Sabtu, 08 April 2017

Tentang Langit

Satu hari yang cerah, langit yang tampak yakin bahwa biru adalah miliknya. Namun dilanda kegundahan menjelang petang tiba, keyakinannya turut berubah. Hingga tersisa malam yang gelap, langit sibuk bertanya ke masing-masing bintang yang kian berserakan dan tak henti menggoda karna terus berkedip. Sampai langit kembali menemukan biru kembali padanya, agak samar. Lama kelamaan biru sekali. 

Namun, awan nampak tidak ingin biru selalu bersama langit, maka awan mulai muram dan menggelayut mendung. Kesedihan awan tersebar merata di bumi. Langit bingung, mengapa manusia tidak bisa melihat kebersamaannya dengan biru hari itu. Maka angin membantunya meniupkan awan-awan kelabu itu. Kemudian langit kembali bersama biru, meski petang membuatnya menjadi jingga atau merah. Setidaknya langit sudah tau siapa yang selalu membuatnya indah setiap harinya, ia bernama cahaya. Langit menyukainya diam-diam. Tapi cahaya lebih dulu menyukai langit, tanpa pernah bertemu langsung. Ia hanya melambungkan tinggi-tinggi doanya untuk disampaikan kepada langit dan bergumam, “mari bertemu saat kau dan aku sudah dalam keadaan yang lebih baik, di waktu yang terbaik (bagiNya).”

Share:

0 komentar:

Poskan Komentar