Selasa, 05 November 2013

Melayang

Google
Hae. Seabad sudah gue meninggalkan jejak disini *ceilaaaah*
Eh tapi apa yang gue mau bagi hari ini mungkin bisa jadi pelajaran buat kalian readers.

Jadi, gue merasa jadi orang yang melayang - layang seminggu ke belakang. Entah apa yang membuat gue jadi seperti itu. Tapi yang jelas, jangan pernah jauhkan hati kita dengan Sang Pencipta. Jangan pernah mencoba melewatkan-Nya dengan ribuan episode drama korea yang tersimpan di hardisk laptop. Jangan. Karena apa? Well, saat ini belum ada balasan yang cukup terasa mungkin. Tapi lama-kelamaan dan pada akhirnya. Kita akan menjadi manusia yang juga terlewatkan untuk ditolong oleh-Nya. Berat memang bahasan gue kali ini. Tapi apa yang gue alami minggu ini bukan berat. Tapi bahkan gue tidak bisa merasakan bagaimana itu hidup. Melayang. Antara gue menghirup oksigen atau tidak. Jelasnya adalah gue sedang berada di titik terjauh dengan-Nya. Gue merasa kehilangan tujuan awal gue ada di Ngayogyakarta. Gue lupa akan orang tua. Gue lupa belajar. Dan gue takut lupa dengan-Nya.

Apa yang bisa mengalihkan gue sampai segitu lupanya juga gue gak tau itu apa. Gue cuma tau sudah seminggu gue seperti ini. Dan gue, berada di luar jalur yang ditentukan. Enggak. gue engga lebay. Tapi itu memang terasa dan terjadi seminggu terakhir ini.

So, what i've shared. Maybe can remind you about life and God.
Share:

Senin, 14 Oktober 2013

Happy Ied Mubarak 1434 Hijriah


Udah kedua kalinya gue gak lebaran haji di rumah, karena sejak pindah rumah ke kalimantan gue lebih memilih di Jogja untuk tidak mengeluarkan banyak uang untuk ongkos. Karena jatah pulang pergi ke rumah sama dengan jatah 1bulan lebih. Tapi, yang penting gue masih bisa ikut merayakan Idul Adha walaupun jauh dari keluarga.
tumblr_m1p4u0RXrg1qmkxx9o1_500
Share:

Rabu, 09 Oktober 2013

Life for die.

Lahir dan mati memang sebenarnya dalam keadaan sendiri. Bedanya ketika kita mati, apakah ada yang akan mengantarkan atau tidak. Tapi pada akhirnya harus berjalan sendiri. Maka gue, terkadang tidak ingin memiliki seorang teman yang begitu dekat. Yang pada akhirnya saat temen gue pulang kampung atau lagi pergi sama pacarnya, gue heboh nyari temen baru. Seperti kebanyakan temen gue yang begitu dekatnya dengan sahabatnya, sampai sampai kebingungan waktu temen deketnya itu lagi pergi yang agak lama. That's why. Gue cuma pingin jadi angin aja. Gue ga mau sampe segitu mati gayanya kalo temen deket gue lagi pergi sama pacar atau keluarganya. Karna yang gue tau,
Pertemuan dan perpisahan adalah 1 paket kehidupan
Agar perpisahan itu gak kerasa nyiksa, jadi gue berusaha siklus dari pertemuan menuju perpisahan tidak terlalu membuat gue cozy.
weheartit.com
Share:

Sabtu, 14 September 2013

A Change From A Chance!

weheartit
wiwiwidiiih gaya banget gak sih postingan gue akhir-akhir ini ? *gibas rambut* Entah ya, pelajaran di perjalanan hidup itu semakin buanyak aja. Dari mulai tergerak hati gue untuk jadi volunteer di komunitas jendela Jogja, sampai pertanyaan mendalam “kapan seminar KP?”. It’s makjelb till my gall. Tapi, apasih ya a change from a chance itu gue sok2an aja make bahasa enggress biar rada meningkat citra gue di mata readers. Well, manusia yang bisa hidup itu pernah mendapatkan sebuah kesempatan, kesempatan pertama yang Tuhan kasih itu kesempatan untuk lahir di dunia. Bahkan untuk jabang bayi yang belum sempet nongol di dunia setidaknya pernah dikasih kesempatan untuk hadir pada rahim ibunya. Dan tentunya masih banyak algi kesempatan yang pernah diterima manusia di bumi ini. So what?

Jadi, seperti yang gue coba translitkan dari judul postingan ini. Gue memperoleh sebuah perubahan dari adanya kesempatan. Berawal sejak gue kerja praktek di PT.Garuda Maintenance Fasility Aeroasia di Bandara International Soekarno Hatta. Ada kesempatan untuk berkumpul dengan 2 orang teman gue yang membawa perubahan untuk gue. Dari mulai bisa khatam Al-Quran di bulan Ramadhan, solat dhuha, solat tahajud and my first I’tikaf. Untuk
pertama kalinya dalam sejarah hidup gue melakukannya begitu lengkap dari wajib sampai sunnah. Itulah salah satu kesempatan yang Allah kasih.

Kemudian perubahan lain yang ada saat gue tinggal di rumah Vida salah satu temen gue ini punya 2 keponakan, yang 1 kelas 5 SD dan 1 lagi masih sekitar 4tahun. Entah kenapa, rasanya anak kecil itu memang harus diberi kasih sayang walaupun gue gak kenal anak kecil itu. Sampai-sampai gue dikasih kesempatan di kereta buat ngasuh batita-batita yang ada di deket gue. Memang berasa pegawai posyandu. Tapi jadi ada niatan buat main dan ketemu terus dengan anak kecil. Berhubung gue sudah semester 5 dan gosipnya sih agak nganggur gitu. Maka gue memberanikan diri untuk menjadi volunteer di Komunitas Jendela Jogja.

Ada kesempatan yang menurut gue ini adalah the best chance. kesempatan bisa kumpul dengan keluarga di Borneo dan lengkap. Ada rasa takut tentunya, takut tahun depan tidak selengkap lebaran tahun ini. So, It’s my big chance. Perubahannya? Dulu gue termasuk manusia pembangkan terhadap ibu. Setelah semakin jauh jarak rumah dengan tempat kuliah. Semakin terasa apa yang mereka, orang tua, usahakan buat gue bisa berada sejauh ini dari mereka. Akan selalu ada rasa rindu yang menyembul di atas permukaan mata sipit gue yang berbentuk tangisan rindu untuk mereka. Semarah-marahnya ibu dan ayah, gue sekarang selalu berusaha untuk menurut akan apa yang beliau bilang dan perintahkan.

Jadi, kesimpulannya adalah :
semua yang Tuhan berikan untuk kita sampai saat ini adalah sebuah rangkaian kesempatan. Hanya kita sendiri yang bisa menggunakan kesempatan tersebut menjadi sebuah perubahan besar untuk hidup kita.
Share:

Kamis, 12 September 2013

Psst.

Pinterest
Kali ini gue akan bercerita tentang sesuatu sikap yang banyak dipilih orang untuk menghadapi masalah atau juga untuk menghadapi orang yang ga disukai. Gue bilang lebih tepatnya adalah bukan menghadapi masalah tapi meredam masalah. Tapi jangan salah, kadang sikap ini bisa menghanyutkan juga. Udah banyak sih setau gue orang macem kaya gini, dan gue juga mengakui bahwa gue terkdang bersikap kaya gitu.

DIAM.

Satu sikap itu ada berbagai macam artinya. Diam di depan, tapi di belakang ngoceh yang jelek-jelek itu yang super bahaya. Ada juga yang diam dan menerima dengan selapang-lapangnya jidat gue untuk memaafkan kesalahan atau masalah yang ada. Tapi terkadang menurut gue itu bisa kembali terkuak loh kalo cuma di diemin aja. Kaya kentut yang ga ada bunyinya, diem tapi tiba-tiba ada baunya setelah itu pengen keluar sama isinya. Nah itu. Kalo gue milih diam kalo memang untuk meredam sebentar suasananya, nah baru kemudian gue mengumpulkan keberanian buat ngeluarin semua unek-unek gue ke orang itu tentang masalah kemarin. Seperti yang pernah gue dengar tentang teori menyelesaikan masalah itu ada 4 sikap. Ada EPC yang meredam dulu emosinya dengan dengerin musik atau refreshing. ADA PFC yang mau nyelesein masalah dulu sampai tuntas tas tas. Nah jadi kata trainner gue itu, baiknya adalah dengan melakukan EPC sekaligus FPC. Jadi diredam dulu emosinya lalu secepatnya diselesaikan masalahnya.

Jadi bisa dibilang diam dulu, baru action! Jadi gunakanlah diam seperlunya dan pada waktunya.
Share:

Kamis, 29 Agustus 2013

GMF, Maintain My Self

Hari hari menjelang gue meninggalkan tempat yang ternyata membuat begitu banyak kesan kesan konyol. Tempat dimana bertemu dengan orang-orang yang kontra dengan suara gelak tawa kita bertiga. Di tempat ini juga yang bikin kita survive untuk bisa pendekatan sama manusia so' cool macem mas bagus yang akhirnya bisa mencair juga kaya ingus.
Pinterest

Ada hal-hal kecil yang jadi pelajaran gue temukan disini. Yang memang
ga bakal ditemukan di kampus gue. Bukan mur atau baut atau upil. Tapi ada. Ada.

Makasih.
Pak ciptadi yang selalu menjawab dengan ramah "ada apa sayang?"
Pak marwan yang membimbing gue ke jalan yang benar ke jalan SMASi.
Pak nuryadin yang selalu berbagi lawakan jayus dan kue lebarannya.
Mas cholik yang superbrother from madura yg bentar lagi nikah.
Mas bagus yang superbosok brother yang LDR-an juga.
Pak riswan yang disetiap paginya pasti berbagi tips memasak.
Pak singgih yang ganteng.
Pak amay kepala sekolah yg keren.
Pak irham supervisor yg super jail.
Pak koko bapak gyro sedunia.
Pak gandhi yang misterius.
Pak agus md yang sering ngingetin jgn ketawa kenceng-kenceng.
Pak eko yang tau banyak tentang microprosessor.
Pak narto yang super gaul dan iseng.
Pak agus wj yang jawa banget.
Pak kurnia yang mirip sama uwa di bandung.
Pak bambang yang mirip bintang bollywood.
Pak sugih yang selalu menggenggam erat kalo salaman.
Pak muji yang anteng dibelakang.
Pak dadang bapak tcas yang santai angkat kaki ke meja.
Pak teguh yang udah mau ngajakin kita ke hanggar.
Pak usep yang paling sering denger Gen fm.
Pak ishak yang pagi2 udah nangkring depan komputer.
Anak anak PE yang masih daun muda.
Pak setiyo yang kemana mana bawa botol minumnya.
Pak jayus yang setia mondar mandir.
Mas adit yang khas hentakan sepatunya.
Pak praz yang gagah.
Pak alm. Eddy yang belum pernah berinteraksi dg kita.
Pak jum general manager avionic.
Pak toto yang bantuin kita nyebrang jalan.
Pak cecep security yg kocak.
Mbak dini, mbak fitri, mbak mifta.
All of you. I love you.
posted from Bloggeroid
Share:

Senin, 19 Agustus 2013

Ar-rahman

PInterest
Rabu malam ke-16 di bulan yg penuh akan obralan pahala, ramadhan. Hujan mengguyur deras lapangan udara disudut utara tangerang. Hujan menyambut orang-orang yang berdoa untuk dan kepada Sang Pencipta. Salah satu surat yang layaknya sebuah proposal yang Allah sematkan pada Al-Quran. Ar-Rahman. Menjadi salah satu daftar surat favorit saya. Begitu banyak tawaran akan keindahan dan nikmat yang Ia tawarkan. Ada juga ancaman2 bagi mereka yg tidak taat.
Seketika, pipi terasa hangat akan air mata.
Maka, nikmat Tuhanmu yg manakah yg kamu dustakan?
posted from Bloggeroid
Share:

Sabtu, 10 Agustus 2013

oh Jod-oh..

By the way, yang mau gue bahas kali ini agak masuk 18 ke atas *ceilaaaah
Jodoh.
Gue masih tergantung – gantung pada kalimat kalo belum jodoh yang gimana lagi, atau kalau jodoh gak lari kemana. Klise memang. Karena memang kenyataanya tidak ada satupun dan siapapun di dunia ini yang tau siapa jodohnya. Andaikan diumur ke 20 tahun, kemudian ada satu tanda petunjuk untuk mempertemukan gue dengan jodoh gue. Kira-kira dunia udah macem apa ya ?
Mungkin aja gak ada yang selinguh ?
atau mungkin gak ada yang ganti pacar ?
Yang jelas ga ada yang usaha buat cari jodohnya masing-masing, seandainya ada yang nanya gue, “gin, lo ga pacaran atau gimane gitu?” maka dengan semangat membara gue jawab, “tar tunggu umur 20taon juga bakal ada petunjuknya ah”.
Nah sebelumnya ada ulasan sedikit nih tentang jodoh, sekarang mah gue umur 20th harus tau yang beginian nih.
Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diubah? Ya dan tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diubah? Ya dan tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. Allah SWT berfirman:
“DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS ar-Ra’du [13]: 39)
Karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi?
Bukan begitu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilakan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”)

Nah dari situ gue tariklah kesimpulan, bahwa kita bisa berusaha agar Allah merubah takdir kita. Bukan kita yang merubah, kita cukup berusaha dan berdoa. Selanjutnya biarkan Yang Maha Kuasa – lah yang berbuat. Semoga bermanfaat!

Share:

Sabtu, 13 Juli 2013

Tangerang

Di sudut kota kecil yang sudah hampir tenggelam oleh sampah dan suara klakson. gue dan 2 orang lainya tinggal bersama beralaskan karpet dan kasur setebal 2cm saja. dengan perlengkapan seadanga, gue *masih* bisa hidup dibawah kerasnya kehidupan kota Tangerang. Bahkan sampai gue mengerang-ngerang. Gue rasa butuh stock kesabaran lebih banyak disini. Nyebrang kena klakson. Diem mau nyebrang kena klakson. Lagi jalan di klakson. seburuk itukah gue dimata si klakson yang setiap harinya berbunyi?
Pinterest
Share:

Selasa, 26 Februari 2013

Manusia LDR

Pinterest

Hai, nbvc huhh gajelas kan gue ngetik barusan. Itu disebabkan oleh jatuhnya sebuah paku berukuran kecil ke keyboard notebook gue. Jatuh diantara huruf n,b,v,c dan tombol spasi. Untuknya paku kecil yang cukup tajam itu ga jatuh diantara huruf U dan I *tsaaaah

Gue, lugina, hampir 20th, mahasiswi semeter 4, yang masih bingung menghabiskan waktu long weekendnya untuk ngapain. Bahwasannya, belajar adalah bukan pilihan tepat untuk weekend. Namun untuk main pun berat hati soalnya udah diujung bulan. Berusaha untuk menjadi mahasiswa yang produktif yang tinggal di kota besar nan istimewa ini begitu buanyaaak pilihannya. Niat hanyalah niat. Yang penting dicatet duu sama malaikat sebelah kanan. Ternyata untuk membuat sebuah postingan randomly itu susah juga! apa yang mau dirandomkan, dari mana ke-random-an akan dimulai dan dimana akan berakhir. Siapa yang akan dibahas menjadi bahan ke-random-an pun harus dipikirkan.

Jogja…. jogja…yang menyimpan banyak cerita dan sejuta kerinduan untuk orang yang meninggalkan kota ini. Gue, sedang menjalani hubungan LDR (lagi). Antara Jogja dan Surabaya. Sesama Mahasiswa. Gue scrolldwon di timeline, ada salah satu akun yang gue yakin followersnya itu adalah orang-orang yang lagi LDR. Gue baca, ada yang udah 4th sampe 5th. Dan jaraknya pun ga tanggung-tanggung, ada yang pulau jawa sama sumatra, dan ada juga Indonesia dengan eropa. Miris. Di-alhamdulillah-in aja gue yang masih bisa naik kereta 6jam buat sampe ke Surabaya. Kemungkinan di duain yang pertama sama robot, selanjutnya tidur.

*pacar gina ganteng?*

Gantenglah, anak bapak ama ibunya. Dengan alis tebal dan hidung mancung serta badan yang tinggi besar. Bukan, ini bukan khayalan gue doang please. It’s him for real. Dengan jadwal kuliah yang berbeda jauh sama gue. Dia kuliah malem, dan gue kuliah siang. Jadi kita pacaran subuh-subuh. *okesip

Oh long distance relationship~
Gue berharap lebih dengan hubungan kali ini, berharap memang bisa sampai ke acara sakral yang hanya sekali seumur hidup. Yang setiap paginya gue akan menyiapkan sarapan. Yang setiap bangun pagi ada orang yg mengecup mesra kening gue. Yang setiap harinya pulang kerja ke tempat yang sama. amin.
Share: