Minggu, 23 Maret 2014

3 Huruf yang penuh harapan

Hai, I hope great day always comes to my life. Amin. Salah satunya adalah bisa menulis sepagi ini, dengan kondisi badan dan fikiran yang suegeerrrr. Bosen kan kalo nulis cuma malem-malem? Memang sih banyak insiprasinya, tapi di pagi hari juga gak kalah asiknya buat menulis. Senin pagi ini sambil gue nungguin cucian yang lagi di rendam biar rada wangian dikit. Ciye banget gitu gue judulnya rada puitis ya, 3 huruf tapi isinya begitu banyak harapan manusia. Apa coba ?
Do'a
weheartit
DIbalik kata Do'a itu memang menyimpan banyak harapan dan keinginan kan. DI setiap habis solat malam, gue selalu membuat cara doa ini anti mainstream. Tapi ya tetap dengan ajaran islam. Gue selalu mencoba untuk berdoa seperti orang yang seang tsurhat gitu. Karena di sepertiga malam itu, rasanya cuma ada gue dan Tuhan aja. Jadi bayangpun gimana seneng dan asiknya bisa bercerita banyak dengan Sang Maha Kuasa. Karena terkadang ada beberapa do'a yang ga bisa gue lafalkan dengan bahasa arab. Ya mungkin karena gue pada dasarnya belum belajar aja.

Eh tapi tapi ya, pada pernah ngerasain belum sih kekuatan dari sebuah do'a ? Kalo ditanya gitu, jelas pernah. Kamu, bisa sehat seperti sekarang dan bisa kuliah kaya gitu kalo bukan dari do'a apalagi dong ? Iyalah, itu do'a orang tua.

*ini serius ya* Sejak gue sudah mencoba solat malam, memang ada kenikmatan quality time untuk berdoa. Biasanya gue hanya sibuk dan terburu-buru dengan masalah duniawi terus, lupa sama yang sudah ngasih jalan selama hidup di dunia. Do'a memang perantara antara keinginan dan kehendak Allah. Dulu gue sempat mengacuhkan berdo'a. Untuk apa ? emang yakin dikabulkan? ngapain doa? Dan seketika Allah dengan kekuatannya mencubit kecil gue. 

Ternyata, apa yang kita minta memang belum tentu adalah yang terbaik buat hidup kita. Yang Maha Mengetahui memang lebih tau mana yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Klise. Tapi terkadang masih banyak yang susah mengerti kalimat barusan. Berdo'alah dengan caramu sendiri kepada Allah. Dengan begitu, apapun keputusan Allah pasti kita tau jawabannya. Dan hanya Tuhanmu yang pantas untuk dimintai bantuan dan pertolongan. Bahkan dimintai kebahagiaan pun, jika Dia mengijinkan, terjadilah.

Jadi, masih gak yakin sama do'a - do'a yang kamu ucapkan setiap harinya ?
Share:

Karena Aku Mencintaimu

Holla! sebenarnya gue sedikit penasaran dengan puisi yang satu ini. Yang gue tau ada membuat sebuah note di akun jejaring sosialmu. Dan itu terlihat begitu lampau karena dari cara pengetikan masih masa-masa remaja dulu. Tapi, memang kalo dibaca berulang, ingin sekali rasanya ada yang memperlakukan gue persis seperti di puisi ini. Karena pada dasarnya cinta dari Sang Pencipta, dan seharusnya tidak ada yang bisa kita lakukan dengan lawan jenis yang kita sayangi sebelum ijab sah itu ada *ahzeeeeg. Jadi, gini nih isi puisinya ...
Pinterest

Karena Aku Mencintaimu 
Wahai Ukhti…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….
Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

Amin Ya Rabb.
Share:

Selasa, 18 Maret 2014

The Amazing of Tahajud.

source
Alhamdulillah, gue masih bisa posting dengan kesepuluh jari ini. Rabu siang ini, berhubung lagi kosong jadwal ngassdos, dan lagi puyeng sama data sheet jadinya iseng aja mau berbagi cerita nih. Kali ini ceritanya tentang hikmah salat tahajud. Huehehe gak biasanya banget kan gue ini bahas sesuatu yang jelas. Semoga kali ini, mudah dibaca dan agak jelas untuk dimengerti. Rasanya skill bercerita gue agak mulai melemah nih.

Jadi, 8-9 maret lalu, gue dan temen sekelas pergi ke Pantai Pok Tunggal di Gunung kidul yang ceritanya itu sebagai farewell anak TE. Singkat cerita deh, gue takutnya gagal fokus nanti ceritanya, padahal lagi berusaha untuk bercerita dengan jelas huehehe. Ada 1moment setelah games, dimana kita semua cerita tentang apapun yang mau dibagi di depan anak-anak. Ceritakanlah apa yang perlu diceritakan aja, gak harus semua rahasia. Jadilah terbongkar semua apa yang sering menjadi bahan suudzon-an anak-anak selama ini. Gue pun termasuk orang yang sering melakukan ghibah dan bersuudzon sama 3 temen ini. Ternyata setelah cerita-cerita, sebut aja dia Fikha, yang sering kita omongin dan suudzonin ini. Dia orang yang rajin solat Dhuha dan Tahajud. Subhanallah kan? Kemudian Fikha mulai ngajakin gue buat bangun di sepertiga malam buat solat Tahajud juga. Dulu, dia ngerasa sedih banget waktu tau dia di gosipin orang banyak. Di dalam setiap solatnya, khususnya solat tahajud, dia selalu doain kita. Padahal rasanya kelakuan gue dan temen-temen udah ga layak dibalas dengan doa yang baik-baik. Permintaan Fikha terkabul, Allah ngasih waktu untuk dia mengklarifikasi semuanya yang selama ini kita sering umpatkan. Allah memang sayang sama umatNya yang bersabar dan taat.

Akhirnya, Allah membukakan hati gue dan temen-temen. Sekarang, setelah makrab ada rasa lega karena gue sudah tau ceritanya seperti apa dan berhenti untuk menggunjing. Jujur aja, hubungan gue dan fikha sebelum makrab bisa terbilang cukup berjarak. Tapi, berkat doa Fikha di setiap malam, rasanya ada pembuka hati gue aja gitu biar gak gitu lagi sama dia. Bahkan, Fikha sampe sering bangunin gue untuk solat malam.

Lain ceritanya dengan gue. Gue mencoba istiqomah dengan salat tahajud dan dhuha. Kemudian di suatu hari, gue bener-bener lagi seret gak punya duit buat bayar makrab Jendela. Ada sih, tapi nanti gak ada buat ongkosnya jadi sama aja. Seret banget dan ga berani minta lagi ke orang tua karena gue pikir gue terlalu cepat mintanya. Oke, jadi gue tahan dulu, jadinya gue belum minta sama orang tua. Waktu iu, hari Kamis gue udah kebingungan nyari pasokan dana, ga mau minjem juga. Plum! Ada bbm dari temen gue, yang bilang kalo honor co-trainner bulan september lalu sudah bisa diambil. Antara seneng sama bingung. Karna ada 1 hal yang agak ngeraguin gue, gue dapet apa enggak honornya itu. Nah Jumatnya, setelah gue konfirmasi akhirnya gue berhak dapet juga honor itu. Alhamdulillahnya sampek berkali - kali deh. Malamnya sebelum jumat itu, gue selesai solat tahajud sampek berdoa. Ya Allah jika memang uang itu rezekiku, mudahkanlah aku memperolehnya. Dan kun fayakun, Allah ngasih rezeki itu buat gue dan gue ga jadi minta lagi ke orang tua dan tentunya gue gak minjem juga ke orang lain.

Nah, jadi hikmahnya luar biasa buanyak banget loh dari solat Tahajud. Karena di sepertiga malam itulah, pintu doa dibuka dan InsyaAllah terkabul. Tapi jangan sampai kita melakukan Tahajud karena ingin kebahagiaan di duniawi aja loh. Tapi harus berusaha ikhlas karena Allah. Jadinya, gue kalo gak solat 1 malem aja rasanya kesel banget. Ada yang hilang. Gak lebay sih, tapi emang gitu loh rasanya. Sengantuk dan secapek apapun kamu, akan selalu ada waktunya kamu bersama Allah.
Selamat mencoba !
Share:

Senin, 10 Maret 2014

My Superb Trip!

Sunset Pantai Pok Tunggal
Ada yang kita nantikan bersama, Liburan. Liburan kali ini ke Panti Pok Tunggal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dan kali ini gue bersama teman sekelas, anak-anak konsentrasi elektronika. Jam 13.00 meluncurlah Squad of Electronics dari kampus ke Pantai Pok tunggal, kuran lebih 2 jam jarak tempuhnya. Pantai di daerah gunung kidul ini gak kaya pantai biasanya jalan yang kita tempuh. Jalannya lebih mirip kaya masuk ke daerah pegunungan. Karena letak pantainya ada di belakang bukit, jadi jalannya pun berliku-liku. Sesampainya di Pok Tunggal, yang ditunggu - tunggu dateng juga. Matahari terbenam. Bisa menyaksikan matahari benar-bnar tenggelam itu rasanya nggalauin bangets, hahaha. Sambil nunggu sunset, tetep dong gak mau kalah sama mas Brad pitt sama Angelina Jollie. Selfie dulu pinggir pantai, mumpung surut juga air lautnya. Dan FYI aja, pantai yang satu ini kalo lagi surut batu karangnya keliatan banget sama ikan-ikan kecil, bulu babi sama bintang lautnya juga.
Selfie everywhere
Karena kami tidak mau ketinggalan dengan trend yang kekinian. Jadi pinggir pantai pun harus selfie. Baru deh abis magrib mulai tenda di bangun, ada 4 tenda dom yang kita pakek, 2 tenda cewek dan 2 tenda cowok. Udah siap juga spot buat bakar-bakaran, yaa bakar apa kek, bakar kenangan. Sesinya setelah solat Isya nih, ada bakar-bakar ikan. Kita beli Ikan tuna, tebel tebel gitu dagingnya. Udah gak terkendali banget kalo nemu makanan. Crowded ditambah gelap-gelapan sama kencengnya suara deburan ombak.
aaa mahasiswa tingkat akhir
Yang paling ditunggu ya api unggun. Dimana gue sudah punya cadangan games, tapi ya gitu udah direncanain mah tetep aja gak sesuai. Akhirnya di sesi malem itu suasana yang cocok buat tsurhat. 1 per satu mulai kbuka nih kejujurannya lewat games Truth or Dare. Kebanyakan ya milih dare, dan tantangannya adalah disuruh milih truth. Maksa banget pengen kepo. Well, finally everybody told anything. Karena dari situ gue menyadari, komunikasi memang yang paling penting. Dan juga memaafkan, the hard thing to try. Akhirnya segala kesimpang siuran info yang beredar sudah dikonfirmasi. Sudah saling memaafkan. SUdah saling merangkul satu sama lain. Karena jujur aja kondisi kelas gue itu selama 2 semester dingin banget. Dan mencair setelah sesi tsurhat malem itu.

Sayangnya gue mendapati musibah, kaki yang agak mulus ini tanpa sengaja nginjek pasir yang masih panas. Pasir ini posisnya dipinggir tempat bakar-bakar tadi malam. Alhasil telapak kaki gue pun melepuh.

But, I love that place. So many stories in there. About us or you.
Share:

Kamis, 20 Februari 2014

Menghadapi perpisahan

Hai, sekian lama gue tidak mengumbar - ngumbar aib gue disini. Tsurhat maksudnya. Rasanya ini sama seperti saat orang putus cinta, ya iya memang gue lagi putus cinta kalik. Namanya masa muda, jatuh cinta dan patah hati itu paketannya.

Posting sebelumnya, gue sok-sokan bahas soal cinta. Harusnya orang lagi patah hati itu pasti banyak posting galaunya. Dulu sih gitu, galau abis langsung curhat di blog. Sekarang? Nangis aja gue di pojokan. Soalnya kalo gue cerita di blog, nangisnya lebih kenceng. Hihihi. Mengenai patah hati. Ada hal-hal yang harus siap kalian hadapi saat kalian mengalami ini. Khususnya, abis putus ya. Bukan ditolak, di cuekin ataupun di selingkuhin. Tapi kasus kali ini gue akan bahas mengenai persiapan lo menghadapi patah hati karena harus putus dengan pacar. Memang, ga ada yang tau selanggeng apa hubungan kalian. Mayan, buat mengantisipasi aja. Check this out!

Pinterest
Pertama, buat kalian cewek carilah teman curhat yang biasanya kalian curhatin. Karena bercerita sambil nangis itu membantu sekali loh untuk meringankan rasa sakitnya. Cause shared a sorrow is a half sorrow. Berceritalah sepuasnya sampek airmata yang ga pernah lu keluarin itu keluar semua. Karena yang gue tau, putus itu pasti dalam keadaan masih sayang. Apapun alasannya, salah satu dari 2orang itu pasti ada yang masih sayang. So do I.

Kedua, karena sudah merasa lumayan lega. Bersiaplah untuk menghadapi berbagai pertanyaan dari temen yang udah tau kalo lo putus sama si dia. Pertanyaan paling ngeselin dan pasti ditanyain adalah kok bisa? Lo putus gara gara apa?. Well, it hurts a little. Ini menurut gue agak berat, karena gue rasa ini bukan urusan orang dan kurang lebih merupakan aib. Ya cukup ceritakan sama temen yang dipercaya aja, gausah semua temen deket lu juga. Ceritakanlah secukupnya.

Ketiga, bersiaplah untuk merasa kalo lo belum rela kalo putus. It's called as galau. Everybody knows, yang namanya galau pasti nulis nulis ga jelas. Gue sarankan sekali untuk tidak berbagi galau lewat tweet-tweet ditengah malam. Sebaiknya lakukanlah seperti gue. Hahahahahaha! Ya! Menulislah apapun di blog atau tumblr supaya lo bisa curhat sepanjang apapun tanpa harus pusing memikirkan komentar orang lain tentang galaunya elo. Ini sangat me-le-ga-kan. Try it.

Keempat, sebenernya ini harusnya yang paling pertama. Ucapkan alhamdulillah karena lo bisa terlepas dari lingkaran syetan. Siapapun tau bahwa pacaran bukanlah yang diridhoi oleh Allah ya kan? Ini memang jaraaang banget dan bahkan ini langka dilakukan muda mudi saat ini. Ketahuilah, ketika kita meninggalkan yang haram maka kita akan mendapatkan yang halal.

Kelima, ini yang harus lo lakuin. Dan lagi - lagi jarang dilakukan muda - mudi. Meminta dilapangkan dada kepada Allah. Ini proses paling luaaarrrr biasa. Sekalianlah minta, kalo memang jodoh ya pertemukan lagi dalam keadaan lebih baik, kalo nggak ya pertemukan dengan yg jauh lebih baik dari dia. Memang berat, beraaaaat banget. Tapi minta sama Sang Pemilik Hati itu lebih menjanjikan daripada terus menangisi.
Nah itu dia, tahap tahap setelah kalian putus. Selanjutnya akan gue bahas gimana move on yang ampuh. Walaupun gue yakin belum tentu ampuh karena gue belum bisa juga *duh.
Share:

Sabtu, 15 Februari 2014

Sok-sok cerita tentang cinta

Pinterest
Selamat malam, minggu. Sabtu malam yang dipenuhi dengan pasangan-pasangan muda yang sedang di mabuk cinta. Berpelukan seakan sampai mati akan terus bersama yang ia peluk, menebar senyum karena senangnya minta ampun merasakan hangatnya tangan yang kita cintai. Bercerita. Tertawa. Mengabadikan kenangan. Setau itu ya gue? Jelas. Karena gue juga mengalami fase - fase saat di mabuk cinta. Bahkan gue merasakan itu sejak SMP kelas 3. Well, karena orang bilang Februari adalah bulan penuh cinta. Maka, gue selaku pencari cinta akan membahas dengan sekenanya dan senaknya tentang cinta. Lebih tepatnya perlakuan cinta muda-mudi Indonesia.

Dulu, waktu gue masih SMP kelas 7, gue suka sama salah satu pemain favorit tim basket sekolah gue. Karena pada saat itu lelaki yang menggunakan baju basket yang kedodoran dengan ketek kemana-mana, sepatu yang berdecit di lapangan basket adalah sebuah ciptaan Tuhan yang keren. Ya, pada saat itu sih. Akhirnya gue menyukailah 1 lelaki kampret 1 ekstrakulikuler sama gue, salah satu anak akselerasi yang bawel dan ga ganteng sama sekali *ditabok orangnya*. Dapet 9 bulan lamanya jatuh cinta ala anak SMP yang ternyata masih agak bertepuk sebelah tangan. Gue putus. Pacaran berasa LDR karena gue gak pernah jalan layakanya anak muda pacaran.

Masuk SMA, yang menurut gue ini sudah mulai beranjak jadi anak keren karena boleh bawa HP ke sekolah. Kelas 10, lagi lagi suka sama kakak kelas, kali ini bukan yang demen liatin keteknya, yang ini berjanggut bagai saudagar dari Arab. Yang sekarang jadi reporter sebuah stasiun tv swasta, gue sbut dia adalah Ranger Kuning. Tapi cerita gue dengan kakak yang satu itu lagi -lagi bertepuk sebelah tangan. Yang penting pernah ngerasain dianterin pulang naik motornya. Sukses move on, karena ada yang baru. Kali ini teman sekelas gue. Tukang pulsa yang pada saat itu juga belum bisa naik motor ke sekolah. Jadilah pacaran di kelas, duduk sebangku, pegangan tangan lagi belajar. Entah kenapa, cinta gue kali ini selalu bersemi di pantai pangandaran. Selalu. Cuma dapet 4 bulan aja akibat gue yang dinyatakan resmi menyukai lakik lain dengan seorang kakak kelas yang 1 organisasi. Cukup kalut dan kemelut bisa pacaran sama yang tadinya temen ini. Gue lumayan menguras energi. Selesai, jadianlah kita pada tanggal yang semau kita, jam semau kita pulak. By request semua. Karena dulu ada gosip yang bilang akan kiamat tahun 2012 tanggal 21 desember 2012. Maka kita pilih tanggal itu dan jam 12.50. Memang kalo sama temen yang itu itu bedanya dia bukan kaya pacar, tapi ya temen. Ah sudahlah gue takut lama-lama bahasnya *takut kenapa lau?. Putuslah karena jarak dan sepertinya ga akan ada ruang dan waktu yang mempertemukan gue dengan dia.

Yeay, masuk kuliah! Pastinya ada cerita cinta baru. 1 tahun 1 kecengan hahahaha. semester 1, masih stuck dengan teman semasa ospek. Semester 2 mulai move on dengan salah satu asdos koplak gara-gara keseringan becandaan doang namun perjuangan gue kandas karena dia sudah memilih dan memiliki yang jelas cantiknya jauh dari gue. Kepayahan gue semakin kronis. Di akhir semester 2 menuju semester 3, ada rasa penasaran mau kenal sama anak robot. Gue mulai kepo dengan orang yang padahal jarang mandi ini. Ternyata sudah punya seseorang di sana. Baiklah. Jadilah gue malah terperosok dalam lingkar setan. He broke up, dan kusambut dengan hati yang lapang.

Capek juga ya putus sambung, macam ingus yang dihisap lagi. Selesainya cerita cinta gue bersama lelaki lelaki tadi dicukupkan sekian. Kali ini, dalam rangka menyambut Lugina yang baru, InsyaAllah gue akan menahan nafsu hingga waktunya tiba untuk menjadi yang halal. Ahzeeeg! Adalah rintangan yang luar biasa untuk menahan perasaan untuk tidak terjerumus lagi melakukan pacaran. 

Kemudian, dari fase-fase yang gue alami dari SMP mengenai Cinta, pada akhirnya Cinta yang sebenarnya akan berujung dan kembali lagi kepada Sang Pemilik Cinta, Allah SWT. Banyak banget yang pengen dan bilang kalo mau berujung sampai nikah dengan pacar-pacar kesayangannya. Maka, kalo dipikir-pikir lagi apakah mungkin sesuatu yang diawali dengan yang haram akan berakhir dengan sesuatu yang halal? Walaupun pada akhirnya akan tetap bersama, tentunya ada efek dari haramnya itu. 
Simpanlah cintamu, untuk nantinya kau berikan pada seseorang yang mencintaimu karena-Nya.

*mohon maaf atas penyebutan nama secara frontal. dan maaf ini posting agak weird*
Share:

Selasa, 11 Februari 2014

My Sadbruary

Pinterest
Ini bukan menyangkut hari kasih sayang yang dihebohin anak-anak seumuran gue. Di awal februari ini, ada yang meruntuhkan tanggul air mata gue.

Di akhir pekan yang begitu pekat dengan rapat dan kesibukan menjelang melepas peri-peri Sapen. Ada terbesit suatu niat yang dimata Allah adalah pilihan yang tepat untuk jauh dari berdosa. Karena ketika kita meninggalkan suatu yang haram, maka kelak akan mendapatkan yang halal. Gue langsung mengutarakan hal itu via chat. Karena hanya akan menyiksa diri gue aja kalo harus berbicara langsung. Baik, keputusan yang sudah matang dan ini memang baik buat semuanya. Jalan yang strategis menuju jalan yang Allah ridhoi. Ada saatnya kita harus melepas walaupun ikatannya begitu kuat dan erat. Karena Yang Maha Mengetahuilah orang ity tepat atau tidak buat hambaNya. Kurang lebih seperti itu. Tanggul airmata gue, kemudian rutuh perlahan dan rasanya awan mendung menggelayut manja di wajah gue waktu itu.

Belum selesai urusan dengan takdir, gue harus mengatur 25 anak untuk bisa menari bersama dan kompak di depan orang tuanya. Berat sekali rasanya untuk menutupi rasa sakit. Ya sakit di hati atau di badan. Jangan sampai anak orang kena gue damprat, jangan sampai. Pokoknya hari itu, unconditionally banget. Crowded. Tiba juga saatnya anak-anak tampil di panggung. Itu kejutan terindah pertama gue bertemu dengan peri-peri kecil ini. Mereka menari dengan kompak dan semangat. Entah harus meluap kemanakah air mata gue saat itu. Sampai pada akhirnya temen-temen jendelist bernyanyi bersama anak-anak Sapen. Lagu cinta untuk mama di depan mama-mama tersayang. Adalah sebuah kebahagian ketika adik-adik sapen menangis sambil memeluk kakak-kakaknya. Sedih karena mau ditinggal. Ada rahmat, yang ngakunya kelilipan sambil meluk Mbak Mika padahal lagi nangis. Ada juga Jelita si gendut luar biasa imut yang wajah nangisnya bikin orang pengen meluk sambil nangis. Ada Sami si keriting dari Papua yang bandel minta ampun tapi tetep nangis juga.

Merinding banget waktu gue liat mereka ngirim surat untuk para jendelistnya dan membuat gambar wajah-wajah kami. Laras, yang paling tua di Squad Sapen yang membuatnya. Belum lagi pesan orangtua, "Mbak dia jadi lemes seharian garagara kakak jendela ga datang lagi kesini". Memang gue mendapatkan double farewell di bulan ini. It's a Sadbruary. But I won't give up. Merasa di recharge lagi oleh kalian-kalian dan juga ditambah gue bisa pulang ke rumah. So, let's make this month for the start my happiness life.
Share:

Minggu, 02 Februari 2014

Ledre Cafe

Huidih jarang jarang kan gue share tempat tempat saik yang pernah gue kunjungin. Jogja as you know, memang kota pelajar dan kota pariwisata. Tapi gue kasih award satu lagi untuk Jogja, kota ter-nongkrong-abis. Thats why I choose the title is Ledre Cafe.

Ciocolate
Namanya juga cafe, yang disajikan di menunya paling utama ya kopi. Banyak yang unik disini, sayangnya memang sepi aja tempatnya. Tapi justru karena sepi itulah gue dan anak jendelist lain bisa bebas kesana kemari. Tempatnya ini gue kurang tau jalan apa, tapi setau gue di daerah pertigaan pandega. Pas belokan.

Disana gue ga pesen kopi, karena memang gue belum menemukan titik nikmatnya meminum kopi. Gue pilih Ciocolate. Kagak, gue kaga typo. Emang namanya imut imut gitu seimut yang disajikan. Liat aja tuh cangkirnya seteguk doang. Isinya itu coklat agak kental diatasnya pake es krim vanila. Harganya 10.000 cukup kecewa dengan porsinya yang nyenggol tenggorokan. Tapi emang enaaaak sih.

Spagheti Bolognaise
Dengan brutalnya gue pilih makanan eropa yang satu ini. Spagheti Bolognaise. Lagi lagi gue sedih dengan porsi yang disajikan begitu seiprit. Tapi gak ngerti lagi sama creamnya yang alamaaaaak pengen nambah lagi. Memang sengaja banget sih bikin yang makan penasaran pengen nambah lagi. Harganya lumayan, 18.000. Ada juga yang mesen Ice Blend Greentea enyaaak bangeet. Atau gak Kaliurang. Itu memang nama salah satu daerah di Jogja dan nama jalan. Tapi kaliurang yang ini adalah jus sayur. Sayurnya saosin, setelah gue minum rasanya jadi lemon banget. Enak.

Sebelum makanan dan minuman datang, gue dan yang lainnya menikmati empuknya kursi di Ledre Cafe ini dan sebuah lukisan dinding yang cocok untuk spot narcism. Seperti yang gue foto ini, kalo bisa ambil sudutnya yang pas kita bisa keliatan bener2 lagi dipinggir jalan pertokoan gitu. So adorable.
So, overall. Harganya sangat sesuai dengan rasanya walaupun gak sesuai porsinya. Recomended banget buat Spagheti Bolognaise sama Ice blend Greenteanya.
Share:

Sabtu, 01 Februari 2014

My First Liqo

Pinterest
Sebelumnya orang orang disibukkan dengan membuat sebuah resolusi di awal tahunnya. Tentunya dengan harapan bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan membuat daftar daftar perubahan yang mereka buat. Gue memang belum sempat membuat dan menuliskan resolusi gue secara rinci. Tapi di posting sebelumnya, itu dia yang harus gue dapatkan di 2014.

Ini pengalaman pertama bagi seorang lugina yang hidup di sarang penyamun menggunakan rok, membaca 1juz/hari, solat tepat waktu, puasa daud dan lain-lain. Bukan masalah ingin riba. Tapi, setidaknya gue mencoba membagi cerita aja. Ini semua hasil dari usaha gue mendekatkan diri dengan-Nya. Kapan lagi gue mau mulai kalo ga sekarang juga. Jadi liqo adalah semacam mengaji bersama - sama. Dan tentunya kita hanya sesama akhwat saja. Mengaji disini adalah tidak hanya membaca Al-Quran tapi juga belajar ilmu islam. Murobi (read-guru) gue super banget, Mbak Ida yang sudah dikaruniai 2gadis kecil ini kalo menyampaikan materi selalu menyenangkan. Membuat gue juga merasa menyenangkan bisa belajar bersama waktu liqo.

Bayangan kebanyakan orang, ikut liqo seperti ini membosankan. Gak bisa tertawa dan bercanda. Harus sepi dan sunyi resmi acaranya. Dan ditempat liqo ini, sama sekali gak kaya gitu. Kalo ada yang lucu ya ketawa aja. Namun memang di saat serius ya harus serius mendengarkan materi. Tapi gue masih bisa tuh tertawa terbahak-bahak waktu liqo. Ga ada yang menatap gue sinis gara2 ketawa.Seriously I'm glad to join this Liqo. Ada semangat baru setiap minggunya, sebelumnya gue bahkan ga pernah sesemangat ini kalo belajar. Apalagi belajar ilmu Islam. Yang jaman sekarang ini makin menipis ilmunya di kalangan anak muda.

So please, mari dekati Allah yang Maha Segalanya. Bukan hanya jodohmu yang didekati. Tapi dekatilah yang menciptakan jodomu itu. *ahzeeeeg*
Share:

Selasa, 21 Januari 2014

Dari Turgo hingga Sapen

"Naik kereta api, tut..tut..tut.. siapa hendak turut, ke Turgo lalu Sapen, bolehlah ikut dengan gembira."
Pinterest

Ya, weekend kali ini di sponsori penuh oleh Komunitas Jendela! Di Sabtu siang yang mendung - mendung tanggung sama sekali tidak mengurungkan niat para Jendelist untuk bertemu dan berbagi dengan peri-peri kecil di Turgo kaki Gunung Merapi. Kalo di tanya, Turgo itu Jalan Kaliurang kilometer berapa sih? Udah gak ada kilometer-kilometeran lagi cooy, udah dikit lagi mentok merapi. Dingin banget disambung gerimis yang manis bikin meringis kedinginan. Dyar! waktu masuk ke sebuah ruangan salah satu PAUD yang kita pake untuk kegiatan hari itu dipenuhi dengan anak-anak yang siap bermain dan belajar bareng Jendelistnya. Ternyata ada hampir 39 orang yang antusias banget ikut acara ini. Ada siapa aja mereka?
Share: