Selasa, 26 Januari 2016

Gina si Mahasiswi KKN-007 (2)

Belum seminggu, tapi rasanya udah di akhir masa KKN aja. Kebanyakan halusinasi emang dah gue. Beberapa hari masih gabut-gabutan gitu. Makan-tidur-ngobrol-boker dan ulangi lagi. Macam berlibur ke rumah nenek, bukan KKN. Tempat tidur yang enak, memang bikin mahasiswa merasa di-posesif-in sama selimut nah. Salah saiapa kalo udah kaya gini? salahin yang bikin selimut? yakali~

Finally, mahasiswa kkn punya kerjaan. Gue ikutlah itu rapat warga RT.5 yang padahal isinya bapak-bapak. Sampe mengap-mengap ngisep asep rokok yang udah mengepung ruang tempat rapat. Sahdup emang ya, gue cewek sendirian. Untungnya gue pernah menghirup asap rokok lebih banyak lagi dari malem itu, waktu dulu ikut rapat warga di Bantul. Semacam sengaja bapaknya niup asap ke wajah gue saking ingin berbaginya. well.

Ketemu pagi, gue diajak ibu dukuhnya untuk ngelatih drumband anak - anak TK. Kebayang dong, kunyit-kunyit kecil mainan drumband? "Kalo mbak bilang satu, pukulnya pake tangan kanan ya", gue ulang - ulang instruksinya sampe parau. Gemesin emang, ada yang bingung mana tangan kanan mana tangan kiri. Kemudian, dikasihlah gue anak yang main bagian melodi, gak tau gue apa nama alatnya. Ngajarin main nada do re mi, do mi, do mi. Alamaaaak ingetnya malah sama indomie seleraku nah. Kacau emang mbak KKN nih!

Lain lagi cerita gue yang diajakin ibu - ibu untuk bantuin di posyandu, beuh ini godaannya dahsyat. Jadi pengen bikin juga satu. (((BIKIN))) *di keplak*. Bingung sih awalnya mau ngapai, mau bantu nimbang atau mau ikut ditimbang(?). AKhirnya disuruh masuklah ke ruangan, kita diminta untuk segera memulai penyuluhan kesehatan ibu dan anak. Uh~ tau apa sih gue anak teknik macam gini. Akhirnya fix, membahas tentang 7 manfaat tidur siang bagi anak-anak. Wuh, gue sebagai orang yang memiliki hobi tidur siang pun bangga mau nyampein ini. Dijelaskanlah itu manfaat beserta waktu tidur ideal bagi anak-anak sesuai dengan umurnya. Eh ibu ibunya merespon dan sampe nanya tentang masalah makanan buat anaknya. Sahdup ini, takut ngawur jadi jawab sebisanya aja dong daripada nanti anak orang salah gizi. Selesai sudah penyuluhan, gue baru dikasih tau sama salah satu ibu disana bahwa ternyata selama kita penyuluhan disitu ada dokter juga. Matek koen. Udah sok tau nah, untung dokternya diem aja. Gaya memang anak KKN nih kata dokternya.

*bubar aja udah gin, lekas*
iyaaaaa rasanya pengen bubar langsung :")

Yak, di hari ke - 7 KKN-007 bersama hujan kebingungan.

BUKTI NYATA KKN
(kuliah kerja nyantai)
Doremi do mi do mi, indomie seleraku

Rapat gitu di RT.5


Belajar selfie yaaaaaaaaa
Share:

Sabtu, 23 Januari 2016

Gina Si Mahasiswi KKN-007 (1)

Wohooooops! This-is-the-best-news-ever!
Gue jadi anak KKN, yoi sob, Kuliah Kerja Nyata. Saik!

*Ngapain sih kkn? Ngajar TPA? Ikut Posyandu? Rapat ibu PKK?*

Ih macem dukun aja, tau banget lau.

Awalnya berat hati ini mau tinggal sebulan sama manusia-manusia gak jelas ini. Dengan 8 orang lainnya gue menjalani 3 sks ini di Padukuhan Tegal Domban. Azli men, gabut. Gaji buta banget di hari pertama penerjunan dan hari kedua. Tidur, bangun siang, makan, eh ketemu malem lagi. Agak curiga juga, ini sebenernya KKN atau berlibur ke rumah nenek.

*sekarang gabut lagi?*

Dih, enggak dong.
Pagi ini gue merasa cukup produktif sebagai mahasiswi KKN agen 007. Walaupun abis keselek nah makan soto, es teh tempe goreng dan bakso total 35k :(( Whatevah! Pagi jam 8 gue udah sampek dong di kampus luar angkasa itu, sepi, jadi bisa naik lift. Alhamdulillah nah. Walaupun pulang ndak bawa apa yang dicari, mbuh, langsung ambil surat ke rumah dosen pembimbing lapangan pake nyasar-nyasar cantik gitu. Sampeklah ya gue di posko KKN, sorenya mlipir lucuk ke rumah Bapak Jumari. Ngobrol saik gitu, eh liat pohon salak bapaknya lagi berbuah. Kesel cuman bisa liat didekatinlah pohonnya sama gue, basa-basi pengen gitu eh bapaknya metikin buahnya buat gue sama yang lain. Sambil kenceng bilang "duh pak ngerepotin gak usah banyak-banyak", tapi tetep aja di masukin ke kantong kresek. Dasar ae mahasiswa!

Usai drama pemetikan buah salak pondohnya, ternyata hari itu ada pertemuan ibu PKK RT.3 gak mikir panjang gue langsung iyain aja, "ikut bu" gue bilang semangat. Semangat banget orang udah malak salaknya 2 pohon. Bersyukur aja ini mah sih. Usai pengajian ibu pkk, balik dengan wajah bahagia karna bawa buah salak ke posko KKN. Kemudian gue memutuskan untuk solat magrib di mesjid dekat rumah pak lurah. Nah kecantol lagi atuhlah sama ibunya, diajakin ngaji. Saik. Gue sudah jadi seutuh-utuhnya wanita. Ngobrol-ngobrol, kenalan lagi, bahas fenomena gerakan anu lagi. Daaan berakhirlah dengan solat isya, pulang malem mingguan di posko.

Well, pesannya adalah jangan basa-basi kalo mau minta salak di kebon orang.
Setelah Tuhan berikan gue waktu seluang-luangnya, segabut-gabutnya, alhamdulillah hari ini dikasih kesibukan bermanfaat. Saat pulang ke rumah pun, finally gue bertemu dengan yang punya rumah. Bapak, ibu dan anaknya yang begitu ramah.

BUKTI NYATA GUE KKN
(kuliah kerja nyantai)
Suasana hujan, mengharap tukang bakso dateng
Niat mampir dan ngobrol, eh dipetikin salak 
Liburan ke rumah nenek atau KKN sih ya ini?
Ikutan pengajian ibu-ibu PKK di RT.3






Share:

Kamis, 14 Januari 2016

Tentang dua venus dan satu mars

Sebuah kehidupan yang tengah carut marut dengan berbagai teror yang menghantui manusia. Ada dua Venus yang mengelilingi Mars, bagaimana bisa? Bisa dong. Berikut ini ceritanya~

pinterest
Disatukan entah sebabnya apa, dua venus yang selalu sibuk mengorek-ngorek isi hatinya dan si mars yang selalu berkomentar kepada kedua venus. Katakanlah venus pertama adalah kakak, venus kedua adalah aku dan mars adalah adik. Kami bukan sekumpulan orang yang menamakan kumpulannya sebagai persahabatan or whatever. Kami teman. Bukan sahabat seperti dua perempuan yang tidur, makan, boker dan ngupil bersama. Bukan.

Kami memiliki paham yang sama bahwa di dunia ini tidak ada satu pun sahabat yang benar-benar sahabat. Apa itu sahabat? Pada perbatasan antara teman, teman dekat dan saudara sudah jelas berbeda. No more space. Pacar? Apalagi. Teman yang bersedia mendengarkan dan mengingatkan adalah sebaik-baiknya pertemanan. Pertemanan yang sehat adalah yang selalu meneriaki temannya di depan jika salah, bukan mencabik-cabik punggung temannya dari belakang. Sudah begitu banyak kasus mantan pacar yang dipacari oleh sahabatnya sendiri. what a shame. Makanya, namailah mereka teman. Walaupun akan ada teman yang intensitas pertemuannya berbeda. Bersahabat dengan perempuan membuat gue seperti sedang memeluk erat pisau tajam yang kapan saja mata pisaunya akan menancap di tubuh.

Kembali kepada kakak, gue dan adik. Kami tidak pernah merasa salah untuk sekedar makan siang sendirian atau berjam-jam di sebuah cafe sendirian. Tidak ada yang salah. Bukan artinya kami adalah anak anti sosial dan apalah itu. Sebisa mungkin kita hidup tidak ketergantungan dengan orang lain, selama masih bisa melakukannya sendiri. Manusia memang makhluk sosial, tetapi pada nyatanya manusia lahir dan mati sendirian. Kami sepakat. Hingga akhirnya Tuhan memberikan kami teman yang sebenar-benarnya teman yang sudah dituliskan jalannya untuk bersama menyempurnakan setengah agama. Baru deh teman hidup namanya. 

*nyanyi lagu Teman Hidup - Tulus*

Kakak, adalah perempuan penuh drama yang berlarut-larut. Bisa dikatakan bahwa gue adalah salah satu penonton yang menikmati segala adegannya. Sepanjang drama hidupnya, kakak adalah sepantasnya kakak dengan pengetahuan yang luas dan mau memberitahu adiknya segala hal. Kakak pintar hanya saja kakak moody. Kakak seringkali terlalu mendalami perannya di drama itu, hingga lupa dengan kenyataan tesisnya. Kakak suka indomie goreng pakai telur. Kakak suka durian, gue juga. Kakak juga suka menulis di Tumblr, gue juga. Tapi kakak gak suka baceman tahu, sedangkan gue suka banget. Kakak seringkali sepemikiran dengan adik dan gue hanya bisa mendengarkan. Kakak cantik kalo pake rok.

Adik, adalah lelaki penuh drama namun tidak berlarut-larut. Adik seperti bom rakitan, entah kapan akan meledak. Kalo gak sengaja ketarik kabelnya, gue bisa menyaksikan ledakan-ledakan kecil itu. Adik juga pintar dan lebih moody daripada kakak. Adik bisa menjadi waras dalam beberapa menit di awal, selanjutnya gue merasa sedang di perjudian yang mana adik bisa waras atau bisa moody. Gue pernah suka kepada adik, keselek enteogen mungkin. Adik semacam manusia visioner yang terkadang kalah oleh moodnya sendiri. Tapi adik selalu berusaha menyelesaikan segala urusannya entah berakhir sesuai ekspetasi atau tidak. Gue paling gak bisa liat adik lagi mood. Like i'm gonna slap you, adik. Tapi gue selalu terheran heran dengan logikanya adik. Gak pernah mainstream. 

Kakak dan adik lebih sering berdiskusi dan sepakat akan satu hal, gue diem. Memutar mata seperti bola pingpong, ke kakak kemudian ke adik. Ke kakak lagi, ke adik lagi. Gue lebih banyak mikir kalo ternyata gue gak lebih tau apa-apa dari mereka. Kakak dan adik adalah salah satu faktor gue harus suka membaca akhir - akhir ini. Itulah mengapa gue merasa hubungan diantara kita bertiga layak untuk dipertahankan. Setiap akhir pembicaraan kita berjam-jam, gue selalu membawa pulang seabrek pertanyaan untuk ditanyakan dan dijawab kepada diri sendiri. Friends with benefit? sure, dalam hal positif tentunya. Entah kenapa diskusi diantara kakak-aku-adik selalu aku sukai, apapun bahasannya. Bisa mendengarkan pendapat dari umur, gender dan sudut pandang yang berbeda itu menarik.

Entah akan seperti apakah cerita perjalanan dua venus dan satu mars ini.
Gue ceritakan nanti~
Share:

Kamis, 24 Desember 2015

Revisi Mimpi

Gila, jadi sekarang gak cuma laporan skripsi yang direvisi, mimpi gue juga. Semacam mengubah haluan kemana akan gue bawa ujung hidupnya. Dullu, saat masih menggebu - gebu mau ini mau itu dan entah bagaimana belum terwujud pun sudah gue coret list mimpinya. Those aren't my dreams. Hanya euforia. Kemudian gue coba pikirkan ulang, apa yang mau gue capai.
pinterest

Perihal ingin belajar sampai ke benua lain, gue mau. Mau banget. Jika Tuhan dan suami mengizinkan. Jadi ada salah satu mimpi yang gue selipkan di paling atas setelah lulus dan bekerja.

NIKAH

Ini penting, please. Hahaha. Rasanya menikah ibadah paling enak loh, walaupun selalu pada kenyataannya tidak sesuai ekspetasi. Perihal mau ke benua lain, bukannya enak kalo gue kemana-mana sejauh apapun udah ada jemari-jemarinya diantara ruas jemari gue? Ciyailah~

Perihal ingin mengabdi kepada negara, pada akhirnya gue memutuskan tidak harus melalui acara 'itu' untuk bisa mengabdi buat Indonesia. Bahkan bisa bikin sendiri, yekan?

Life goals gue hanya lebih kepada mengurus anak yang akan menjadi investasi terbesar buat gue dan suami gue kelak. Mungkin saat ini cita-cita ibu dan bapaknya belum tercapai, tapi anak - anak gue harus bisa. Revisi abis deh mimpinya. Kebayang gak sih kalo yang terus dikejar-kejar duniawi aja? Padahal semua manusia udah tau pasti kalo dunia hanya sementara. Persis kaya orang yang naik motor udah tau lampu merah itu harus berhenti, tapi masih aja makin kenceng ngegasnya.

Baiklah, 

Selamat merevisi mimpi teman-teman. Jika dirasa belum juga tercapai mimpi-mimpimu, mungkin muara mimpinya salah arah. Coba direvisi :)
Share:

Selasa, 22 Desember 2015

Mini Trip

Pinterest
Hai, setelah mencoba 'kabur' dari kepenatan kota Jogja dan segala kenangannya. Gue memutuskan untuk sedikit berlari ke kota tetangga, kota seribu candi. Bukan itu sih julukan kotanya, gue aja yang ngarang. Rasanya gue ingin menghirup udara yang lebih segar dari biasanya dan suasana bangun pagi yang beda dari biasanya. Ingin merasa seperti anak rumahan yang sudah disediakan sarapan.

Perjalanan yang tidak memakan waktu yang lama, tapi cukup bermakna buat gue yang sedang merasa butuh 'anu' sebagai trigger. Jadi solat cukup tepat waktu. Jadi makan tepat waktu. Tapi mandi tetap sekali dalam sehari. It a must, wkwkwk. 

Pernah gak sih? Merasa di titik yang 'entah gue lagi dimana dan gimana'. Merasa seperti mayat hidup yang bisa berfikir, bisa berbicara, bisa bergerak tapi entah tak memiliki makna. Seringnya merasa sedih, sedih sama 2 orang disana yang habis-habisan banting tulang buat kelakuan gue disebrang sini. Ah, what a shame. Terus harus apa? Harus ngapain? Harus ...

Lingkungan, menurut gue adalah salah satu yang berpengaruh besar. *terus kenapa?*

Ya karena berpengaruh besar, pilihannya cuma dua. Kamu yang dipengaruhi oleh lingkungan atau kamu yang mempengaruhi lingkungan? Nah tapi pilihan paling aman tapi agak susah adalah kamu tetap seperti itu tidak dipengaruhi oleh lingkungan. By the way, gue membicarakan lingkungan yang buruk. Dimana pilihannya kita bertahan atau malah kita yang dipengaruhi oleh lingkungan.

Jadi, gue butuh sedikit pelarian dari lingkungan gue yang biasanya. Untuk sekedar menghirup udara-udara segar yang belum pernah gue hirup sebelumnya. Untuk melihat aktivitas yang belum pernah gue liat dari sebelumnya. Untuk melihat pohon tumbuh semestinya.

Menyenangkan.

Tapi ketika pulang, gue membawa seribu pertanyaan di dalam benak. Sampek gak ngerti harus jawab apa sama benak sendiri. Mbuh~ 
Share:

Selasa, 01 Desember 2015

Gina has back!

Pinterest
Welcome back, gina~~~~~~~

Well, sekian lama memendam rasa, yailah. Akhirnya gue muncul ke permukaan blog juga. Maaf yak, lagi sendu aja bawaannya jadi pengen nulis di buku langsung dan emm nganuu tumblr juga. Sekian bulan sejak posting terakhir di bulan april, begitu banyak yang terjadi dalam hidup gue. Yailah. Serius deh kali ini. Gue bertemu, dipertemukan, ditinggalkan dan meinggalkan orang-orang yang lalu lalang dalam lembaran hidup gue. Bukankah hidup perkara mengulangi sebuah siklus dan mengambil pelajaran disetiap perputarannya? Jadi, kita akan berputar seperti waktu. Harusnya. Mengekor dibelakang waktu. Namun sayangnya manusia bukanlah sebuah ukuran seperti waktu. Bila hanya berjalan memutar saja, apa bedanya dengan hamster pengerat yang berputar di rodanya?

Selesai ah sok memotivasinya, hidupnya masih berantakan gini, hehe. Untuk saat ini, gue merasa kembali pada jaman jahiliyah. Buruk. Sangat buruk. Berasa lagi luka, korengan, digaruk terus kan sakit. Ahsu...dahlah. Mau dicaci maki kaya gimana pun, Tuhan lebih berhak mencaci maki gue umatNya yang hina ini. Allah always better than anything and everything.

Sekian munculnya Gina dari hibernasinya yang panjang.
Share:

Minggu, 19 Oktober 2014

Susah loh jadi orang tua

Selamat pagi Indonesia bagian kenangan masa lalu mantan! Anggap saja matahari sedang bersiap melintasi permukaan bumi lengkap dengan lini waktu mantan. Hari ini, gue, gina siap bercerita tentang apa saja yang terjadi hari ini. Gak peduli ada yang baca atau enggal. Kalian tetaplah gue paksa baca, xoxoxo.

Sunday is jendelist day out, as usual we're playing and learning something new with the little angels from Turgo Hill. Kali ini, tidak begitu bertema seperti kurikulum sekolah yang semakin membingungkan itu, loh. We're just playing what you like and what you wanna do. Kami bukan sekolah resmi seperti yang seharusnya mereka dapatkan di usia mereka sekarang. Kami hanya mengajak mereka mengetahui yang tidak pernah sekolah berikan.

Jaral tempat kami piknik, bilang saja piknik karena gue merasa sedang punya anak banyak, menggelar taplak meja di rumput dan hahaha hihihi sana kemari. Ada yang sibuk bermain hp, bukan kami tapi adik-adik yang mulai merasakan masa puber. Sibuk ngusilin orang juga ada, kali ini ga usah dibahas yang satu ini. Tapi ada juga yang sudah melewati batasnya sebagai anak. They're doing something bad. Really really bad thing. Harusnya mereka belum mengenal hal seperti itu, namun memang lingkungan mereka yang mengajarkan hal itu.

indulgy.com
Mulai janggal ketika anak-anak ini begitu semangat diajak naik ke bukit. Menurut gue ini bukan sikap mereka seperti biasanya. Gue yang menanggapinya tentu senang dong, asalkan mereka gak macem-macem di atas bukit nanti. Segerombolan anak ini sibuk mau ke tempat yang lebih jauh dari anak yang lain. Jauh dari pengawasan kami juga. You know what? They're bring some cigarattes. Mereka lulus SD pun belum. Ironis banget. Di saat orang tua biasanya melarang anaknya menyentuh barang itu. Mereka di sana? Khususnya 1 orang anak yang cukup kami tandai, malah diperbolehkan orang tuanya. Menurut orang tua anak ini, kamu mau minta rokok boleh asalkan kamu mau kerja sama bapak. Ngangon kambing, ngambil rumput dan lain-lain. Tawaran yang lain dari biasanya dong, ya kan?

Kemudian apakabar dengan anak-anak di tempat lain? Yang memang pandangan mereka hanyalah lulus SMP atau SMA kemudian merumput seperti bapak dan ibu. Kenapa harus aku punya cita-cita? Mungkin begitu pikiran mereka. Tapi memang sepenuhnya ini bukan kesalahan anak dong? Jelas-jelas orang tua yang kurang bisa mengajari anak serta lingkungan yang berdampak buruk buat anak. Anak seumuran mereka menurut gue lagi bagus-bagusnya untul dicetak. Dicetak baik apakah buruk. Jadi, gue yang sudah ngebet nikah berpikir ulang lagi. Sudah siapkah jadi sekolah pertama bagi anak? Punya apa untuk mengajari anak?

Because a good family, start from a good mother.
Share:

Selasa, 16 September 2014

Rindu

Pinterest

Di minggu kedua perkuliahan, iya gue kuliah lagi, sore ini gue pulang hingga matahari tak sempat pamit pulang. Crowded everywhere. Senja yang sendu berusaha mengusik kerinduan. Ada sepasang suami istri yang sudah lanjut usia sedang menyebrang jalan sambil mendorong motornya yang mogok. Entah sedang semellow apa gue, yang diingat langsung ke mamah dan abah. Begitulah gue memanggil 2 pahlawan gue ini.

Pernah gak sih ngerasa iba dengan orang tua yang sudah lanjut usia, sedang berjalan dengan berusaha menggerakkan kakiknya yang semakin lemah dan mudah lelah. Just imagine that, itu akan terjadi pada kedua orang tua kita nanti, dan pada akhirnya kita sendiri yang mengalami.

Gue yang baru merantau jauh dari mereka cuma baru 3 tahun udah empet-empetan bangeeeet nahan rindu dari jogja ke pangkalanbun. Apa jadinya kalo mereka sakit gak ada yang ngurusin? Apa jadinya kalo mereka kesusahan gak ada yang nolongin? Apa jadinya apa jadinya apa jadinya banyak banget ketakutan gue. Kalian gitu juga gak sih? Gue, jauh dari orang tua selain yang ditakutkan karena ga ada duit buat makan juga takut tidak sempat menemani mereka saat benar-benar mereka harus "pulang".

Rindu.
Share:

Kamis, 11 September 2014

Dreams

Pinterest
Jika sudah bicara masa depan? Secara otomatis banget mimpi gue melambung - lambung bagai bakso baru matang di dalam air mendidih. Have you planned it? Yatta!

Kenapa harus takut untuk membuat mimpi sendiri? Seperti kalimat klise yang sering orang bilang, langkah pertama untuk mewujudkan mimpimu adalah terbangun! How can we make dreams come true without sleeping? Mimpi ini bukan bunga tidur, gurls!

Tuhan memberikan banyak jalan bahkan dengan gang alternatifnya untuk sampai pada mimpi-mimpi umatnya. Kita, manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal sehat dibebaskan memilih mimpinya sendiri. Analoginya, kita sama-sama terbuat dari tanah dan segumpal darah juga. Maka adalah kebebasan untuk memilih dan memiliki mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Don't be afraid to fly away with your dreams. But, the first thing you must to do is awake. Balik lagi ke kalimat tadi.

Banyak yang bilang, jangan ketinggian sih kalo mimpi, nanti ketinggian jatuhnya sakit loh. Tapi ada yang tidak kalah menariknya lagi seseorang bilang, setidaknya jika mimpi kita memang setinggi langit, ketika jatuh kita bisa melihat indahnya bintang di langit itu daripada tidak merasakan sakit sama sekali. Tidak ada tujuan hidup.

Gimana cara gue bisa mempunyai mimpi? Bertemanlah dengan mereka yang memiliki semangat menggapai mimpinya. Sering-seringlah berbagi cerita tentang mimpi-mimpi kalian. Walaupun yang lain merendahkan mimpimu, setidaknya akan ada temanu nanti yang merasa bangga mengenalmu yang berhasil menggapai mimpi itu. Mimpi yang pernah kamu ceritakan kepadanya.
Share:

Selasa, 03 Juni 2014

Menjaga Kehormatan Perempuan

Untuk semua laki-laki, yang kelak akan memiliki seorang perempuan sebagai pendamping semasa hidupnya.

 Sebuah tulisan untuk laki-laki.
Pinterest


Karena saya tahu bagaimana rasanya menjadi laki-laki. Saya menulis ini. Ada satu hal yang mungkin perlu kita (sebagai laki-laki) pahamkan dalam diri kita. Terlepas dari apapun kepercayaan yang kita imani, terlepas dari segala pemahaman hidup kita masing-masing. Sudah menjadi kewajiban laki-laki untuk menjaga kehormatan perempuan. Ini lebih utama daripada sekedar menjaga secara fisik.




Laki-laki dan perempuan diciptakan berbeda dan tidak akan pernah sama. Karena sebagai mana ciptaan Allah yang lain. Semua memiliki peran yang berbeda satu sama lain. Tidak saling tumpang tindih atau menghancurkan, tapi semuanya diciptakan untuk saling melengkapi juga menyeimbangkan. Begitu pula laki-laki dan perempuan.


Dalam agama yang saya imani, ada aturan-aturan dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan. Tujuannya pun untuk menjaga kehormatan, tidak hanya salah satu, tapi keduanya. Terlebih islam sangat memuliakan perempuan. 


Apa yang hendak saya sampaikan ini khususnya untuk laki-laki. Dalam interaksi kita kepada perempuan. Kita harus memiliki sikap yang jelas. Ini penting, karena yang kita hadapi tidak hanya perempuan dalam bentuk fisik, tapi juga dalam bentuk perasaan. 


Ketika kita telah mengutarakan niat baik kita kepada perempuan untuk berproses menuju ke jenjang pernikahan. Itu tidak serta merta membuat kita bebas melewati batas, bebas melanggar norma atau aturan. Karena dimata Allah, sejatinya kita bukan siapa-siapa untuk perempuan ini. Ungkapan perasaan kita bukanlah kalimat ijab kabul. Tidak memiliki kekuatan apa-apa dan sangat berisiko melukai perasaan perempuan tersebut bila kita sebagai laki-laki tidak berkomitmen untuk mewujudkannya.


Bila pun saya berproses nanti. Saya berprinsip untuk tidak menyebut nama perempuan yang saya tuju secara sembarangan kepada orang lain ataupun kepada khalayak. Ini menurut saya penting, bukan soal saya tidak mengakuinya. Tapi ini cara saya untuk melindunginya (juga melindungi saya) dari fitnah. Ataupun dari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di depan. Lindungilah kehormatan perempuan dengan tidak menyebut namanya sembarang. Dengan begitu, sang perempuan akan terjaga baik kehormatan ataupun harga dirinya. Dan perempuan akan lebih percaya kepada laki-laki yang bisa menghormatinya dengan baik, tidak hanya setelah pernikahan, tapi jauh sebelum itu. Seorang ayah pasti marah bila ada laki-laki diluar sana yang dengan sembarang menyebut-nyebut anak perempuannya. 


Rahasiakanlah dengan baik sampai pada waktunya tiba. Meski perempuan memang pada dasarnya ingin diakui, tapi kembalikan pertanyaan itu. Diakui sebagai apa? Allah sendiri belum mengakui, bagaimana seseorang bisa mengklaim dia miliku, atau aku milikmu.


Proses yang baik adalah proses yang melibatkan Allah, tidak hanya dalam wujud doa tapi juga menggunakan apa-apa yang Dia rancang, yang Dia tuntunkan dengan baik. Sepanjang laki-laki dan perempuan bisa menjaga diri, keduanya bisa saling menjaga kehormatan. Maka, Allahlah sejatinya yang akan menjaga keduanya sampai pada waktu yang sudah digariskan keduanya berjalan pada satu jalan yang sama. 


Laki-laki harus punya sikap yang jelas. Dan punya prinsip yang baik. Kata teman saya suatu hari, laki-laki harus bisa mengambil keputusan untuk mengambil jalan mana yang akan ditempuh dan baik kepada perempuan. Sebab perempuan akan selalu lebih bermain perasaannya. 


Godaan terbesar kita sebagai laki-laki adalah perempuan. Maka, berkomunikasilah untuk membuat komitmen agar bisa saling menjaga diri dan menjaga kepercayaan satu sama lain. Bahkan, kesetianmu akan diuji jauh sebelum ia menjadi istri kan?


Selamat menjadi laki-laki.



Rumah, 3 Juni 2014 | (c)kurniawangunadi



Share: