Kamis, 20 Februari 2014

Menghadapi perpisahan

Hai, sekian lama gue tidak mengumbar - ngumbar aib gue disini. Tsurhat maksudnya. Rasanya ini sama seperti saat orang putus cinta, ya iya memang gue lagi putus cinta kalik. Namanya masa muda, jatuh cinta dan patah hati itu paketannya.

Posting sebelumnya, gue sok-sokan bahas soal cinta. Harusnya orang lagi patah hati itu pasti banyak posting galaunya. Dulu sih gitu, galau abis langsung curhat di blog. Sekarang? Nangis aja gue di pojokan. Soalnya kalo gue cerita di blog, nangisnya lebih kenceng. Hihihi. Mengenai patah hati. Ada hal-hal yang harus siap kalian hadapi saat kalian mengalami ini. Khususnya, abis putus ya. Bukan ditolak, di cuekin ataupun di selingkuhin. Tapi kasus kali ini gue akan bahas mengenai persiapan lo menghadapi patah hati karena harus putus dengan pacar. Memang, ga ada yang tau selanggeng apa hubungan kalian. Mayan, buat mengantisipasi aja. Check this out!

Pinterest
Pertama, buat kalian cewek carilah teman curhat yang biasanya kalian curhatin. Karena bercerita sambil nangis itu membantu sekali loh untuk meringankan rasa sakitnya. Cause shared a sorrow is a half sorrow. Berceritalah sepuasnya sampek airmata yang ga pernah lu keluarin itu keluar semua. Karena yang gue tau, putus itu pasti dalam keadaan masih sayang. Apapun alasannya, salah satu dari 2orang itu pasti ada yang masih sayang. So do I.

Kedua, karena sudah merasa lumayan lega. Bersiaplah untuk menghadapi berbagai pertanyaan dari temen yang udah tau kalo lo putus sama si dia. Pertanyaan paling ngeselin dan pasti ditanyain adalah kok bisa? Lo putus gara gara apa?. Well, it hurts a little. Ini menurut gue agak berat, karena gue rasa ini bukan urusan orang dan kurang lebih merupakan aib. Ya cukup ceritakan sama temen yang dipercaya aja, gausah semua temen deket lu juga. Ceritakanlah secukupnya.

Ketiga, bersiaplah untuk merasa kalo lo belum rela kalo putus. It's called as galau. Everybody knows, yang namanya galau pasti nulis nulis ga jelas. Gue sarankan sekali untuk tidak berbagi galau lewat tweet-tweet ditengah malam. Sebaiknya lakukanlah seperti gue. Hahahahahaha! Ya! Menulislah apapun di blog atau tumblr supaya lo bisa curhat sepanjang apapun tanpa harus pusing memikirkan komentar orang lain tentang galaunya elo. Ini sangat me-le-ga-kan. Try it.

Keempat, sebenernya ini harusnya yang paling pertama. Ucapkan alhamdulillah karena lo bisa terlepas dari lingkaran syetan. Siapapun tau bahwa pacaran bukanlah yang diridhoi oleh Allah ya kan? Ini memang jaraaang banget dan bahkan ini langka dilakukan muda mudi saat ini. Ketahuilah, ketika kita meninggalkan yang haram maka kita akan mendapatkan yang halal.

Kelima, ini yang harus lo lakuin. Dan lagi - lagi jarang dilakukan muda - mudi. Meminta dilapangkan dada kepada Allah. Ini proses paling luaaarrrr biasa. Sekalianlah minta, kalo memang jodoh ya pertemukan lagi dalam keadaan lebih baik, kalo nggak ya pertemukan dengan yg jauh lebih baik dari dia. Memang berat, beraaaaat banget. Tapi minta sama Sang Pemilik Hati itu lebih menjanjikan daripada terus menangisi.
Nah itu dia, tahap tahap setelah kalian putus. Selanjutnya akan gue bahas gimana move on yang ampuh. Walaupun gue yakin belum tentu ampuh karena gue belum bisa juga *duh.
Share:

Sabtu, 15 Februari 2014

Sok-sok cerita tentang cinta

Pinterest
Selamat malam, minggu. Sabtu malam yang dipenuhi dengan pasangan-pasangan muda yang sedang di mabuk cinta. Berpelukan seakan sampai mati akan terus bersama yang ia peluk, menebar senyum karena senangnya minta ampun merasakan hangatnya tangan yang kita cintai. Bercerita. Tertawa. Mengabadikan kenangan. Setau itu ya gue? Jelas. Karena gue juga mengalami fase - fase saat di mabuk cinta. Bahkan gue merasakan itu sejak SMP kelas 3. Well, karena orang bilang Februari adalah bulan penuh cinta. Maka, gue selaku pencari cinta akan membahas dengan sekenanya dan senaknya tentang cinta. Lebih tepatnya perlakuan cinta muda-mudi Indonesia.

Dulu, waktu gue masih SMP kelas 7, gue suka sama salah satu pemain favorit tim basket sekolah gue. Karena pada saat itu lelaki yang menggunakan baju basket yang kedodoran dengan ketek kemana-mana, sepatu yang berdecit di lapangan basket adalah sebuah ciptaan Tuhan yang keren. Ya, pada saat itu sih. Akhirnya gue menyukailah 1 lelaki kampret 1 ekstrakulikuler sama gue, salah satu anak akselerasi yang bawel dan ga ganteng sama sekali *ditabok orangnya*. Dapet 9 bulan lamanya jatuh cinta ala anak SMP yang ternyata masih agak bertepuk sebelah tangan. Gue putus. Pacaran berasa LDR karena gue gak pernah jalan layakanya anak muda pacaran.

Masuk SMA, yang menurut gue ini sudah mulai beranjak jadi anak keren karena boleh bawa HP ke sekolah. Kelas 10, lagi lagi suka sama kakak kelas, kali ini bukan yang demen liatin keteknya, yang ini berjanggut bagai saudagar dari Arab. Yang sekarang jadi reporter sebuah stasiun tv swasta, gue sbut dia adalah Ranger Kuning. Tapi cerita gue dengan kakak yang satu itu lagi -lagi bertepuk sebelah tangan. Yang penting pernah ngerasain dianterin pulang naik motornya. Sukses move on, karena ada yang baru. Kali ini teman sekelas gue. Tukang pulsa yang pada saat itu juga belum bisa naik motor ke sekolah. Jadilah pacaran di kelas, duduk sebangku, pegangan tangan lagi belajar. Entah kenapa, cinta gue kali ini selalu bersemi di pantai pangandaran. Selalu. Cuma dapet 4 bulan aja akibat gue yang dinyatakan resmi menyukai lakik lain dengan seorang kakak kelas yang 1 organisasi. Cukup kalut dan kemelut bisa pacaran sama yang tadinya temen ini. Gue lumayan menguras energi. Selesai, jadianlah kita pada tanggal yang semau kita, jam semau kita pulak. By request semua. Karena dulu ada gosip yang bilang akan kiamat tahun 2012 tanggal 21 desember 2012. Maka kita pilih tanggal itu dan jam 12.50. Memang kalo sama temen yang itu itu bedanya dia bukan kaya pacar, tapi ya temen. Ah sudahlah gue takut lama-lama bahasnya *takut kenapa lau?. Putuslah karena jarak dan sepertinya ga akan ada ruang dan waktu yang mempertemukan gue dengan dia.

Yeay, masuk kuliah! Pastinya ada cerita cinta baru. 1 tahun 1 kecengan hahahaha. semester 1, masih stuck dengan teman semasa ospek. Semester 2 mulai move on dengan salah satu asdos koplak gara-gara keseringan becandaan doang namun perjuangan gue kandas karena dia sudah memilih dan memiliki yang jelas cantiknya jauh dari gue. Kepayahan gue semakin kronis. Di akhir semester 2 menuju semester 3, ada rasa penasaran mau kenal sama anak robot. Gue mulai kepo dengan orang yang padahal jarang mandi ini. Ternyata sudah punya seseorang di sana. Baiklah. Jadilah gue malah terperosok dalam lingkar setan. He broke up, dan kusambut dengan hati yang lapang.

Capek juga ya putus sambung, macam ingus yang dihisap lagi. Selesainya cerita cinta gue bersama lelaki lelaki tadi dicukupkan sekian. Kali ini, dalam rangka menyambut Lugina yang baru, InsyaAllah gue akan menahan nafsu hingga waktunya tiba untuk menjadi yang halal. Ahzeeeg! Adalah rintangan yang luar biasa untuk menahan perasaan untuk tidak terjerumus lagi melakukan pacaran. 

Kemudian, dari fase-fase yang gue alami dari SMP mengenai Cinta, pada akhirnya Cinta yang sebenarnya akan berujung dan kembali lagi kepada Sang Pemilik Cinta, Allah SWT. Banyak banget yang pengen dan bilang kalo mau berujung sampai nikah dengan pacar-pacar kesayangannya. Maka, kalo dipikir-pikir lagi apakah mungkin sesuatu yang diawali dengan yang haram akan berakhir dengan sesuatu yang halal? Walaupun pada akhirnya akan tetap bersama, tentunya ada efek dari haramnya itu. 
Simpanlah cintamu, untuk nantinya kau berikan pada seseorang yang mencintaimu karena-Nya.

*mohon maaf atas penyebutan nama secara frontal. dan maaf ini posting agak weird*
Share:

Selasa, 11 Februari 2014

My Sadbruary

Pinterest
Ini bukan menyangkut hari kasih sayang yang dihebohin anak-anak seumuran gue. Di awal februari ini, ada yang meruntuhkan tanggul air mata gue.

Di akhir pekan yang begitu pekat dengan rapat dan kesibukan menjelang melepas peri-peri Sapen. Ada terbesit suatu niat yang dimata Allah adalah pilihan yang tepat untuk jauh dari berdosa. Karena ketika kita meninggalkan suatu yang haram, maka kelak akan mendapatkan yang halal. Gue langsung mengutarakan hal itu via chat. Karena hanya akan menyiksa diri gue aja kalo harus berbicara langsung. Baik, keputusan yang sudah matang dan ini memang baik buat semuanya. Jalan yang strategis menuju jalan yang Allah ridhoi. Ada saatnya kita harus melepas walaupun ikatannya begitu kuat dan erat. Karena Yang Maha Mengetahuilah orang ity tepat atau tidak buat hambaNya. Kurang lebih seperti itu. Tanggul airmata gue, kemudian rutuh perlahan dan rasanya awan mendung menggelayut manja di wajah gue waktu itu.

Belum selesai urusan dengan takdir, gue harus mengatur 25 anak untuk bisa menari bersama dan kompak di depan orang tuanya. Berat sekali rasanya untuk menutupi rasa sakit. Ya sakit di hati atau di badan. Jangan sampai anak orang kena gue damprat, jangan sampai. Pokoknya hari itu, unconditionally banget. Crowded. Tiba juga saatnya anak-anak tampil di panggung. Itu kejutan terindah pertama gue bertemu dengan peri-peri kecil ini. Mereka menari dengan kompak dan semangat. Entah harus meluap kemanakah air mata gue saat itu. Sampai pada akhirnya temen-temen jendelist bernyanyi bersama anak-anak Sapen. Lagu cinta untuk mama di depan mama-mama tersayang. Adalah sebuah kebahagian ketika adik-adik sapen menangis sambil memeluk kakak-kakaknya. Sedih karena mau ditinggal. Ada rahmat, yang ngakunya kelilipan sambil meluk Mbak Mika padahal lagi nangis. Ada juga Jelita si gendut luar biasa imut yang wajah nangisnya bikin orang pengen meluk sambil nangis. Ada Sami si keriting dari Papua yang bandel minta ampun tapi tetep nangis juga.

Merinding banget waktu gue liat mereka ngirim surat untuk para jendelistnya dan membuat gambar wajah-wajah kami. Laras, yang paling tua di Squad Sapen yang membuatnya. Belum lagi pesan orangtua, "Mbak dia jadi lemes seharian garagara kakak jendela ga datang lagi kesini". Memang gue mendapatkan double farewell di bulan ini. It's a Sadbruary. But I won't give up. Merasa di recharge lagi oleh kalian-kalian dan juga ditambah gue bisa pulang ke rumah. So, let's make this month for the start my happiness life.
Share:

Minggu, 02 Februari 2014

Ledre Cafe

Huidih jarang jarang kan gue share tempat tempat saik yang pernah gue kunjungin. Jogja as you know, memang kota pelajar dan kota pariwisata. Tapi gue kasih award satu lagi untuk Jogja, kota ter-nongkrong-abis. Thats why I choose the title is Ledre Cafe.

Ciocolate
Namanya juga cafe, yang disajikan di menunya paling utama ya kopi. Banyak yang unik disini, sayangnya memang sepi aja tempatnya. Tapi justru karena sepi itulah gue dan anak jendelist lain bisa bebas kesana kemari. Tempatnya ini gue kurang tau jalan apa, tapi setau gue di daerah pertigaan pandega. Pas belokan.

Disana gue ga pesen kopi, karena memang gue belum menemukan titik nikmatnya meminum kopi. Gue pilih Ciocolate. Kagak, gue kaga typo. Emang namanya imut imut gitu seimut yang disajikan. Liat aja tuh cangkirnya seteguk doang. Isinya itu coklat agak kental diatasnya pake es krim vanila. Harganya 10.000 cukup kecewa dengan porsinya yang nyenggol tenggorokan. Tapi emang enaaaak sih.

Spagheti Bolognaise
Dengan brutalnya gue pilih makanan eropa yang satu ini. Spagheti Bolognaise. Lagi lagi gue sedih dengan porsi yang disajikan begitu seiprit. Tapi gak ngerti lagi sama creamnya yang alamaaaaak pengen nambah lagi. Memang sengaja banget sih bikin yang makan penasaran pengen nambah lagi. Harganya lumayan, 18.000. Ada juga yang mesen Ice Blend Greentea enyaaak bangeet. Atau gak Kaliurang. Itu memang nama salah satu daerah di Jogja dan nama jalan. Tapi kaliurang yang ini adalah jus sayur. Sayurnya saosin, setelah gue minum rasanya jadi lemon banget. Enak.

Sebelum makanan dan minuman datang, gue dan yang lainnya menikmati empuknya kursi di Ledre Cafe ini dan sebuah lukisan dinding yang cocok untuk spot narcism. Seperti yang gue foto ini, kalo bisa ambil sudutnya yang pas kita bisa keliatan bener2 lagi dipinggir jalan pertokoan gitu. So adorable.
So, overall. Harganya sangat sesuai dengan rasanya walaupun gak sesuai porsinya. Recomended banget buat Spagheti Bolognaise sama Ice blend Greenteanya.
Share:

Sabtu, 01 Februari 2014

My First Liqo

Pinterest
Sebelumnya orang orang disibukkan dengan membuat sebuah resolusi di awal tahunnya. Tentunya dengan harapan bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan membuat daftar daftar perubahan yang mereka buat. Gue memang belum sempat membuat dan menuliskan resolusi gue secara rinci. Tapi di posting sebelumnya, itu dia yang harus gue dapatkan di 2014.

Ini pengalaman pertama bagi seorang lugina yang hidup di sarang penyamun menggunakan rok, membaca 1juz/hari, solat tepat waktu, puasa daud dan lain-lain. Bukan masalah ingin riba. Tapi, setidaknya gue mencoba membagi cerita aja. Ini semua hasil dari usaha gue mendekatkan diri dengan-Nya. Kapan lagi gue mau mulai kalo ga sekarang juga. Jadi liqo adalah semacam mengaji bersama - sama. Dan tentunya kita hanya sesama akhwat saja. Mengaji disini adalah tidak hanya membaca Al-Quran tapi juga belajar ilmu islam. Murobi (read-guru) gue super banget, Mbak Ida yang sudah dikaruniai 2gadis kecil ini kalo menyampaikan materi selalu menyenangkan. Membuat gue juga merasa menyenangkan bisa belajar bersama waktu liqo.

Bayangan kebanyakan orang, ikut liqo seperti ini membosankan. Gak bisa tertawa dan bercanda. Harus sepi dan sunyi resmi acaranya. Dan ditempat liqo ini, sama sekali gak kaya gitu. Kalo ada yang lucu ya ketawa aja. Namun memang di saat serius ya harus serius mendengarkan materi. Tapi gue masih bisa tuh tertawa terbahak-bahak waktu liqo. Ga ada yang menatap gue sinis gara2 ketawa.Seriously I'm glad to join this Liqo. Ada semangat baru setiap minggunya, sebelumnya gue bahkan ga pernah sesemangat ini kalo belajar. Apalagi belajar ilmu Islam. Yang jaman sekarang ini makin menipis ilmunya di kalangan anak muda.

So please, mari dekati Allah yang Maha Segalanya. Bukan hanya jodohmu yang didekati. Tapi dekatilah yang menciptakan jodomu itu. *ahzeeeeg*
Share:

Selasa, 21 Januari 2014

Dari Turgo hingga Sapen

"Naik kereta api, tut..tut..tut.. siapa hendak turut, ke Turgo lalu Sapen, bolehlah ikut dengan gembira."
Pinterest

Ya, weekend kali ini di sponsori penuh oleh Komunitas Jendela! Di Sabtu siang yang mendung - mendung tanggung sama sekali tidak mengurungkan niat para Jendelist untuk bertemu dan berbagi dengan peri-peri kecil di Turgo kaki Gunung Merapi. Kalo di tanya, Turgo itu Jalan Kaliurang kilometer berapa sih? Udah gak ada kilometer-kilometeran lagi cooy, udah dikit lagi mentok merapi. Dingin banget disambung gerimis yang manis bikin meringis kedinginan. Dyar! waktu masuk ke sebuah ruangan salah satu PAUD yang kita pake untuk kegiatan hari itu dipenuhi dengan anak-anak yang siap bermain dan belajar bareng Jendelistnya. Ternyata ada hampir 39 orang yang antusias banget ikut acara ini. Ada siapa aja mereka?
Share:

Jumat, 20 Desember 2013

Sebut saja ini malam minggu.

Luntang lantung, disuruh dateng tiba-tiba ke SS pogung yang jelas gue gak tau dimana. Tapi ketemu juga. Berasa dapet panggilan alam dari kedua mahluk tak seberapa Mbak Mika sama Mas Azri. Dunia tau dan mengerti ketidakseberapaan mereka saat ini. Gue fikir, oke ini mungkin saatnya gue apet traktiran mas azri yang lulus ujian kompre, okesip. Tapi ternyata waktu gue tiba di SS Pogung, gue malah di todong pertanyaan, mau nongkrong dimana nih kita? So unbelieveable. Jadi inikah tujuannya gue dipanggil secara paksa dengan 2 orang tak seberapa ini?

Baiklah, hasil musyawarah bersama, fix kita ngabisin duit pertengahan bulan ini di Kalimilk Jakal. Gue terus mencoba meyakinkan diri gue untuk tidak tergoda akan nikmatnya skotel kalimilk. Cukup 1 gelas medium aja. Cukup. Cukup menguras dompet gue hari ini. Tapi, ya gapapa sih soalnya gue bisa jadi deket sama orang – orang yang ga seberapa ini. Semua orang tau dan selalu begitu berujung pada jodoh pembicaraan kita malam ini. Selalu…
Pinterest

Tanpa disangka, kita ini memang beraliran darah O. Makanya bisa gak seberapa kaya gini *apasih* Gue merasa, oke mungkin 5 bulan ke depan inilah kegiatan gue kalo lagi ga ada kerjaan. Sedihnya gue jauh dari pacar, keluarga dan temen deket yang pada mau magang. Tapi memang Tuhan selalu punya cara supaya gue ga ngerasa sendirian. Ada para jendelist meeeen! Karena emang taraf kelawakan dan kewarasan jendelist hampir sama rata kaya gue, jadi Alhamdulillahnya masih ada yang bisa diajak dan ngajak main. Gue ngerasa ini malam minggu, yang padahal besok pagi jam8 ada kuliah tambahan Pancasila. Oh my friday…
Share:

Rabu, 18 Desember 2013

Pasar Malam Sekaten~

Sore ini gue dapet undangan acara syukuran Ewing aseng temen gosip gue di kelas. Acaranya udah macem anak SD ngerayain ulang tahun tumpengan dan alunan musik selamat ulang tahun versi Jamrud. Yang dateng ada yang dandan tapi ada juga masih sisaan keringet kuliah tadi siang. Bedanya kalo versi mahasiswa gak bawa kado dengan bungkus yang aneh-aneh, cukup bawa perut kosong, dan hati yang ikhlas untuk mendoakan si empunya acara suapaya makin banyak rezeki biar bis makan-makan kaya gini. Mahasiswa oh mahasiswa~

Ewing oplosan
Ewing dengan gaya oplosan. “Oplosan…oplosaaan…”
Nah, setelah perut kenyang. Doa diijabah *amiiin*, mumpung gue dan 3 orang cacat ini lagi kosong dan bisa kumpul. Dan memang sebenarnya rencana ini di sponsori oleh si Boneng yang lagi dapet PPA dan baru beli kamera pocket. Jadi kita mau lanjut ke Pasar Malam Sekaten. uwuwuuuu~ Akhirnya kesampean juga ke Pasar Malam Sekaten yang siap menyuguhkan cerita-cerita baru di akhir tahun. Jadi Pasar Malam Sekaten ini diadakan setiap menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan nanti diakhiri dengan suatu adat istiadat khas Ngayogyakarta yang gue lupa namanya. Pasar Malam Sekaten yang khas dengan permainan adu nyalinya ini, bukan kaya pasar malam di daerah gue biasanya. Yang ini gak terkesan norak. Bahkan gue sering liat mbak-mbak yang hebring dandanannya, yang biasanya kelabing kali ini naik kora-kora sama masuk rumah hantunya di Sekaten!

Oke, judulnya belum ke Sekaten kalo belum naik yang namanya kora-kora. Yang di Dufan itu versi gede dan safety. Kalo ini, kecil dan amazing tanpa pengaman yang bikin hati nyaman pokoknya. Sampek bingung antara mau teriak dulu baru pegangan atau panik nyari tangan yang bisa di pegang (?). Jangan lupa juga cobain yang namanya sate koyor. What the koyor?
IMG_0077
Sate Koyor

Wanginya ituloh daaaaab, baru masuk bentar udah nyium baunya yaudah langsung beli. Koyor itu adalah lemak sapi. Jadi jangan harap menemukan kelembutan daging sapi diantara tusukan tusukan sate ini. Karena memang yang akan lu nikmatin berupa gelambir-gelambir kenikmatan pada tubuh sapi. Sekali aja lu makan ini  ga bikin OCD lu kacau balau kok. Nyam, nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?
Dan ada 1 hal yan harus lu lirik di Sekaten yaitu adalah baju awul-awul. Harga murah kualitas tergantung kita yang milih. Jadi awul-awul itu baju-baju bekas dan impor yang di jual lagi dengan harga yang mahasiswa banget. Gak percaya? Gue abis beli baju yang dibawah ini cuma 7500 rupiah!
IMG_0106
Ga ada kamar pas, jadi langsung coba
Tolong abaikan tulisan yang dibelakang gue. Fokus. Nah kemeja kotak-kotak belel yang gue pake itu cuma 7500. Iya 7500. Emang bekas sih, tapi masih layak pake dan gak jelek-jelek amat. Asalkan sebelum pake itu baju harus direndem dulu sama air panas, baru dicuci. Tapi ya tergantung yang milih sih, memang kebanyakan bajunya itu bergaya ala retro gitu. Tapi selama gak sobek dan gak kotor sih gue beli aja.


Yeay, hari ini owsom bangeeeets bareng ciwi-ciwi setrong ini. Bisa jadi ini sekaten yang terakhir sebelum kita lulus. dan khususnya sebelum gue ditinggal magang sama 3 org ini. 5 bulan ditinggal kalian apakabarnya gue disini gak ada orang gila macem kalian. Gak kumpul jendelist bareng. Gak dateng ke festival bareng. I’ll be missing you :’)
IMG_0114
yeay!
Share:

Selasa, 17 Desember 2013

My First Posting in Komunitasjendela.org

Pinterest
Yeaaaay! rasanya seneeeeng banget waktu ada tawaran dari Mbak Nita (Media Komunitas Jendela) untuk bikin cerita tentang acara konser amal Jumat kemarin bareng anak Elins UGM. AKhirnya, akhirnya akhirnyaaaaaaaa gue berani show up juga! Thanks to Mbak Nita yang udah ngasih kesempatan emas ini. Memang untuk sebagian orang itu gak seberapa, tapi buat gue ini seberapa banget. Gue ditawarin soalnya gue adalah penanggung jawab dari komunitas jendela ke Elins. Jadi gue ngurus-ngurusin apa aja yang akan disajikan di Booth Komunitas Jendela malam itu. Waktu admin Komunitas Jendela (@Jendelajogja_) bilang "Mau ceritaaa?” gue langsung jawab mau bangeeeeeeeeeettttt.

Memang aneh ya, padahal biasanya gue sering posting tulisan gue di blog ini. Tapi ini beda banget rasanya meeeen! Jelas beda kepopuleran media yang akan gue isi dengan cerita gue kali ini. Karena di komunitasjendela.org akan lebih banyak di klik linknya dibandingkan blog gue yang ga seberapa ini. Akan banyak partner dan Jendelist lain yang baca dan buka web itu. Yaiyalah….

Dan apa komentarnya ?

Dari mbak marisa bilang (founder Komunitas Jendela), “kok gaya ceritanya kaya si orang tak berapa?”, yang kita ketahui semua bahwa orang tak seberapa hanyalah Mas Azri seorang. Tapi mbak marisa bilang, setidaknya kamu ceritanya sudah fokus gak se-random Mas azri. Ahahaha! Makasih mbak!

Kemudian dilanjut Mbak Mika, yang masih gak seberapa tapi lebih gak seberapa Mas azri. Oke fokus! Kata Mbak Mika, “ Oke punya kok, hahaha tapi jarang-jarang dipuji sama artis kaya aku kan.” Hmm, baiklah tapi terimakasih loh mbak udah mau baca :)

Duh gue lupa nih sama komentarnya dari Mas Azri, abisnya gak seberapa juga sih komentarnya. Tapi alhamdulilah banyak yang ngasih komentar positif, dari yang lainnya. aaaaaak Thanks a lot ya!

Kenapa penting banget sampek gue bikin posting kali ini ? Nah inilah efek dari bikin cerita itu. Seperti adanya re-energize buat gue menulis lagi. Berkarya lagi. Mengembangkan kemampuan bercerita lagi. Ahhhh seneng pokoknya :’) Ada banyak banget hal positif yang bisa diambil dari ini semua. Makasih loh Mbak Nita atas kesempatannyaaaaaa. Dan tentunya makasih juga untuk Komunitas Jendela yang terus dan selalu menginspirasi ~
Share:

Minggu, 15 Desember 2013

Buku Datang, Anak Senang

Pinterest
Jumat, 13 Desember 2013 ada salah satu agenda Komunitas Jendela bekerja sama dengan Elektronika dan Instrumentasi UGM dalam sebuah Charity Concert. Udah kurang keren apalagi coba ya nama acaranya. Dari namanya pun udah bisa ditebak, ini adalah konser amal dari temen-temen Elins adakan untuk Komunitas Jendela tentunya. Seperti taglinenya, “Buku datang, anak senang” jadi para pengunjung acara malam itu harus membawa buku bacaan untuk anak sebagai tiket masuknya. Dan nantinya buku itu disumbangkan untuk Komunitas Jendela.

Sejak pagi hari, saya sudah resah gelisah mendesah ogah. Soalnya masih kepikiran timeline buat malem ini belum jadi. Aksesoris dan dekorasi yang lain belum rampung. Mulai agak panik soalnya harus kesana kemari. Mendaratlah saya di kosan salah satu jendelist yang syusah bilang huruf f ini. Kami berempat (Vida, Leila, Erni dan saya) mulai kerja rodi membuat pernak-pernik yang akan kami tampilkan di boothnya jendela. Memang yang namanya lagi kepepet dan mendesak, jam 2 itu terasa singkat. Siang itu, awan hitam mulai menggelayut manja di langit jogja. Yang harusnya senja sedang menari tergantikan oleh nyanyian hujan. Mas bagus dari Elins udah mulai sms dan telponin (ciyee gitu), belom lagi 2 kakak yang tak seberapa heboh nelponin juga. Ya sudah, saya mencoba menerobos hujan dan menuju Fakultas Ilmu Budaya UGM, sambil berharap gak kena cerewetan kakak-kakak yang ga seberapa itu. And then, Ternyata apa? Yak, baru sayalah jendelist yang tiba di FIB siang itu. Karena masih resah kehilangan arah, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke kosan leila untuk melanjutkan kerjaan tadi. Oke mari kita skip, cerita saya yang kena semprot sama kakak-kakak tak seberapa itu (read : mas azri dan mbak mika). hehehe

Acara pun diundur sampai setelah adzan magrib berkumandang. Jendelist udah ancang-ancang buka lapak di koridor FIB. Malam itu, entah kenapa jendelist yang datang super hectic banget. Dresscode kita malam itu adalah baju putih, walaupun saya sendiri malah memilih warna hijau. Entahlah. Saat acara dibuka oleh MC, penontonnya masih bisa dihitung jari deh. Soalnya masih gerimis romantis gitu. Ya daripada gak ada penonton yang tepuk tangan, jendelist dan panitialah yang berusaha memeriahkan acaranya. Agak lupa ada berapa Band yang tampil malam itu. Tapi semakin malam, hujan sepertinya mulai kelelahan membasahi jogja malam itu. Mungkin ini memang udah timingnya aja sih ya acara Konser Amal itu mulai berjalan lancar. Pengunjung pun mulai berdatangan. Saya mencoba melirik drop box yang ternyata masih berisikan angin malam, artinya belum ada yang menyumbangkan bukunya. Eh, selain kami ada juga loh booth dari Angkringan Pintar milik anak UGM sepertinya, dan kurang lebih bentuk kegiatannya seperti komunitas jendela.

Hari mulai semakin malam, dan bulan mulai menampakan cahayanya walau sedikit pudar tertutup awan hitam. Pengunjung booth Jendela pun mulai mengisi drop box dengan buku-buku yang menarik untuk di baca. Ada juga yang membantu donasi lewat uang dan membeli marchendise Jendela. Pengunjung yang datang, kami sediakan guest book untuk menuliskan supportnya kepada adik-adik Sapen dan Turga biar makin rajin belajar dan membacanya. Nantinya buku dan komentar-komentar pengunjung ini akan kita bacakan di depan adik – adik sapen dan Turgo biar mereka semakin semangat lagi belajarnya. Ide keren tentang guest book ini terinspirasi dari mbak Puput gadis Lampung nan jelita :)

Nah dari acara ini, sebenarnya yang dilihat bukanlah dari banyak sedikitnya pengunjung atau banyak sedikitnya buku yang disumbangkan untuk Komunitas Jendela. Tetapi dari niat tulus dan juga rasa peduli mereka semua terhadap pendidikan di Indonesia khususnya Jogjakarta. Maka dari itu, Yuk! Pemuda Pemudi Indonesia, berikanlah apa yang bisa kamu berikan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Walaupun itu hanya berupa waktu dan tenaga kalian
Share: