Senin, 17 Oktober 2016

The wonder kid, Mike

Holaaaa~

Setelah kurang lebih 6 bulan mengajar di sebuah tempat kursus robotik di Yogyakarta. Gue tentunya dihadapkan dengan tantangan seru berupa sifat anak kecil yang bisa berubah setiap saatnya. Dari sekitar 20an, ada seorang anak yang sejak trial pun sudah membuat gue resah., ciyaaaaaat! Orang-orang bilang ini anak termasuk kategori autis. Tapi gue gak setuju, karena dia gak se-autis yang orang lihat. Who is he? ya! mari kita panggil dia Mike. 11 years old.

Sebelumnya, dari yang gue baca-baca di internet bahwa autis itu memiliki ciri-ciri khusus seperti sulit atau tidak suka berinteraksi dengan orang lain dan banyak lagi. Tapi Mike senang sekali bertanya kalo dia udah penasaran, jadi jauh dari kategori tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Setelah gue browsing-browsing mengandalkan paman google, bahwa Mike termasuk anak ADHD yaitu Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Dari sekian banyak artikel kan gue pusing ya mau menganut mahzab yang mana, jadinya gue akan ceritakan seperti apa Mike, The wonder kid.

Setiap hari minggu adalah jadwalnya Mike les, Mike masuk kelas mekanik makanya ketemu gue. Pertemuan awal cukup membuat gue agak sedikit panik dan gak percaya diri untuk ngajarin Mike ini. Setelah beberapa kali pertemuan, gue mulai menemukan gimana caranya menemani Mike belajar mekanik. Memang butuh trik khusus buat meluluhkan hati Mike ini, hahahahaha. Jujur aja, setiap minggu Mike adalah murid yang gue tunggu-tunggu karena Mike selalu punya banyolan khas yang garing tapi tetep bikin gue ketawa. 

Terus apa sih yang membuat Mike gue juluki The wonder kid?

Mike gak bisa fokus seperti anak lainnya saat dikasih sebuah materi, maka harus diikuti dulu apa maunya dia. Bikin apa atau belajar apa selalu gue tanya dulu, Kalo di tengah-tengah building project dia kesusahan memasang part, maka Mike akan marah dan kesel sendiri. Mike selalu nanya berapa menit lagi waktu yang dia punya untuk ngerjain projeknya, yang padahal dia baru masuk setengah jam yang lalu dan masih ada 1 jam lagi. Untuk memberi instruksi ke Mike, atau mengingatkan dia kalo waktu udah mau habis adalah dengan memegang tangannya *gausah baper woy! wkwkwkwk*. Untuk membuat Mike fokus mendengar instruksi adalah dengan memegang lengannya yang bertubuh besar itu supaya fokus dengan instruksi gue. Mike bukan tipe anak yang mengingat lama yang namanya instruksi "pelan-pelan ya", atau "ayo clean up" dan berbagai instruksi yang hanya sementara itu. Tapi letak istimewanya adalah saat kita beri informasi seperti cara memasang part yang benar dan kuat, fungsi atau cara kerja, dan berbagai pengetahuan yang memang harus dia ingat.

Apa sih yang paling menantang sejauh ini selama ngajar Mike?

Hmm, banyak! hahahah gak cuma Mike, anak-anak lain selalu punya kejutan buat guru-gurunya ya kan? hahahaha. Terkhusus Mike, gue inget waktu kakinya kejepit kursi yang dia dudukin sendiri. Mike ngerasa sakit banget dan mukulin kepalanya sendiri, mukulin meja juga karna itu sakit banget. Gue saat itu antara mau ketawa sama panik untuk meredam emosinya Mike. Mau ketawa karna lucu aja dia keinjek kursinya sendiri :( tapi lebih milih panik sih karna dia ga berenti mukul dirinya sendiri. Tantangan lain adalah saat dia panik waktunya udah bentar lagi, tapi idenya untuk building sesuatu belum tersalurkan. Panik luar biasa, teriak dan heboh marah ke dirinya sendiri. Mukulin kepalanya lagi. Lagi-lagi gue harus menenangkan dia dengan memegang kedua lengannya dan nyuruh Mike tarik nafas.

Kesan - kesannya selama nemenin Mike belajar apa?

Banyaaaaak! hahahaha, yang baru-baru ini yang paling gemesin. Pernah gue buka aplikasi di HP dimana ada tulisan TOEFL dan TOEIC. Penasaranlah dia. Mike bakalan nanyain apa itu TOEFL dan TOEIC ke gue seribu kali. Akhirnya gue membuat cerita receh, bahwa TOEFL dan TOEIC adalah bersaudara. Kemudian Mike randomly nanya gitu, "kamu tau music rock itu adalah musik batu". tik tok tik tok tik tok tik tok. Gue mikir dan bahahahahahah oke ini dia ngajak bercanda. Akhirnya gue menceritakan bahwa Toefl dan Toeic adalah dua bersaudara yang menyukai music rock. Ketika batu tampil dan diam, semua penonton meneriaki si batu. Gue cerita begitu dan mempraktekan orang orang kalo nonton konser kek apa. Mike ketawa ngakak banget. Gue mengutuk kegaringan banyolan gue sendiri dalam hati. Hahahaha. Terus, Mike adalah anak yang tumbuh dengan bahasa kemenggres yang luar biasa lancar, hanya pelafalannya aja yang kadang kurang jelas. Iseng aja gue bilang, kalo gue minta ajarin dia bahasa inggris. Ta-da! Minggu depannya, Mike dateng dengan bawa buku Everyday Science. Dia ngerjain projek, dan gue disuruh baca bukunya. Pernah gue sok kemenggres gitu dan salah pengucapan, Mike selalu ngasih tau pengucapan yang bener. Dan paling gemesnya saat gue bilang, "Mike itu gak bisa, nanti mentok" dan apa jawabannya? "Mentok itu bebek". Dyaaaarrr! Dia gak mau menerima penjelasan gue tentang perbedaan pengucapan mentok dan mentok. *lah apa bedanya?*.

Minggu kemaren, dan beberapa minggu ke belakang, Mike mulai secara random nanya - nanya yang gue juga gatau apa jawabannya. Semakin ngerasa bego aja gue hahahhaa. Semacam nanya, kenapa nama presiden pertama itu tulisannya Soekarno, kemudian 1 ons itu kenapa 100gr padahal 1kg 100gr jadi 1kg sama dg 10ons apa begimana, dan yang paling isengnya adalah kenapa nama gubernur Bali itu namanya I made mangku dan Mike baca dengan pengucapan bahasa Inggris kemudian diartikan menjadi saya membuat mangku. Jikalau gue jawab gak tau, Mike memaksa gue untuk tau. Alhasil gue selalu browsing apa yang Mike pengen tau kalo lagi di kelas. Thanks Uncle Google :')

Dari sekian banyak keunikan Mike yang gue perhatikan, Mike sama seperti anak yang lainnya kok. Penuh rasa ingin tahu, moody, pintar dan suka baca buku. Bahkan Mike tau kalo dia gak boleh banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Aku bisa error, begitu bilangnya. Mike hanya butuh sedikit bantuan dalam hal fokus. Selebihnya, he is the wonder kid

source: Pinterest
Hwaaaaa sorry for super duper long post begini ya! gue hanya berniat bercerita aja tetang keseruan mengajar dan menghadapi anak-anak. Next time, gue akan cerita tentang anak-anak lainnya. Mohon maaf banget kalo ada unsur kesotoyan di dalam postingan ini. CMIIW ^^
Share:

0 komentar:

Poskan Komentar