-hati baik penjual maupun pembeli online masa kini yang terjerat akan harbolnas. Perkara ditinggal pembeli mah belum seberapa dibanding ditinggal nikah. Beda. Sudahlah. Simpan argumenmu. *lah






Share:

Sabtu, 19 Agustus 2017

Menikah, bukan sebuah tren tapi ....

Nah dari judul, sudah cukup menggambarkan apa yang akan gue bahas pada postingan kali ini. Ini cukup menjadi bahasan pada peringkat paling atas bagi perempuan-perempuan pada usia 20an keatas. Termasuk gue dan lingkungan gue sekarang. Karena keterbatasan ilmu, gue gak akan membahas tentang menikah dari sisi hukum dan syaratnya ya. Ada buku-buku dan sumber lainnya yang lebih akurat untuk dijadikan acuan. Gue hanya sekedar ingin bercerita pengalaman gue di usia-usia yang gampang banget bahas tentang pernikahan.

Sering banget kan, lagi reuni atau kumpul sama temen masa kuliah dulu akan selalu berujung dengan pembicaraan menikah. Bahkan gue pernah ngelantur sampai udah bahas urusan anak 😂😂. Terlalu jauh, kadang suka gak sadar kalau udah melewati batas kesadaran ya kan. Entah apa yang membuat menikah begitu menjadi pembicaraan utama yang selalu dibahas saat ini. Entah karena muda-mudi saat ini yang mudah terbawa perasaan. Padahal menikah banyak banget yang kudu dipersiapkan, secara finansial bukan cuma buat resepsi haha-hihi doang dong ya. Ada kehidupan selanjutnya yang harus didukung secara materi juga. Bekal ilmunya pun sebagai suami istri, yang jelas beda jalan pikirannya. Venus dan Mars. Beserta deretan tugas-tugas baru lainnya.

Oke, gue setuju bahwa setelah menikah rejeki akan lebih dilancarkan, beban pun terasa ringan karena ada teman untuk berbagi. Tapi berapa banyak sih muda-mudi yang berpikiran sampai sejauh itu? Apa bener mereka sudah mikir sejauh itu untuk persiapan menikahnya? Atau jangan-jangan mereka kebelet nikah karena bisa pacaran secara halal aja sisanya urus belakangan? Hahaha bisa jadi dong ada yang mikir sampai situ aja. Menurut gue, salah satu yang membuat menikah menjadi begitu diperbincangkan adalah media sosial. Secara sadar gak sadar, saat temen SMA tiba-tiba upload undangan nikah, jadi merasa duh gue kapan ya. Pengalaman pribadi? iya emang, hahaha.

Pada usia sekita 22-24 tahun gitu, adalah masa-masanya temen-temen nyebar undangan. Upload foto pre-wedding atau bahkan udah ada yang upload foto anak pertamanya. Namanya juga berbagi kebahagiaan kan, ikut seneng dong liatnya. Tinggal kitanya aja yang menata hati, kenapa harus merasa sedih atau merasa jodohnya ga dateng-dateng. Kenapa harus bertanya dia duluan guenya kapan.

Nah, tapi juga ada yang selalu usil nanya temennya kapan nikah atau selalu mepet-mepet situ mulu bahasannya. Gue yang sudah eneg dengan pertanyaan sejenis itu, sampe udah peduli amat ga bisa marah lagi. Padahal kita gak tau ya, orang yang kita tanya begitu itu sedang berjuang untuk apa hingga belum memutuskan untuk menikah. Mungkin dia masih punya adik-adik yang perlu dibiayai untuk sekolah. Sampai pernah gue upload foto iseng aja, ada cincin di jari manis, karena gue suka memancing netijen. Sok ngartis emang guenya, tapi ternyata reaksinya emang heboh macem mereka melewatkan episode drama favoritnya.
Pinterest

Jadi, menikah jelas bukan sebuah tren. Menikah adalah sebuah ibadah, maka bukan hal yang main-main. Kalau merasa mudah terbawa perasaan melihat orang-orang yang sudah menikah, maka logout sebentar dari media sosialnya. Kemudian membaca buku, atau membantu orang tua, atau melakukan hal yang lebih bermanfaat lainnya. Karena menikah akan tiba tepat pada waktunya. Tentunya waktu yang tepat menurut-Nya 😄
Share:

Kamis, 17 Agustus 2017

Hari ini adalah hari esok yang dipersiapkan kemarin

Pinterest
Masing-masing dari kita pernah membicarakan bagaimana hari ini. Hari ini adalah hari esok yang telah dirancang pada hari-hari yang lalu. Meski pada kenyataannya, yang terjadi hari ini tidak pernah tepat sesuai yang direncanakan pada hari kemarin.

Setelah 2 tahun gue dan teman-teman gue berpisah dan berpencar kemana-mana. Akhirnya 13 Agustus kemarin, kita semua berkumpul lagi dengan keadaan lengkap. Dengan membawa masing-masing cerita hidup yang penuh twist. Gue yang akhirnya tidak menjadi elektrowati sejati, karena berakhir selingkuh kepada software engineer (to be). Teteh yang tak disangka dan diduga akan menjadi kandidat pertama yang menyandang sebagai istri orang. Pidak yang masih dengan status kejombloannya namun sudah upgrade status smartphonenya dengan yang paling terbaru dari negeri gingseng. Ruji yang masih dan selalu menggebu-gebu dalam bercerita sedang menikmati kenaikan level kehidupannya.

Benar-benar ga ada yang pernah tau ya, bahwa 5 tahun ke depan sejak kuliah, kita akan menjadi seperti ini sekarang. Dipertemukan kembali dalam keadaan yang semoga lebih baik dari sebelumnya, di kota yang jauh lebih menantang dari kota sebelumnya. Kota yang penuh dengan orang-orang yang sedang berusaha. Jogja, menjadi tempat pertama kita membayang-bayangkan hari ini. Tempat pertama yang menjadi saksi kelakuan kita yang tertawa seakan sedih tidak memiliki makna dalam kamus kita. jakarta, menjadi tempat kita menguras pikiran dan tenaga untuk kebutuhan dan keperluan hidup. Tidak pernah sama sekali berencana gue akan menginjakkan kaki di Ibukota dan bisa berkumpul dengan mereka ini.

Meski banyaknya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, menerima dan menjalaninya barangkali adalah salah satu jalan untuk mewujudkan impian kita yang lainnya. Barangkali bukan jalan yang direncanakan yang akan memberikan akses mencapainya, tapi ada jalan lain yang tidak pernah kita ketahui. Kemudian jalan itulah yang kita perlu lewati untuk mencapai yang sudah kita rencanakan dan doakan. Selain itu, ada hal yang selalu terlewatkan ketika kita memohon untuk dikabulkan doa-doa yang dipanjatkan setiap harinya. Memohon untuk dipersiapkan hatinya untuk melangkah ketika doa -doa yang dipanjatkan terkabul, agar tidak goyah dengan pilihan yang telah kita pilih. Agar merasa yakin bahwa ini pilihan terbaik dari yang Maha Pemberi Jalan.
Share:

Rabu, 02 Agustus 2017

Jenis Pertemanan yang Perlu Dipertahankan

Pinterest

Dari sekian banyak jenis pertemanan yang ada, kalian termasuk jenis teman kaya apa sih? Hahaha, gue sendiri gak tau harus mengelompokkan diri sebagai jenis teman apa. Karna gue pernah menjadi teman yang menusuk dari belakang, teman curhat, teman tapi mesra, teman yang dateng kalo ada butuhnya aja, teman makan bareng, teman nonton konser, teman fangirlingan, yang belum kesampaian cuma teman hidup ajaaaaaahahahahahah *baper amat yailaaah*. 

Menurut gue, ada beberapa jenis pertemanan yang perlu dipertahankan. Berikut ini beberapa jenis yang sudah gue alami sendiri:

1. Teman Sehat Lahiriah dan Batiniah
Sehat ga sekedar fisik, batin juga perlu dikasih makanan yakan. Maka hadirlah jenis pertemanan sehat dari segi kebatinan. Jagalah pertemanan jenis ini, apalagi yang mendekatkan, mengingatkan dan mengajak kepada kebaikan. Bisa jadi mereka penolong kita gak cuma di dunia tapi juga disaat Hari Perhitungan nantinya #terustadzah. Seriously, yang ini wajib dijaga dan dirawat pertemananya.

2. Teman Motivasi
Jenis pertemanan ini penting untuk dipertahankan, supaya kita juga terus terpacu dan termotivasi sama teman jenis ini. Mereka bukan bermaksud riya atau sombong dengan prestasi dan cita-citanya waktu cerita ke kita. Justru dari sisi lain mereka akan ngasih kalian power berupa semangat untuk mencapai keinginan dan sederet daftar keinginan yang sudah kita susun. Bukan cuma sibuk diceritain tapi gak diusahain.

3. Teman Cerita
Kalo jenis ini sih tentu sudah sangat diperlukan dan tentu dijaga kebersamaannya. Perempuan itu butuh orang yang mau mendengarkan keluh kesahnya waktu seneng atau sedih. Hadirlah teman cerita untuk menampung segala jenis cerita hidup kita. Jangan lupa kita juga sebagai teman harus mau mendengarkan cerita teman. Jangan cuma maunya didengarkan tapi juga harus mau mendengarkan 😊

4. Teman Nonton
Teman yang kaya gini emang asiknya waktu diajak ada nonton konser, atau nonton film. Pertemanan jenis ini biasanya gak butuh banyak interaksi, yang penting satu aliran kesukaan. Kalo ada waktu konser band atau penyanyi yang disukain, pasti ketemua dan nonton bareng. Habis itu ya sudah pulang. Ngobrol pun isi obrolannya sekitar hal yang akan ditonton aja.

5. Teman Mengumpat
Nah, ini terkhusus gue aja sih ada jenis macam ini. Gue punya beberapa orang teman yang asiknya buat mengumpat. Karena kalo ketemu selalu ngobrolin bahan ejekan satu sama lain. Maka pertemanan jenis ini membuat kata-kata umpatan jadi sesuai fungsinya 😂😂 Selain itu mereka jenis teman yang gak gampang sakit hati dikatain temennya. Hal yang perlu diperhatikan dari pertemanan jenis ini adalah aib yang terjadi 1 tahun lalu bisa jadi akan dibahas untuk 5 tahun ke depan.

6. Teman Apa Aja
Ini teman yang bisa gue bilang sebagai paket lengkap. Dari 5 jenis pertemanan yang ada, bisa jadi pada jenis teman apa aja ini termasuk ke semua jenis pertemanan tadi. Dimana kalo ketemu gak butuh alasan mau ngapain, ngobrolnya gak terarah sama sekali, sering berhalusinasi masa depan bersama, bikin malu, mengumpat bersama setelah itu tobat bersama. Paket lengkap.

Nah itu 6 jenis pertemanan menurut gue. Tapi intinya dari pertemanan harus ada 'saling', saling mendengarkan, saling berbagi atau saling mengumpat 🙊🙊
Share:

Jumat, 21 Juli 2017

PT. Xsis Mitra Utama: No Good in Goodbye (3)

Tulisan ini bisa dibilang bagian terakhir dari cerita selama di Bootcamp. Kurang lebih sudah 7 minggu gue bersama pejuang Batch 111 menjalani bootcamp di Xsis. Setelah selesai mini project dan diumumkan hanya 7 dari 10 orang yang lolos dan dinyatakan resmi sebagai pegawai kontrak. Penilainya adalah direkturnya langsung dari bagian delivery *CMIIW. Selanjutnya, 7 orang yang lolos ini akan dikasih bekal softskill dari Pak Wisnu dan Pak Rahmat. Softskillnya beneran bermanfaat bagi gue dan temen lainnya yang masih sangat polos dan gak tau gimana caranya berurusan dengan partner kerja nantinya. Dari bekal tentang cara berkomunikasi, presentasi, mendengarkan sampai yang udah menyangkut ketemu klien dan bernegosiasi dengan klien. Selama 3 hari, dari pagi sampai sore kita belajar tentang softskill ini.

Softskill in penting karna sebagai gerbang utama sebelum membicarakan urusan kerjaan, seenggaknya harus bisa sepik-sepik dulu dong ya kan sama klien nantinya. Gak mungkin juga untuk memulai suatu kerjaan tanpa komunikasi yang baik. Di kelas softskill ini adalah favoritnya para anak kos ibukota, karena 2 kali dalam sehari dikasih snack. Ujian terberat dari belajar softskill selama ini yang gue rasakan ya ngantuk. Setelah selesai 3 hari pelatihan softskill, selanjutnya dibagikan sertifikat kelulusan bootcamp dan juga pengumuman blog terbaik. Alhamdulillahnya blog ini menjadi pemenang, karna cuma gue aja yang ngumpulin link blog untuk dinilai. Menang mutlak. Bingung mau sedih apa seneng bahahahahhak 😂😂😂

Selesai sudah training softskill, kami bertujuh diminta untuk ke TCC Batavia untuk NEOP (New Employee Orientation Program) dan sign contract. Di sana gue bertemu dengan Pak Pram bagian HRA sebagai managernya. Beliau presentasi dan menjelaskan company profile dari Xsis dan Equine juga Titan. Selain itu juga dijelaskan segala macam menyangkut gaji, dan segala peraturan perusahaan yang wajib diketahui oleh pegawai baru. Barulah sign contract dan pengurusan BPJS kesehataan dan lain-lain.

Pinterest
Hari berikutnya, salah satu temen gue sudah mulai placement di daerah Kemayoran, maka sisalah 6 orang yang belum dapet placement. Kita resmi jadi penghuni lantai 4 gedung Graha Tunas sampai waktunya placement. Sedihnya ya di bagian ini nih. Biasanya ada 10 orang yang berisik dan usil gak berhenti ngunyah dan selfie sebelum balik kerja. Mau sepusing apa tugasnya masih bisa ketawa ngakak, bodo amat yang penting ketawa dulu gitu. Kali ini cuma ada 6 orang aja, mau ngejekin, yang diejekin gak ada, jadi diem, gampang ngantuk, sepi. Sampek ibu warteg yang biasa liat gue dan 4 cewek lainnya makan bareng selalu pesen nasi setengah porsi, sekarang pesennya cuma buat 3 orang aja. Biasanya itu meja kerja penuh makanan sama laptop gak karuan sampek gak kebagian tusuk kontak.

Emang paling bener lagu The Script.."no good in goodbye". 

Yak, terimakasih pengalaman seru bersama kalian 10 orang terbaik dengan keunikan masing-masing. Sampai jumpa lagi di waktu yang lebih baik dan dalam keadaan yang lebih baik. See ya when I see you!
Share:

Minggu, 16 Juli 2017

PT. Xsis Mitra Utama: Mini Project = Mini Training (2)

Yak, baru sempet lagi gue nulis tentang tempat kerja gue yang sekarang. Setelah melewati minggu-minggu tegang, akhirnya gue dinyatakan lolos juga. Jadi gini kelanjutannya Bootcamp di Xsis Mitra Utama~
pinterest

Kerjakan dan hadapi
Ini tagline gue rasa cocok untuk 4 minggu paling rusuh yang pernah ada selain skripsi dan tugas akhir jaman kuliah dulu. Setelah gue lulus dari fase logic kemarin, 2 minggu gue belajar secara cepat dan singkat tentang teknologi yang akan gue pakai untuk mengerjakan mini project. Javascript, JSON, XML, Hibernate dan sekeluarga sukses bikin gue engap-engapan nerima ilmunya. Gimana caranya pokoknya dalam 2 minggu itu materi itu gue telan dulu bulat-bulat. Tibalah pada pembagian tugas pengerjaan mini project, dan gue 'diamanahkan' untuk mengerjakan 4 modul dalam project itu. Cukup merasa jadi manusia spesial karena temen gue pada ngerjain 2 modul aja. Wanakray 😭

Jadi 1 orang akan kebagian 2 modul, 1 modul master dan 1 modul transaksi. Ada beberapa dari kerjaan di mini project yang belum pernah diajarkan atau dikenalkan sih. Tapi ya itu akhirnya harus nyari sendiri aja. Gue bener-bener clueless pada 1 minggu pertama. Karena gak ngerti alur pengerjaannya harus dari mana dulu. Jujur aja baru bisa dapet ritme ngerjainnya dalam minggu kedua yang mana deadlinenya udah deket banget. Dua minggu adalah waktu super singkat buat ngerjain mini project ini bagi beginner macem gue ini. Hanya kerjakan dan hadapi aja yang bisa gue lakukan waktu itu. Doanya paling kenceng deh.

Setelah 2 minggu gue dan temen-temen ngerjain mini project, tibalah untuk mempresentasikan apa yang dikerjakan selama 2 minggu ini di depan penguji. Kelas gue baru mulai presentasi setelah Ashar, which is akan selesai malam. Sistemnya 1 orang presentasi di depan, temen lainnya duduk merhatiin dan kalo yang presentasi gabisa jawab pertanyaan penguji boleh bantuin. Dapet poin tambahan deh dari pengujinya. Masing-masing gak dipatok durasi waktu diujinya, ada  yang super cepet, ada yang lama juga kena tanya segala macem detailnya. Tapi yang penting adalah lu yang ngerjain, lu yang tau sistemnya, jawablah dengan percaya diri. Selama jawabannya gak sotoy dan keluar dari teorinya sih aman. Waktu ada pertanyaan yang gak bisa dijawab, atau disuruh untuk live coding untuk ngembangin program dan stuck jawab aja gak bisa daripada sok tau ya kan hihihi. Penting juga untuk coba dulu apa yang diminta sama penguji, kalo stuck ya sudah bilang gak bisa. Gak bakalan kena marah juga hehehe.

Daaaan sedih senang pusing melewati mini project ini jadi belajar untuk ke depannya sih. User dengan permintaan yang macam-macam dan dengan deadline yang mepet bisa jadi dan mungkin akan sering terjadi. Jadi ini lumayan untuk permulaan pelatihannya. Alhamdulillah gue bisa lolos dari ujian yang kedua ini dan berasa banget banyak ilmu dan pengalaman yang gue dapetin. Jadi tau gimana kerja tim beneran di mini project ini, gimana cara ngadepin program error yang gak kunjung berakhir, dan gimana caranya untuk ngelawan pikiran sendiri yang udah mulai pasrah waktu stuck. Such a great experience!

Yak sekian tentang Xsis Mitra Utama bagi calon-calon peserta bootcamp yang mungkin lagi cari-cari testimoni. Perihal ilmu, Xsis menyediakan banyak jalan dan banyak cara buat orang yang selalu pengen belajar dan bermental kuat. Perihal gaji, boleh kontak saya langsung di facebook saya hehe. Terimakasih!
Share:

Kamis, 08 Juni 2017

PT. Xsis Mitra Utama: Belajar yang dibayar (1)

Jadi, sesuai janji gue dari postingan sebelumnya, postingan kali ini akan gue bahas tentang tempat kerja gue, yaitu PT. Xsis Mitra Utama. Pertama kali apply, gue sama sekali gak tau profil kantornya, dan dipanggil untuk walk-interview di Jogja. Dari mulai test psikotes, test query basic dan logika, terakhir interview HRD sama orang teknikalnya. Alhamdulillah, gue lolos sebagai salah satu peserta bootcamp full stack IT consultant. Karna memang posisi itu bisa di apply siapapun dari jurusan manapun selama bisa ngerjain soal logika, hehehe. Karena ceritanya gue termasuk fresh graduate, maka gue pede aja apply posisi itu. Sebelum proses tes dimulai, dari pihak HRnya ada presentasi company profile dulu dan jelasin gimana ke depannya karir di Xsis ini. Jujur gue makin tertarik setelah dijelasin company profilenya. Tapi mohon maaf aja nih ya kalo dianggap promosi, wkwkwkwk.

Pinterest
Ini dia ceritanya~

1. Belajar yang dibayar, kapan lagi orang nyari ilmu dibayar sama perusahaan. Xsis emang perusahaan outsourcing di bidang IT. Tapi enaknya ya kita dikasih ilmunya dulu selama 7 minggu. Setelah itu barulah disalurkan ke client-clientnya. Setidaknya, disini banyak banget ilmunya. Untuk seorang fresh graduate yang belom ngebet banget nikah atau didesak buat ngelamar anak orang, this company is your the best choice. Setelah belajar dan lolos evaluasi pertama, barulah dapet hak untuk digaji.

Dua minggu pertama ini, sungguh membuat otak rada sedikit panas karena materinya. Gue yang sedari dulu agak mengabaikan pemrograman dasar macem looping, kondisi dan array. Kali ini sungguh merasa menyesal, wkwkwk. Tapi bagi yang belum pernah sama sekali ngoding, tenang ajaaaaa. Bakal diajarin dari paling dasar kok. Trainnernya udah mumpuni banget di bidangnya. Gue ngambil bahasa java untuk bootcampnya ini. Adalah mirip-miripnya kaya bahasa C dulu waktu kuliah, bedanya pake Eclipse sebagai editornya. Pelajaran pertama baru tentang logika, bener-bener ngasah logika banget. Terlihat sepele, tapi bisa bikin gue yang ngerjainnya kemana-mana mikirnya *ya apasih gin*. Sampe-sampe weekend pun gue pake buat coding, karna harus bisa ngejar banget materinya. Setelah bahas logika, yang pada umumnya perempuan seringnya pakai hati. Gue belajar query data SQL dengan Oracle. SQLnya masih yang super basic dan yang pasti ini lebih selo dibanding soal-soal logika sebelumnya. Otak gue gak sampe overheat, wkwkwkwk.

2. Ilmunya tumpah ruah, aselik. Dari orang yang awam pisan sama IT bisa jadi tau walau belum ngerti-ngerti banget. Iya sih googling kemudian baca juga bisa jadi tau. Tapi kalo di Xsis tuh kita tau dan akan terus belajar biar ga sekedar tau aja. Trainner-trainnernya ngasih tekanan-tekanan positif buat pesertanya biar banyak belajar dan banyak mencoba. Bisa karna terbiasa, dari hal sesepele ngetik masih belum bisa 10 jari pun akan diminta untuk banyak-banyak ngetik. Gak cuma soal-menyoal bidang IT sih, disini cukup mulai kerasa dunia kerjanya. Karna bisa bertemu dengan orang-orang yang makin beragam sifatnya, bahasanya, kelakuannya. Sampe gue rasa hampir setiap hari gue belajar kosakata baru, entah bahasa Padang, bahasa Jawa, Sunda, Jakarta. Pesertanya pun asik-asik, mereka punya pengalaman macem-macem di bidang IT ini. Di kelas gue ini, yang dulunya kuliah anak IT cuma 5 dari 12 orang. Jadi gue bersama 6 orang lainnya bener-bener belajar dari awal.

Kemarin adalah hari evaluasi I, akan ada peserta yang gugur kalo nilai tesnya dibawah standar. Bukan trainner juga yang ngasih ujian, tapi dari bagian Quality Controlnya Xsis. Dan hari ini, 2 dari 10 orang teman gue dinyatakan tidak lolos :(. Alhamdulillahnya gue bisa lolos untuk masuk tahap berikutnya. Akan ada lagi evaluasi di minggu ke 5, dengan tantangannya adalah mengerjakan mini project secara tim. Sudah mulai kompleks karna HTML, CSS, Javascript, Bootsrap dan sekeluarga mulai memasuki kehidupan gue. Whoaaaa, wish me luck! Makin seru dan makin banyak tantangannya.
Share:

Minggu, 28 Mei 2017

Menuju Ibu Kota

Pinterest
Jika mendengar Ibu kota Indonesia, duh rasanya semrawut, macet dimana-mana dan tingkat kriminalitas tinggi. Gue sebelum pindah ke Ibu kota juga udah ketar-ketir apakah bisa survive hidup disana. Live cost yang mahal dan time is money mungkin benar-benar motto hidup para perantau yang ada disini. Melihat KRL, busway dan jalanan yang penuh sesak. Nah sekarang mau ditambah gue yang akan makin memenuhi Jakarta, hahaha.

Bagian tersulit tinggal di Jakarta adalah mindset mahasiswa Jogja yang sangat melekat di gue. Maklum sudah 5 tahun gue di Jogja, apa-apa murah, sudah hafal jalan-jalan tikusnya, hampir khatam sudah rute Jogja kecuali sekitar alun-alunnya, hehehe. Kebiasaan pakai kendaraan sendiri di Jogja beralih jadi the jakartans yang memanfaatkan fasilitas umum atau ojek taksi online. Membayangkannya saja gue sudah capek duluan. Karna orang bilang, lu bakalan tua di jalan kalo di Jakarta. saking macet dan padatnya jalanan.

Gue diterima jadi peserta Bootcamp di PT. Xsis Mitra Utama, kantornya daerah Jakarta Selatan. Mana taulah ya gue itu Jakarta Selatan bagian mana. Hal yang terus - terusan gue ulangi sebelum menuju ke Ibu kota adalah melihat google maps. seberapa jauh ke stasiun, seberapa jauh ke halte busway dan dimana aja kos-kos karyawan yang harganya cukup ramah di dompet karyawan baru macem gue ini. Gue rencanakan segala rutenya, bawa apa aja, kapan cari kos-kosan. Suatu hal yang terlihat sepele tapi ini cukup penting adalah mengisi e-money dan go-pay. Sungguh, itu adalah investasi banget saat bawa-bawa duit cash agak insecure. Karna naik busway atau krl cuma bisa pake e-money.

Perkara pindahan barang-barang itu urusan belakang setelah gue dapat kos. Pindah kota nih bukan hanya secara fisik memang. Secara mental juga harus segera cepat adaptasi lagi, teman baru lagi, lingkungan baru lagi dan tentunya tantangan baru lagi. Gue yang overthinking ini, sudah gelisah banget nanti gimana di Jakarta. Kalo kenapa-kenapa, kalo ini, kalo itu. Takut ini, takut itu. Padahal mah gak tau juga setelah dijalani biasanya gak sesusah dan serumit yang dibayangkan.

Setelah 2 minggu gue menjadi the jakartans, rasanya gak serusuh dan seburuk yang gue bayangkan sebelum tiba di Jakarta. Memang belum dapet ritme kehidupannya sih, tapi setidaknya gue 2 minggu di Jakarta dan baik-baik saja. Sepertinya dimana pun sih ya, jika kita mencoba untuk menjadi baik dan berbuat baik, maka sekitarnya juga akan baik-baik saja. Itulah yang selalu gue coba saat di lingkungan yang baru.

Next posting, gue akan ceritain tentang kantor gue. masih calon sih kalo sekarang. See ya!
Share:

Minggu, 30 April 2017

Farm House Lembang: Super Instagramable

Biasanya, orang-orang malas mencari keramaian saat long weekend. Udah kebayang gitu panjangnya antrean mobil menuju lokasi wisata, belum lagi betapa crowdednya di tempat wisata saat long weekend. Awalnya gue menganut kepercayaan "jauhi tempat wisata yang ramai dikunjungi atau hindari jalan menuju tempat wisata itu". Entah kenapa, long weekend di bulan april ini malah gue habiskan di salah satu tempat wisata yang lagi hitsnya pisan dikunjungi wisatawan karna super instagramable tempatnya. Udah kebayang aja gue mah itu banyak teteh-teteh cantik dan hits yang rebutan spot - spot cantik buat di foto. Yak, gue liburan ke Farm House di Lembang bermodalkan naik go-jek dan go-pay. Temen gue sih yang ngajak dengan tenangnya, "ke Farm House aja yuk, deket". Jadi dari Paris Van Java gue naik go-jek ke Farm House dan hanya bayar Rp. 11.000 kalo pake go-pay. Semoga Tuhan selalu melindungi mamang go-jek, amin. Harga tiket masuk Farm House Lembang ini hanya Rp. 20.000 aja dan dapet gratis 1 cup susu. Kalo tetiba lapar, tenang aja disana ada restoran, rumah sosis dan beberapa toko jajanan lain. Oke here we go, beberapa foto yang gue ambil di sana.

Rumah The Hobbit
 Ini mau dapet spot foto depan rumah ini, kalian harus ngantre dulu. Asli deh beneran ngantre, jadilah gue milih ngambil dari pinggir aja. Karna lucuk banget atapnya ada rumput gitu.

Susu Gratis
 Susu coklatnya enak, bisa milih strawberry atau coklat. Enak karna gak terlalu manis dan susunya asli. Pas gue kesana bahkan ada banyak tanki-tanki susunya yang baru dateng.

Keramaian Farm House
 Inilah Farm House waktu long weekend kemaren. Gak rame banget sih ya kalo diliat, tapi aslinya mau foto di spot itu dan nunggu agak sepi susah banget.

Anak Sapi yang gemesin
 Ada kesempatan buat ngasih susu ke anak sapi juga, biayanya Rp. 40.000 *kalo gak salah* nanti dikasih 1 botol kecil dot buat anak sapi.

Tempat Sewa Kostum
Bisa sewa kostum ala-ala gadis Holand gitu deh, itu ada tangga naik buat sewa kostumnya. Tapi kurang tau berapa harga sewa kostumnya sih, karna gue gak tertarik kemaren, hehehe. Kebanyakan malah emak-emak yang sewa wkwkwk.

Beberapa foto kegemasan lainnya bisa cek disini. Ada juga hewan-hewan yang bisa kita kasih makan sendiri kaya kelinci, ayam, burung, dan biri-biri yang gemesin banget. Sayangnya gue lupa foto roti yang wanginya enak banget sesuai rasanya. Ada croissant sama danish yang enak bangeeeeeet dan hanya Rp. 7.500/pcs. Gue nyobain danish cinnamon sama croissant smoke beef, nyicip juga punya temen yang croissant nutella. Uh enak banget pokoknya, toko rotinya ada sebelum lewat tempat sewa kostum itu.

Ada beberapa spot lagi yang gak gue foto karna itu rame banget dan udah kecapekan keliling-keliling, kaya tempat jual merchandise, gembok-gembok cinta. Pokoknya kalo mau ke Farm House gunakan pakaian nyaman dan sepatu yang gak bikin pegel juga, namun tetep cakeup kalo difoto hahaha.

Yak, sekian liburan dadakan gue ke Farm House modal go-jek doang. Terimakasih!
Share: